Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Mertua dan ipar


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Setelah brian pulang dari kantor dan saat ini sudah ada di apartemen nya. Brian memanggil dua pengawal istri nya untuk menghadap nya, dia ingin mengetahui cerita tentang pertemuan nya dengan karin dan andra. Sebenar nya brian juga sudah tahu dari pengawal bayangan yang masih saja dia tugaskan mengikuti istrinya, tapi brian ingin mengetahui cerita nya secara langsung dari pengawal sang istri.


" Jadi karin tetap saja ingin mencari masalah dengan istri ku. " Ucap brian.


" Benar tuan, sepertinya karin tidak takut dengan tuan karena ada andra di belakang nya. Dan satu lagi tuan, sepertinya andra mrngincar nona arumi. Sebab saat di restoran tadi dia terus menatap nona arumi dan senyum - senyum ke arah nona " Ucap sheila dan di angguki oleh alina.


" Lelaki itu memang mau cari mati. Sekarang kalian boleh pulang besok jam tujuh pagi kalian harus sudah ada di sini lagi "Ucap brian dengan tegas.


" Baik tuan kalau begitu kami permisi. " Seru alina dan sheila secara bersamaan.


Alina dan sheila pun keluar dari apartemen brian, mereka berdua bisa bernafas lega karena tugasnya hari ini sudah selesai dan bisa pulang untuk beristirahat.


" Loh mana kak alina dan kak sheila hubby ?" Tanya arumi yang baru saja keluar dari kamar.


" Mereka sudah pulang sayang . Hemm... apa perlu aku memanggil mereka kembali ?" Tanya brian serius.


" Tidak perlu hubby tadi aku hanya sekedar menanyakan keberadaan nya saja kok. Oh iya hubby tadi aku sudah belanja banyak perlengkapan bayi, tapi uang mu terpakai banyak " Ucap arumi sambil menunduk dan memegangi perut nya.


Brian langsung menganggkat dagu sang istri lalu mencium bibir sang istri. Brian sangat suka mencium bibir istri nya yang ranum dan terasa manis.


" Sayang aku cari uang siang malam itu untuk membahagiakan mu dan anak kita ini jadi berapa pun uang yang kamu habis kan itu tidaj jadi masalah, sehari kamu menghabiskan uang 100 juta pun aku tidak masalah dan aku tidak akan bangkrut, kamu tahukan harta suami mu itu tidak akan habis untuk tujuh turunan " Seru brian sedikit menyombongkan diri.


" Beneran ? 100 juta aku mau belanja apa ? Mau beli perhiasan juga aku tidak suka memakai perhiasan, mau beli pakaian juga di lemari masih banyak baju yang belum aku pakai. Emm... bagaimana kalau 100 juta itu aku tabung untuk biaya bikin rumah sakit di kampung ku " Seru arumi dengan senyum bahagia nya.


" Kalau soal itu kamu tidak perlu khawatir sayang. Jadi sehari kamu aku berikan uang 100 juta ya ?" Tanya brian.


" Haah... ? Tidak hubby aku tadi hanya bercanda jangan di anggap serius. " Ucap arumi langsung menolak.


Brian langsung memeluk istri nya dan menggendong nya masuk ke dalam kamar. Kalau sudah masuk ke dalam kamar sudah pasti permainan panas di mulai. Brian memang tidak pernah absen, hampir setiap malam melakukan pertempuran.


" Hubby aku mau yang di atas " Ucap arumi tanpa malu - malu.

__ADS_1


" Tapi kamu tidak boleh kelelahan sayang " Seru brian.


" Sebentar saja hubby " Ucap arumi penuh harap.


" Baiklah " Seru brian akhir nya mengalah dan mulai memasang posisi dibawah.


Arumi dan brian pun mulai melakukan permainan ranjang panas nya. Arumi melakukan nya cukup pelan agar tubuh nya tidak cepat lelah, sedangkan brian menikmati permainan sang istri dengan memejamkan mata nya.


******


MAAF YA KAK BARU UP 🙏🙏😘😘


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


MAAF TIDAK BISA BALAS KOMEN SATU PERSATU 🙏🙏


TERIMAKASIH 🙏❤


********


Orang tua arumi mengabari arumi jika mereka akan datang berkunjung ke apartemen arumi. Namun mereka tidak memberitahu jika laura akan ikut dengan mereka untuk meminta maaf.


[ Iya rum, kebetulan bapak sudah selesai menanam jagung jadi bisa menjenguk mu di kota. Bapak dan ibu mu juga sudah kangen sama kamu ] Ucap pak suryo.


[ Tapi apa bapak dan ibu tidak capek ] Seru arumi.


Bukan nya arumi menolak orang tua nya datang ke kota menemui nya. Arumi hanya menghawatirkan kondisi orang tua nya yang memang sudah tidak muda lagi. Apalagi perjalanan pun cukup jauh, sekitar 4 sampai 5 jam untuk perjalanan darat.


[ Bapak dan ibu tidak capek rum, oh iya bagaimana kabar kandungan mu ] Kini giliran sang ibu yang berbicara.


[ Kandungan arumi baik dan sehat bu, alhamdulillah tidak ada keluhan apa - apa bu. Suami arumi menjaga arumi dengan baik bu ].


[ Syukur Alhamdulillah rum, ibu ikut senang mendengar nya. Jangan terlalu capek ya rum, besok bapak dan ibu pagi - pagi berangkat dari sini. Kamu masih di apartemen kan rum. ]


[ Iya buk arumi masih di apartemen, tapi kalau memang ibu dan bapak besok kesini, nanti langsung ke rumah arumi saja ya bu biar bisa menginap di rumah baru yang suami arumi beli. Kalau di apartemen pasti ibu tidak mau menginap. ]


[ Oh baiklah nanti alamat nya kamu kirimkan saja ya rum. Ya sudah ibu tutup ya telepon nya, kamu jaga kesehatan ya nak. Assalamualaikum. ]


[ Iya bu, waalaikumsalam ]

__ADS_1


Setelah sambungan telepon terputus arumi langsung menghampiri suami nya yang masih bersiap - siap di dalam kamar.


" Hubby " Panggil arumi.


" Iya sayang ada apa ? " Tanya brian sambil menyisir rambut nya


" Bapak dan ibu besok mau datang kesini, tapi aku meminta mereka untuk ke rumah baru kita saja. Aku ingin ibu dan bapak menginap, jadi aku meminta mereka besok langsung kerumah baru. Kamu tidak keberatan kan hubby ?" Tanya arumi dengan manja.


Brian sudah tahu jika kedatangan mertua nya pasti dengan laura juga bisa jadi laura pun akan ikut menginap bersama , tapi brian tidak bisa menolak permintaan istri nya. Brian pun tidak keberatan dengan permintaan sang istri. Sekalian dia ingin tahu maksud kedatangan laura.


" Iya sayang aku tidak keberatan, lagi pula itu kan rumah kamu sayang. Jadi kamu yang lebih berhak memutus kan" Ucap brian sambil mencubit pelan hidung arumi .


" Terimakasih hubby, ya sudah yuk kita sarapan tadi aku sudah meminta bibi untuk membuatkan sarapan kesukaan mu. " Ucap arumi.


" Aku tidak mau sarapan di luar sayang, tapi aku mau sarapan kamu disini " Ucap brian langsung melahap bibir arumi.


Arumi terus meronta dan mendorong tubuh suami nya yang kekar itu. Brian tahu jika sang istri kehabisan nafas, brian pun langsung melepaskan ciuman nya.


" Hubby... aku tidak bisa bernafas. Aku tidak mau sarapan seperti itu, bisa - bisa aku tidak keluar kamar seharian. Ayok kita sarapan, ini si babby nya sudah lapar mintadi suapin papanya " Ucap arumi beralasan agar bisa terlepas dari sang suami.


Alasan itu memang terbukti ampuh, brian pun langsung menggandeng istri nya menuju meja makan. Brian menarik kursi untuk arumi setelah itu mengambil makanan dan mereka pun makan sepiring berdua, dengan arumi di suapi oleh brian.


" Emm... sayang kalau kamu ketemu dengan kakak mu laura apa yang ingin kamu lakukan ?" Tanya brian di sela - sela sarapan nya.


" Aku akan memarahi nya karena dia sudah menyakiti ibu dan bapak dengan cara menculik nya " Seru arumi dengan cepat.


" Kalau dia datang meminta maaf apa kamu mau memaafkan nya ?" Tanya brian lagi.


" Tergantung ! Kalau dia meminta maaf dengan tulus dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi serta dia tobat aku pasti akan memaafkan nya. Tapi sebenar nya aku sudah memaafkan kak laura , Allah saja sang maha pemaaf masak aku yang hanya manusia biasa tidak bisa memaafkan nya. " Seru arumi sambil menghentikan suapan dari brian karena dia masih ingin berbicara.


" Tapi apa hubby sendiri akan memaafkan kak laura ?" Tanya arumi balik.


" Jawaban ku sama seperti mu istri ku yang cantik " Jawab brian sedikit berbohong.


Brian bisa memaafkan laura tapi bukan berarti dia akan melupakan semua kejahatan yang sudah di perbuat laura. Brian tidak yakin orang seperti laura akan benar - benar meminta maaf dengan tulus, bahkan untuk berubah pun brian tidak yakin.


" Terimakasih hubby " Seru arumi.


Brian hanya mengangguk saja lalu kembali menyuapkan makanan ke mulut istri nya baru dia menyaup ke mulut nya sendiri. Arumi terlihat senang makan di suapi oleh suami nya, sampai habis dua piring nasi tapi dia tidak menyadari nya.

__ADS_1


__ADS_2