
.
.
.
Brakkk...
Andra menendang pintu kamar yang terkunci dari dalam, tadi laura memang sengaja mengunci pintu nya agar arumi tidak lari. Andra menatap nyalang ke arah dua wanita yang sedang baku hantam, bahkan andra pun terkejut melihat kondisi laura.
" Apa yang kalian lakukan ? Dan kamu laura kenapa wajah mu bisa seperti ini ?" Tanya andra heran.
Saat ini wajah laura sudah tidak berbentuk lagi, hidung berdarah dan sudut bibir juga berdarah. Kedua pipi memerah dan membekas akibat tamparan yang di berikan oleh arumi.
" Sayang tolong aku " Seru laura sambil meringis kesakitan,menahan perih pada sudut bibir nya.
" Kamu yang melakukan nya ?" Tanya andra menatap arumi.
" Iya memang aku yang melakukan nya. Kenapa kamu tidak suka dan mau membalasnya? Cihhh.... hanya lelaki pengecut yang mau berantem dengan wanita. Dia sudah membangun kan macan tidur,jadi inilah hasil nya. Beruntung wajah nya tidak aku rusak dengan kuku- kuku panjang ku ini " Jawab arumi terlihat sangat santai.
Andra tidak menyangka jika wanita sepolos dan pendiam seperti arumi bisa melakukan semua itu. Tapi bukti sudah nyata,memang tidak ada orang lain lagi di kamar itu selain arumi dan laura.
" Kamu hebat sayang... kamu benar - benar hebat. Calon istri ku memang the best " Seru andra sambil mengacungkan jempol tangan nya.
" Haiii... jangan panggil aku sayang. Jijik aku mendenfar mulut busuk mu itu memanggil ku seperti itu. Dan siapa yang kamu sebut calon istri mu ? Aku tidak sudi menikah dengan pria pengecut seperti mu, lagi pula aku ini sudah bersuami dan aku juga sudah mempunyai anak !!" Teriak arumi dengan lantang.
Deg..
Menyebut kata anak, arumi baru teringat dengan anak nya. Bayi mungil satu bulan yang sangat menggemaskan itu sekarang bagaimana kabar nya ? Sudah minum susu atau belum ? Bayi itu masih minum asi tapi apa stock asi yang di perah masih ada. Karena arumi hanya sesekali saja memerah asi nya.
" Waaowww.... wanita manis ini ternyata pandai juga berbicara. Kamu mau melawan ku manis " Ucap andra sudah mendakat dan berdiri tepat di depan arumi.
Tangan andra terulur dan mengusap pipi arumi dengan lembut, arumi langsung menepis tangan andra dan dia pun menjauh dari andra.
" Jangan kurangajar kamu !! Aku sudah bersuami. Lagi pula siapa kamu ? Aku tidak mengenal mu !" Teriak arumi.
" Berani kamu bicara kasar kepada ku !!" Seru brian sambil memcemgkram kedua pipi arumi.
Arumi sama sekali tidak takut justru dengan beraninya dia meludah.
__ADS_1
Cuuiihhh...
Tepat mengenai wajah andra, andra kesal dan langsung menampar arumi dengan kuat.
Plaaakkk
" Kurangajar berani kamu dengan ku ! Aku sudah mencoba baik dengan mu tapi kamu justru membuat ku marah. Lihat saja aku akan balas atas kematian adik ku, dulu adik ku belum sempat meniduri mu tapi kali ini aku yang akan melakukan nya. Kamu akan menjadi milikku selama nya. haaaaa" Ucap andra dengan tawa yang keras.
Laura tersenyum senang melihat andra yang sudah berbuat kasar kepada arumi. Laura sama sekali tidak ada hati lagi, hati nya sudah tertutup karena dendam nya.
" Sayang kamu harus menghajar nya agar dia tidak macam - macam dengan mu. " Ucap laura mencoba memprovokasi andra.
" Kamu benar, wanita kecil ini ternyata pemberani juga. Kamu lihat wanita kecil jika kamu macam - macam akan aku bunuh bayi kecil mu.." Seru andra sinis.
Andra menggunakan bayi arumi untuk memghentikan sikap arogant arumi. Benar saja arumi langsung duduk lemas seperti tidak bertenaga lagi, dia tidak mau jika terjadi sesuatu dengan anaknya.
" Jangan sakiti anak ku, ku mohon " Seru arumi mengiba.
" Kalau seperti ini kan manis" Seru andra.
" Aku akan memberikan apa yang aku punya tapi tolong jangn ganggu anak ku. " Ucap arumi sambil terus memohon.
*******
" Benar daerah sini Bri tapi tepat nya di sebelah mana aku tidak tahu. " Ucap tomi yang kini sudah ada di sebuah desa sesuai dengan alamat yang di berikan karin.
Brian , tomi beserta anak buah nya sudah sampai di desa tempat arumi di sekap. Namun mereka harus hati - hati apalagi membawa segerombolan anak buah seperti ini, karena daerah pedesaan dan banyak penduduk desa yang tidak tahu siapa mereka. Brian tidak mau membuat keributan yang merugikan penduduk setempat.
" Cihhh... pintar sekali dia cari tempat. Kalau di pedesaan begini kita tidak mungkin asal melakukan penggerebekan. " Ucap brian kesal.
" Kamu benar bri... anak buah kita yang lain nya ada di setia titik sudut desa hanya dua mobil saja yang ikut kita. Saat kita butuh, kita tinggal panggil mereka. Sekarang kita cari tahu dimana tempat andra menyekap arumi. " Seru tomi.
Tiba - tiba ada seorang bapak paruh baya yang melintas, melihat ada yang melintas tomi langsung turun dari mobil.
" Pak tunggu... !" Panggil tomi sedikit berteriak.
Bapak paruh baya itu langsung menghentikan kaki nya dan berbalik menghadap ke arah tomi.
" Iya nak, kamu manggil saya ?" Tanya pak tua itu.
__ADS_1
" Iya pak maaf mengganggu , begini pak saya dari kota dan ke desa ini sedang mencari teman saya. Semalam dia baru sampai di desa ini, saya sudah menghubungi nya tapi tidak bisa. Bapak tahu tidak kira - kira dimana rumah nya ?" Tanya tomi.
" Disini tidak ada yang dari kota nak, semua penduduk nya bertani dan berdagang. Apa mungkin yang kamu maksud orang yang punya rumah besar dan mewah di ujung sana, rumah itu kata nya milik orang kota tapi selama ini pemiliknya tidak pernah datang hanya di urus oleh pembantunya saja. " Ucap pak tua.
" Jauh ya pak ?" Tanya tomi.
" Sekitar 3 kilo meter dari sini nak. Rumah nya yang paling besar, dan jauh dari rumah tetanga " Jawab nya memberitahu.
" Oh kalau begitu terimakasih, ini sebagai tanda terimakasih saya " Ucap tomi sembari memberikan lima lembar uang merah.
" Tidak usah nak, terimakasih. Mari saya duluan " Tolak nya secara halus.
Tomi mengangguk dan tersenyum ramah , dia pun langsung masuk ke mobil dan melaju menuju rumah yang di tunjuk oleh bapak - bapak tadi. Sebelum nya tomi sudah menghubungi anak buah yang lain nya untuk menuju kesana.
" Beruntung kita membawa mobil ini bri. Lihat sendiri bagaimana jalanan di disini. " Seru tomi.
" Kamu bisa lebih cepat tidak tom ?? Aku menghawatirkan istri ku !!" Bentak brian lantang.
" Iya sabar bri.. ini kamu lihat sendirikan jalanan nya seperti ini. " Ucap tomi juga tak mau kalah.
Cihhh...
Brian berdercih dengan kasar, saat ini dia benar - benar khawatir jika andra sudah melukai arumi. Tergambar di wajah brian kecemasan yang mendalam. Tomi bisa memaklumi rasa khawatir brian, tapi tetap harus bersabar karena jalan yang mereka lewati memang hancur. Tapi tidak perlu di takutkan para anak buah yang laun nya sudah menuju ke titik utama.
" Seperti nya itu rumah nya " Tunjuk tomi ke arah rumah yang berjarah sekitar 100 meterdari tempat nya beehenti.
" Disini tetangga jauh Tom. Rumah tidak padat penduduk. " Seru brian .
" Iya kita atur strategi dulu jangan gegabah. Jangan sampai ada gencatan senjata. Gunakan jika memang benar - benar di butuh kan dan terdesak " Seru tomi memberitahu.
" Kamu betul , tapi rumah itu pasti ada CCTV nya tom." Ucap brian.
" Itu soal mudah, aku sudah memerintahkan Seno untuk meretas CCTV yang ada di rumah itu. Ternyata sangat mudah, mereka berfikir jika ini hanya di kampung jadi keamanan CCTV nya tidak perlu yang sulit - sulit. Andra itu memang bodoh !!" Ucap tomi tersenyum jahat.
Anak buah brian sudah mulai menyusuri setiap sudut rumah, tanpa andra sadari rumah dia saat ini sudah di kepung anak buah brian. Tinggal menunggu perintah dari tomi maupunbrian mereka akan menyerang rumah andra.
**********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5NYA YA KAK 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤