
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Brian membawa ke dua mertua nya kerumah utama, rumah yang di tempati ke dua orang tuanya. Orang tua brian tidak kembali keluar negeri karen mereka akan menunggu sampai arumi melahirkan baru akan kembali ke luar negeri.
" Ini rumah siapa nak ?" Tanya pak suryo yang kagum dengan rumah tiga lantai yang sangat mewah dan megah seperti istana di negeri dongeng.
Brian memutuskan membawa mertua nya sementara waktu tinggal di rumah orang tua nya. Hanya rumah ini yang aman untuk kedua mertua. Brian tidak mau ke colongan kayak kemarin lagi.
" Ini rumah orang tua brian , pak. Ayok kita masuk, mama dan papa sudah menunggu kita di dalam " Ucap brian mengajak mertua nya masuk.
Brian dan ke dua mertua nya masuk ke dalam rumah, ibu wati dan pak suryo sangat takjub dengan kemewahan rumah brian. Benar- benar rumah yang mewah bahkan dalam rumah pun ada lift khusus .
" Selamat datang besan " Ucap mama brian tersenyum hangat menyambut kedatangan dua besan nya.
" Nyonya asti apa kabar ?" Seru ibu wati.
" Jangan panggil Nyonya dong ibu besan, panggil nama atau ibu saja. Kita ini besan loh, masak besan panggil nyonya kan gak boleh. Dikira nya nanti saya besan yang jahat" Ucap mama brian sambil terkekeh.
Mereka pun terlibat obrolan yang cukup serius, Pak suryo menceritakan awal mula mereka kedatangan tamu yang mengabarkan tentang salah satu anak nya ada yang sakit dan ternyata mereka adalah penculik.
" Bapak merasa heran, padahal bapak ini orang miskin dan tidak punya musuh. Tapi kenapa mereka menculik bapak dan ibu. " Ucap pak suryo.
Brian, tuan alexander dan mama brian saling beradu pandang. Mungkin memang ada baik nya mereka menceritakan apa yang sudah terjadi. Tidak selamanya bangkai bisa di tutupi, suatu saat pasti akan tercium juga.
" Pak, buk. Brian tahu siapa yang melakukan ini semua. " Ucap brian.
Pak suryo dan ibu wati langsung menatap serius ke arah brian. Mereka ber dua seperti mengharapkan brian segera untuk menceritakan nya.
" Siapa nak ? Bapak dan ibu ingin tahu? Apa motif dia menculik kami ?" Ucap pak suryo.
" Laura " Seru brian singkat jelas dan padat.
__ADS_1
Hah... ?
Laura ?
Pak suryo dan bu wati mata nya melotot dan mulut nya sampai ternganga. Betapa terkejut nya mereka saat brian mengatakan jika laura lah yang merencanakan penculikan ke dua orang tua nya.
" Nak brian jangan ngawur , tidak mungkin laura seperti itu. Kami ini orang tua nya Nak " Ucap ibu wati tidak percaya.
Brian pun menceritakan semua yang dia ketahu tentang laura, dan masalah awal dari penculikan itu pun brian ceritakan semua. Tidak lupa brian juga menunjukan beberapa bukti pesan singkat yang laura kirimkan ke ponsel arumi, karena memang ponsel arumi ada di tangan brian.
" Ya Allah pak ! Ternyata benar laura yang sudah merencanakan penculikan ini pak. Bahkan laura mencintai suami adik nya sendiri, laura juga ternyata selama ini bekerja sebagai wanita murahan pak. Ibu malu pak, ibu malu " Ucap ibu wati sambil terisak.
Mama brian langsung memeluk besan nya dan mengusap punggung nya dengan lembut.
" Salah apa kita pak sampai anak kita bisa berbuat seperti itu " Ucap ibu wati semakin terisak.
" Sudah bu jangan di tangisi. Itu sudah pilihan laura kita tidak kurang - kurang menasehati nya. Dua anak yang lahir dari rahim yang sama bukan berarti dia juga harus mempunyai sifat yang sama, kita doa kan saja semoga dia cepat sadar dan tobat. " Ucap pak suryo bicara dengan sinar mata penuh kepasrahan dan kesedihan.
Hati orang tua mana yang tidak akan sedih mendengar jika anak kandung nya sendiri yang merencanakan penculikan nya. Bahkan anak yang selalu mereka sayangi rela melakukan pekerjaan yang memalukan.
" Tolong jangan kasih tahu arumi tentang penculikan ini nak, bapak tidak mau arumi kefikiran lalu stress. Bagaimana pun dia sedang hamil, bapak tidak mau ada masalah dengan kehamilan nya " Ucap pak suryo.
" Bapak dan ibu sekarang istirahat saja. Sementara waktu biar bapak dan ibu tinggal disini sampai keadaan di luar sana aman. Kami khawatir komplotan penculik itu akan mendatangi rumah bapak " Ucap tuan elexander akhirnya ikut bersuara.
" Terimakasih pak alex " Ucap pak suryo dan bu wati bersamaan.
******
Sementara itu di sebuah kamar hotel laura sudah terbangun, badan nya benar - benar remuk redam seperti habis di keroyok orang satu kampung. Laura duduk di atas kasur sambil memandangi tubuh nya yang polos tanpa busana. Bukan nya bersedih, justru dia tersenyum bangga dan bahagia, dia teringat pergulatan nya dengan brian beberapa jam yang lalu.
Laura memang ingat semua, tapi dalam ingatan nya adalah brian bukan orang lain.
" Hemmm... badan ku sakit semua. Brian memang luar biasa, dia bermain seperti tak kenal lelah. Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya brian alexander si pengusaha kaya raya. " Ucap laura tertawa bangga.
" Arumi akan aku tendang !! Hahaaa.... oh iya rekaman itu. " Seru laura langsung mengambil kamera kecil yang dia tempelkan di samping nakas.
Laura tersenyum sinis sambil memegang rekaman yang ada di dalam genggaman nya. Dengan rekaman itu dia akan membuat arumi membenci brian dan meninggalkan brian.
__ADS_1
" Dengan rekaman ini aku pastikan arumi akan meninggalkan brian. Adik ku itu pasti tidak akan mau dengan brian yang kembali tidur dengan ku, dengan rekaman ini aku akan pergunakan untuk menarik brian dalam pelukan ku. " Seru laura senang.
Dia tertawa sendiri di dalam kamar hotel , namum tawa nya berhenti saat tiba - tiba ponsel nya bergetar ada panggilan masuk dari anton.
[ Hallo sayang ]. Jawab laura dengan suara di buat semerdu mungkin.
[ Hai... wanita sialan !! Apa yang sudah kamu lakukan sampai gedung itu hancur. Sebenar nya siapa orang tua yang sudah kamu culik itu ? ] Teriak anton dari seberang sana.
[ Maksud kamu apa sayang ? Orang tua yang mana ?]
[ Sialan kamu laura !! Gara - gara kamu banyak anak buah ku yang mati dan gedung tua itu hancur lebur rata dengan tanah ]
[ Maksud kamu tempat penyekapan itu hancur dan anak buah mu pada mati ]
[ Iya !! Orang tua itu ada yang menolong dan mereka menghancurkan gedung ku. Beruntung ada 2 anak buah ku yang sempat keluar gedung itu sebelum gedung itu meledak. Sebenar nya siapa orang tua yang sudah kamu minta culik itu dan apa motif nya ?]
[ Nanti aku akan menceritakan saat kita ketemu saja sayang. Kamu kapan pulang ?]
[ Nanti malam temui aku di tempat biasa ]
Tut ..Tut..Tut....
Sambungan telepon langsung di matikan oleh anton tanpa menunggu jawaban dari laura. Laura langsung menghempaskan ponsel nya di atas kasur, belum juga rasa lelah nya hilang tapi nanti malam sudah harus menemui anton. Sudah pasti anton akan meminta laura untuk memuaskan nya semalaman.
" Padahal malam ini aku ingin istirahat, pergulatan ku dengan brian tadi sangat menguras tenaga ku. Aku benar - benar lelah. Tapi rasa lelah ku terbayar karena brian bermain sangat agresif, dia tidak membiarkan ku istirahat sedikit pun. " Seru laura sambil mengingat - ingat permainan nya tadi.
" Tapi siapa yang menyelamatkan ibu dan bapak ? Terus siapa juga yang meledakkan gedung ? Ahh...mungkin hanya kebetulan saja. Sekarang bapak dan ibu ada dimana ya ? Aku harap mereka jangan mati dulu,karena aku masih membutuhkan mereka untuk menekan arumi." Ucap laura sama sekali tidak perduli dengan keadaan kedua orang tua nya.
Akal sehat laura benar - benar sudah mati. Sifat iri dengki nya kepada arumi sudah menutup segala nya. Sampai rela menyakiti ke dua orang tua yang sangat menyayangi dan mengasihi nya.
" Kenapa sampai sekarang arumi belum juga membalas pesan ku! Apa dia juga sudah tidak perduli dengan bapak ibu. ? Itu tidak mungkin, anak manja itu sangat menyayangi bapak ibu. " Gumam laura lagi.
Laura harus bersiap, walaupun masih siang dia harus menyiapkan diri nya untuk menyambut anton. Laura memilih masuk kamar mandi dan berendam di bathup menggunakan air hangat agar tubuh nya rilek dan pegal - pegal nya cepat hilang.
*******
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.🙏❤
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤