
.
.
.
💞💞💞💞💞
Liburan kuliah sudah usai , hari ini arumi kembali masuk ke kampus. Sebelum nya dia sudah mintak izin terlebih dahulu kepada suami nya, Brian. Brian mengizinkan asal arumi tidak akan kabur. Arumi sangat senang akhirnyq brian mengizinkan nya ke luar dari apartement.
" Aku mengizinkan mu kuliah tapi aku tidak mengizinkan mu untuk pergi sesuka hati mu. Selesai kuliah segera pulang, jangan kelayapan tidak jelas. " Ucap brian memperingat kan arumi.
" Iya om. Tapi aku juga harus bekerja om " Jawab arumi.
Brian menghentikan sarapan nya lalu menatap tajam ke arah arumi. Arumi takut dan menundukan kepala nya.
" Apa kamu kira aku ini miskin ? sampai memberi mu uang saja aku tidak bisa. Aku tidak mengizinkan mu untuk bekerja " Ucap brian seperti tidak bisa di bantah lagi.
" Tapi om aku akan bosan berada di apartemen terus. Aku juga butuh kegiatan lain om, aku juga perlu mengirim uang untuk orang tua ku di kampung. Biar pun sedikit yang penting uang dari hasil keringat ku sendiri " Ucap arumi .
Brian terdiam dan memikirkan kata - kata arumi, di hidup nya yang sulit arumi masih mengirim uang untuk orang tua nya. Padahal di kota hanya bekerja part time namun sebagian gaji nya di kirimkan untuk orang tua nya.
" Biar aku yang menanggung hidup orang tua mu " Ucap brian.
" Tidak. Aku tidak mau orang tua ku menikmati uang mu, uang itu aku dapatkan dengan tidak baik. Biarkan aku yang mengurus orang tua ku " Ucap arumi menolak tawaran brian.
" Aku ini suami mu! " Ucap brian mulai menaikan nada suara nya.
" Om memang suami ku, tapi kita hanya menikah siri karena aku tidak mau berzina dengan mu. Pernikahan kita hanya untuk menghindari zina yang kita lakukan om. Aku tidak mencintai mu dan aku sangat membenci mu. Aku membenci mu Om !!" Ucap arumi dengan berani.
PLlaaKk
__ADS_1
Dengan amarah yang memuncak brian menampar arumi dan menyeret arumi masuk ke dalam kamar. Brian melampiaskan amarah dengan melakukan hubungan intim, dia melakukan dengan sangat kasar. Arumi terus berontak, tapi tenaga brian cukup kuat sehingga arumi pun hanya bisa pasrah dan menerima apa yang di lakukan brian.
Cukup lama brian melakukan nya , brian benar - benar seperti orang kesetanan. Tidak ada rasa kasihan sedikit pun untuk arumi. Arumi menangis merutuki nasib nya yang sangat malang, nasib yang hanya di jadikan pemuas ranjang Brian Alexander.
" Ini hukuman untuk mu karena kamu sudah membantah ucapan ku. Jika kamu mengulangi nya lagi aku pastikan kamu tidak akan bisa berjalan selama seminggu. Cepat bersihkan tubuh mu dan segera berangkat ke kampus " Ucap brian dengan tegas.
Pelan - pelan arumi turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Setelah sepuluh menit arumi sudah siap untuk berangkat ke kampus.
" Ini uang untuk ongkos mu ke kampus " Seru brian sambil menyerahkan uang 300 ribu kepada arumi.
Tidak mau membuat brian marah, arumi pun mengambil uang yang di berikan brian dan memasukan nya ke dalam tas nya. Brian pergi meninggalkan arumi yang masih diam mematung. Setelah brian pergi arumi keluar dari apartemen dan mencari ojek online untuk mengantar kan nya ke kampus.
********
" Arumi " Teriak mita dan dina bersamaan.
Mereka ber dua berlari menghampiri arumi yang baru saja datang dan baru sampai gerbang kampus. Mereka bertiga berpelukan dan saling melepas rasa rindu mereka.
" Kamu kemana saja rum ? Pulang kampung tidak mengabari kami. Oh iya kamu kapan pulang ? Kenapa kamu naik ojek online ? " Tanya mita beruntun sampai dina menarik telinga mita agar mulut nya bisa diam.
" Maaf ya mit, din. Waktu itu aku buru - buru sampai lupa untuk mengabari kalian. Yang penting sekarang aku sudah ada disini lagi dan kuliah bareng kalian semua " Ucap arumi dengan mengulas senyum.
" Iya rum. Tapi kok kamu kelihatan kurus sih rum dan ini kok seperti baru menangis, mata mu kelihatan sembab " Ucap dina sambil memegang pipi arumi.
" Iya rum, kamu habis menangis ya ?" Tanya mita ikut menbahi.
Arumi menggeleng sambil mengulas senyum yang dia paksakan agar ke dua sahabat nya tida curiga.
" Aku tidak menangis kok, mungkin karena aku kecapekan karena di kampung aku memang kurang istirahat. Jadi terlihat lesu begini, ya sudah yuk kita masuk kelas sebentar lagi dosen pasti masuk " Ucap arumi sambil menggandeng ke dua teman nya.
Arumi dan dua sahabat nya pun berjalan bersamaan menuju kelas nya. Sampai di kelas mereka duduk di bangku nya masing - mading.
__ADS_1
" Duch tiga serangkai sudah datang " Ucap sisil salah satu mahasiswa yang tidak suka dengan arumi.
" Ehh rum masih kuliah juga kamu ? aku kira kamu sudah berhenti, maklum kuliah pakai beasiswa doang sampai untuk buku materi saja tidak punya dan harus pinjam sama teman nya " Ucap sisil menghina arumi.
" Sisil markusil yang suka usil , bisa tidak sih kamu itu tidak mengurusi urusan orang lain. Memang nya arumi salah apa sih sama kamu ? Sampai sebenci itu kamu sama arumi " Seru mita dengan kesal.
Sisil memang tidak menyukai arumi biarpun orang miskin dan bahan belajar nya terbatas, Arumi adalah mahasiswa yang berprestasi dan di sukai oleh banyak teman, terutama temam lelaki. Banyak mahasiswa lelaki yang menyukai dan mengejar - ngejar arumi.
" Sudah mit biarkan saja " Seru arumi sambil memegang lengan mita.
" Dia itu tidak bisa di biar kan rum, biar dia tidak menindas mu terus. " Ucap mita tidak setuju dengan sikap arumi.
" Sudah tidak apa - apa. Nanti pasti dia dapat balasan juga. Tinggal tunggu tanggal main nya saja mit " Ucap arumi lagi.
Sisil tidak terima karena arumi dan mita membicarakan nya. Sisil menghampiri arumi dan mita.
" Kalian membicarakan ku ?" Tanya sisil sambil berkacak pinggang.
" Memang nya ada yang salah ?" Jawab mita juga dengam berani.
" Jelas salah dong karena kalian membicarakan ku , sama saja kalian mengganggu privasi ku. Bisa aku laporkan ke polisi atas perbuatan tidak menyenang kan " Ucap sisil.
" Silahkan laporkan saja. Kami tidak akan takut, justru kami yang akan melaporkan mu balik karena kamu selalu mengusik arumi. Padahal arumi tidak pernah jahat sama kamu " Seru mita tidak kalah berani .
Sisil semakin melotot dan menatap tajam mita dan arumi. Dia tidak menyangka mita bisa melawan kata - kata nya.
" Kamu berani dengan ku, lihat saja kamu bakalan menyesal. Kamu tahu ayah ku orang kaya dan ayah ku salah satu petinggi di kampus ini. Akan ku buat kalian menyesal karena sudah membuat aku marah " Ucap sisil lalu pergi dan kembali di tempat duduk nya lagi.
Dosen pun masuk sehingga mita dan arumi pun duduk kembali. Arumi merasa bersalah, karena membela dirinya mita berurusan dengan sisil. Sisil memang anak orang kaya dan ayah nya adalah Rektor di kampus tempat nya kuliah.
*******
__ADS_1
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤