Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Menikahi arumi


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Sah


Sah


Malam ini arumi sah menjadi istri brian, air mata arumi menetes. Ada rada berdebar saat brian mengucapkan kalimat ijab qabul di depan penghulu dan wali hakim. Bahagia, sedih mencampur jadi satu. Tak ada kerabat atau sahabat arumi yang datang menghadiri pernikahan nya.


Bagas, tomi ke dua sahabat brian ikut menyaksikan pernikahan brian dan arumi. Setelah ijab qabul tidak ada acara apa - apa. Penghulu dan wali hakim pun sudah pergi meninggalkan apartemen brian. Tinggal brian, arumi dan ke dua sahabat brian yang masih ada di apartement.


" Sekarang kamu sudah menjadi seorang suami bri, jadi tinggalkan kebiasaan buruk mu. " Seru bagas menasehati brian.


" Brisik " Jawab brian singkat.


" Kamu bisa istirahat di kamar mu !" Ucap brian menyuruh arumi masuk ke kamar nya.


" Iya Om" Ucap arumi lalu meninggalkan brian dan ke dua teman nya.


Sedangkan bagas dan tomi mencoba menahan tawa nya, mereka merasa aneh mendengar arumi memanggil brian dengan sebutan Om. Hanya arumi wanita pertama yang memanggil brian sang cassanova om, arumi wanita pertama yang tidak terpesona dengan karisma brian.


" Kenapa ? Ada yang aneh ?" Tanya brian kepada kedua sahabat nya.


" Haha haaa...lucu saja kamu di panggil om oleh istri mu sendiri. Hancur sudah pesona sang cassanova brian. " Seru bagas menertawan brian.


" Tidak berhenti tertawa aku cabut jabatan dokter mu sekarang juga " Seru brian ketus.


Bagas langsung terdiam, jika brian sudah mengancam dia tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Daripada jabatan nya serius di cabut dia lebih memilih diam.


" Makanya punya mulut itu jangan asal mangap. Kalau singa sudah mengaum,, boom bisa hancur semua nya " Ucap tomi sambil melirik brian yang memandang tajam ke arah nya.


Mata brian menatap tomi dengan tajam, akhir nya bantal kursi melayang juga di kepala tomi. Tomi memang senang menjahili brian, karena itulah tomi dan brian dulu sering ribut lalu di hukum oleh orang tua brian.

__ADS_1


" Kalian bisa diam tidak ? Kalau tidak bisa diam lebih baik kalian pulang saja, aku mau istirahat " Seru brian.


" Bilang aja mau malam pertama. Tapi bagi mu tidak ada yang nama nya malam pertama. Karena arumi juga sudah kamu bolongin duluan. Hahaaaa " Ucap bagas lalu tertawa dan di ikuti oleh tomi.


Brian malas menanggapi ke dua sahabat gila nya, dia lebih memilih masuk ke dalam ruangan khusus yang dia miliki untuk menyimpan beberapa minuman ber alkohol milik nya.


Bagas dan tomi mengikuti langkah brian, di tempat ini lah brian , tomi dan bagas sering menghabiskan waktu bersama. Mereka akan meminum berbagai alkohol yang di miliki brian, sampai sama - sama mabuk. Dari ketiga nya hanya tomi saja yang tidak kuat minum.


" Kenapa kamu kesini ? Bukan nya ini malam pengantin mu ? Jangan sampai kamu mabuk dan menyakiti arumi. " Tanya bagas mulai bicara dengan serius.


Kebiasaan brian jika mabuk pasti akan mengingat masalalu nya dan meluapkan kekesalan nya kepada wanita yang dia temui. Bagas tidak mau hal itu terjadi kepada arumi, apalagi brian menikahi arumi tidak atas dasar cinta. Kapan pun brian bisa menghajar dan menyakiti arumi.


" Aku tidak akan mabuk " Jawab singkat brian.


" Bri, hentikan kebiasaan buruk mu. Kamu sekarang sudah menikah dan menjadi seorang suami. Pernikahan kalian sah dan tercatat di negara, jadi cobalah kamu terima keberadaan arumi. Kamu sendiri kan yang menikahi nya secara resmi ? Apa kamu mau hidup mu terus begini, harta kau punya melimpah tapi cuma cinta yang tidak kau punya. Belajarlah membuka hati dan jangan menganggap setiap wanita itu sama " Ucap bagas menasehati brian agar bisa merubah kebiasaan buruk nya.


" Sekarang pergilah ke kamar kalian, dengarkanlah kata - kata dari kami kak. Aku adik mu, aku ingin kamu hidup bahagia tanpa bayang - bayang masalalu " Ucap tomi yang juga ikut bicara serius.


Brian seakan tidak perduli dia terus meminum minuman alkohol nya. Hati brian seakan sudah mati sampai tidak mau mendengarkan ucapsn para sahabat nya.


Sedangkan di dalam kamar arumi belum bisa tidur, badan nya ada di apartemen tetapi fikiran nya ada di kampung. Arumi kangen ingin bertemu dengan kedua orang tua nya, sudah 3 bulan arumi tidak bertemu orang tua nya.


Ceklekk...


Pintu kamar terbuka, arumi langsung menoleh dan melihat siapa yang datang. Brian masuk lalu mengunci pintu kamar dari dalam. Arumi ketakutan, dia belum siap jika malam ini harus melayani brian. Biar pun sekarang status brian adalah suami nya namun arumi tetap takut jika brian melakukan nya.


" Kamu kenapa melihat ku seperti sedang melihat hantu ?" Tanya brian sambil memegang dagu arumi.


Kini wajah mereka hanya terpisah jarak beberapa centi saja, hembusan nafas brian bisa di rasakan oleh arumi,begitupun sebalik nya. Brian semakin mendekatkan wajah nya lalu mendaratkan bibir nya di bibir arumi.


Brian mulai mencium bibir arumi dan memaksa arumi membuka mulut nya. Perlahan arumi membuka mulut nya dan mulai membalas ciuman yang di berikan oleh brian


* Aku ingin menolak nya tetapi kenapa tubuh ku justru menginginkan nya lebih, apa aku sudah kecanduan permainan nya * Gumam arumi.


Brian melepaskan ciuman nya karena arumi sudah kehabisan nafas.


Gelora brian untuk bercinta semakin membara, dia tidak sabar lagi ingin memakan arumi. Tanpa menunggu lama brian pun memulai kegiatan nya. Kali ini brian melakukan cukup lembut, sehingga arumi tidak merasakan sakit. Justru arumi ikut menikmati permainan dari brian.

__ADS_1


Arumi membungkam mulut nya agar suara keramat nya tidak keluar. Sekuat tenaga dia mempertahankan suara keramat nya.


" Tidak perlu di tahan keluarkan saja suara mu " Seru brian di sela - sela permainan nya.


Akhirnya suara kramat arumi lolos juga dan menggema di dalam ruangan kamar. Mereka berdua sama - sama sudah bermandikan peluh. Brian meminta arumi untuk memegang kendali, awal nya arumi tidak mau tapi brian terus memaksa akhirnya arumi pun mau.


Cukup lama arumi memegang kendali, tanpa brian duga ternyata arumi cukup lihai memegang kendali. Sehingga brian tersenyum senang karena arumi sudah menjadi wanita seperti yang dia inginkan.


" Kamu cukup lihai juga " Ucap brian saat arumi menyudahi permainan nya dan bergantian brian lagi yang memegang kendali.


" Aku capek om " Ucap arumi jujur.


" Sebentar lagi " Jawab brian terus berpacu.


Arumi benar - benar sudah capek dan lemas, dua jam sudah bermain tetapi brian masih saja kuat. Sama sekali tidak ada rasa capek. Namun melihat arumi yang sudah kecapean, brian pun kasihan. Dengan segera dia mengakhiri permainan nya.


" Belum juga selesai sudah terpaksa di selesaikan " Keluh brian.


Arumi memakai kaos nya lalu turun dari ranjang duluan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Karena buru - buru arumi lupa membawa handuk tidak mungkin dia keluar tanpa handuk, sedangkan kaos yang tadi dia pakai sudah basah.


" Kamu lama sekali !! Ngapain saja kamu di dalam, cepat keluar aku juga mau membersihkan diri ku " Teriak brian .


Arumi membuka sedikit pintu kamar mandi, lalu meminta tolong brian untuk mengambilkan handuk.


" Om tolong ambilkan handuk " Ucap arumi pelan.


" Tidak !! Cepat keluar, lagi pula kenapa harus di tutupi aku sudah melihat semua nya. Cepat keluar arumi " Ucap brian sudah mulai marah.


Akhirnya dengan terpaksa arumi keluar kamar mandi tanpa handuk. Brian hanya tersenyum sinis saat melihat arumi keluar kamar mandi. Malu - malu arumi keluar dan langsung berlari mengambil handuk yang tergantung di tempat handuk.


* Apalagi yang mau di tutupi, semuanya sudah aku lihat. Bahkan setiap inci tubuh mu saja aku sudah tahu. * Gumam brian mengulas senyum tipisnya.


******


Tuan Brian sudah update lagi ya kak, jangan lupa tekan tombol jempol dan favoritenya dong 🙏🙏 Dan jika berkenan tinggalkan vote dan hadiah nya serta rate bintang 5 nya ❤🙏


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2