Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Mengantar kuliah


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Hari ini arumi sudah mulai masuk kuliah kembali setelah libur selama dua minggu karena harus di rawat intensif di rumah sakit. Berhubung kampus memang punya keluarga alexander jadi mudah bagi brian untuk meminta libur untuk arumi.


" Mulai hari ini aku yang mengantar dan menjemput mu. Jangan pulang sebelum aku jemput. Aku tidak mau hal seperti kemarin terulang lagi, dan tidak ada bantahan. " Ucap brian masih dengan wajah kaku nya.


" Tidak perlu repot - repot aku bisa sendiri atau supir saja yang mengantar ku. Lagi pula kamu itu orang sibuk, aku tidak mau gara - gara mengantarku urusan mu terganggu dan kamu menyalahkan ku lagi. " Jawab arumi menolak semua ucapan brian.


" Sudah tidak perlu banyak berkomentar, cepat siap - siap. " Ucap brian mencoba mengendalikan emosi nya.


" Jangan berharap aku akan luluh dan memaafkan mu, rasa benci ku padamu sudah tetanam di diri ku. Sekarang aku bertahan hanya karena anak dalam kandungan ku ini, setelah anak ini lahir aku ingin kita berpisah " Seru arumi dengan berani.


Deg.


Brian langsung menatap tajam kearah arumi, ingin sekali dia menghajar arumi karena mulut lancang nya itu. Tetapi brian sekuat mungkin menahan emosi nya agar tidak menyakiti arumi kembali.


" Terserah kamu. Aku tunggu di parkiran " Seru brian meninggalkan arumi dan turun ke lantai bawah menuju parkiran.


* Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari kehidupan ku. Selama nya kamu akan menjadi milik ku, istri ku dan ibu dari anak - anak ku * Gumam brian.


Setelaj menunggu sepuluh menit arumi sudah masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan menuju kampus brian dan arumi hanya saling diam.


" Aku sudah mencoba baik dan memperlakukan mu dengan lembut, jadi kamu jangan membuat aku marah atau memancing emosi ku. Kamu tahu bagaimana aku. Jangan membuat diri mu sakit karena amarah ku, jadilah penurut aku pastikan kamu tidak akan aku sakiti lagi " Ucap brian yang akhirnya membuka suara.

__ADS_1


* Yang di katakan dia memang benar, selama dua minggu ini dia tidak pernah marah-marah dan menyakiti ku. Mungkin ada baik nya aku memang menuruti ucapan nya ini demi anak ini* Gumam arumi dalam hati nya.


" Iya " Jawab singkat arumi.


Mobil brian sampai di depan gedung kampus, kali ini brian tidak hanya mengantar sampai halaman gedung kampus tapi juga turun membuka kan pintu mobil untuk arumi. Sehingga banyak pasang mata yang menatap brian penuh kagum.


* Kenapa dia mengantar sampai halaman, dan ini kenapa juga dia sok baik dengan membukakan pintu. Biasa nya juga kalau mengantar cuma sampai depan gerbang kampus * Gumam arumi heran dengan perubahan brian.


Sisil dan teman - teman nya memandang kagum brianz namun saat melihat arumi yang turun dari mobil mewah brian dia langsung tersenyum sinis.


" Ternyata si j@l@n9 yang keluar dari mobil, tapi kenapa dia bisa sama cowok tajir itu. Apa dia si om - om yang memakai jasa arumi. " Seru sisil .


Banyak orang yang memang tidak mengenali siapa brian, karena brian memang paling anti dengan wartawan sehingga setiap kali ada acara dan pertemuan dia meminta wartawan untuk tidak mengambil gambar nya. Dan siapa pun yang tidak mengikuti kata brian sudah dapat di pastikan dia akan hancur.


" Nanti kamu selesai kuliah jam berapa ?" Tanya brian.


" Aku selesai jam 2 siang " Jawab arumi lalu ingin segera masuk ke dalam gedung kampus namun brian mencegah nya.


" Om malu " Bisik arumi.


" Tidak apa - apa kita suami istri. Siapa yang memarahi nya aku pastikan akan aku keluarkan dari kampus ini. " Seru brian.


Arumi terlihat sangat malu karena ulah brian, walaupun dia suami nya saat ini mereka ada di lingkungan kampus dan menjadi tontonan para mahasiswa. Pasti akan ada yang berfikir negatif kepada arumi.


" Sudah saya mau masuk kelas " Seru arumi lalu berjalan masuk ke dalam gedung kampus.


Brian pun langsung meninggalkan kampus dan melajukan mobil nya menuju perusahaan.


" Duhhh yang habis mesra - mesraan dengan om - om. Kelihatan nya seneng banget sih, sampai dua minggu tidak masuk kampus pasti dia sibuk melayani om nya tuh " Seru sisil saat sudah berada di depan kelas arumi.

__ADS_1


" Bener banget tuh sil,lihat tuh muka arumi sedikit berbeda. Pasti karena dia terlalu banyak di bor oleh om itu, kelelahan dech. " Seru teman sisil lalu tertawa.


Di wajah arumi memang samar - samar masih terlihat bekas luka cambukan. Sampai sekarang arumi masih menjalani perawatan kulit dengan dokter spesialis yang sudah di rekomendasikan oleh bagas.


" Bisa tidak sih sehari saja kalian tidak mengganggu ku . Berapa kali aku bilang jika pria itu bukan om simpanan , tetapi dia lah suami ku " Seru arumi kesal.


" Tidak perlu berbohong dong Rum, akui saja jika dia memang om - om yang sudah menjadikan mu simpanan. Pintar juga kamu cari mangsa. Tapi cara mu ini sungguh sangat menjijikan." Ucap sisil tersenyum sinis.


Brakkk....


Tiba - tiba saja ada yang menggebrak pintu kelas, siapa lagi kalau bukan dua teman arumi yang memang sedari tadi sudah ada di dalam kelas, sedari tadi mita dan dina melihat keributan dari dalam kelas.


" Punya mulut itu di jaga, jangan bisa nya menghina orang. Kamu menghina arumi belum tentu kamublebih baik dari arumi. Kamu itu cuma berani nya berlindung di bawah ketiak ayah mu saja, coba saja kalau ayah mu bukan dekan disini sudah pasti kamu tidak akan berani menghina kami " Seru mita dengan kesal.


" Jangan sampai kamu menyesal sudah mengganggu arumi, bukan hanya kamu yang dengan mudah bisa di tendang dari kampua ini. Tetapi ayah mu yang dekan itu bisa juga di tendang daei kampus. Jangan macam - macam kamu dengan arumi,kamu belum tahu siapa suami arumi. " Ucap dina ikut membela arumi.


" Heleh.... suami cuma punya harta dikit saja bangga. Apa jabatan dia sampai sok berkuasa menendang ayah ku dari kampus. Cuma jadi istri simpanan saja bangga. " Seru sisil tidak mau kalah terus memojokan arumi.


Arumi dan ke dua teman nya saling beradu pandang, arumi menggelengkan kepala nya. Dia tahu maksud teman nya, arumi tidak mau orang atau teman nya menghormati nya dan baik dengan nya hanya karena status sosial dia sebagai istri Brian Alexander.


" Terserah kamu saja sil. " Seru arumi tidak banyak bicara lagi.


Perdebatan mereka berhenti karena sang dosen datang, semua nya langsung berhamburan masuk menuju kursi nya masing - masing.


* Lihat saja aku akan menghancurkan kebahagiaan mu rum. Aku akui om mu tadi memang tampan , bahkan baru kali ini aku melihat lelaki setampan dan sekeren pria tadi. Aku tidak rela kamu bahagia dengan pria tadi,bila perlu aku akan merebut nya * Gumam sisil dalam hati nya.


*******


SISIL JANGAN CARI MASALAH DENGAN ARUMI, KAMU PASTI AKAN MENYESAL.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA JUGA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2