
.
.
.
ππππππ
Brian kembali ke rumah utama nya , menemui mertua dan orang tua nya. Kedua orang tua arumi masih ada di rumah utama untuk sementara waktu. Orang tua arumi sudah mengetahui jika laura menculik arumi dan mencoba mencelakai arumi.
" Laura memang dari dulu tidak pernah menyayangi arumi, berapa kali saja dia mencoba mencelakai arumi. Bahkan dia pernah mendorong arumi di tengah jalan saat ada mobil melintas, beruntung mobil bisa menghindar. " Ucap pak suryo mengenang masa lalu anak - anak nya.
" Arumi dari dulu selalu mengalah kepada laura, namun laura tetap merasa kami ini tidak adil. " Tambah pak suryo lagi.
Semua menyimak cerita pak suryo tak terkecuali ibu wati istri pak suryo sendiri.
" Jadi laura itu dari dulu memang tidak menyukai arumi ?" Tanya mama brian.
" Iya bu " Jawab singkat ibu wati.
" Saat ini laura sudah menerima hukuman nya pak buk, brian sudah memberikan hukuman yang setimpal. Mungkin hukuman itu tidak sebanding dengan kejahatan nya, bukan saya tidak menghargai bapak dan ibuk. Saya tidak mau jika laura di biarkan dia akan semakin merajalela, dia pasti akan mencoba menyakiti arumi dan anak kami. Tidak menutup kemungkinan dia juga akan menyakiti bapak dan ibu seperti yang sudah - sudah " Ucap brian tegas.
Sebagai orang tua mereka pasti sangat menyayangi anak - anak nya, dan ingin yang terbaik untuk anak- anak nya. Begitu hal nya dengan pak suryo dan ibu siti ingin yang terbaik untuk laura , menginginkan laura berubah dan beralih ke jalan yang baik.
" Laura sudah saya asingkan di tempat terpencil, disana dia bisa merenungkan kesalahan - kesalahan nya. Brian janji jika laura sudah berubah akan membawa laura kembali lagi kepada bapak dan ibu. " Ucap brian.
" Apa anak itu bisa berubah ? Kami seperti tidak yakin dia bisa berubah untuk lebih baik lagi. Sebenar nya kami sudah tahu pekerjaan laura, bahkan orang - orang di desa sering membicarakan nya tapi kami hanya pura - pura tidak tahu. Kami seolah gagal mendidik laura, kami tidak tahu lagi harus bagaimana. Semoga setelah ini dia bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. " Ucap ibu wati dengan mata berkaca - kaca.
Ke dua orang tua brian hanya diam, menyimak dan mendengarkan semua cerita dari ke dua besan nya.
" Jadi bapak suryo dan ibu wati tidak marah dengan apa yang di lakukan brian kepada laura ?" Tanya mama brian.
" Kami tidak marah bu. Mungkin ini yang terbaik untuk laura. Sebagai orang tua pasti kami ingin yang terbaik untuk laura, bukan kami tidak menyayangi laura. Kami sangat menyayangi laura sama seperti sayang kami kepada arumi. Kami hanya berharap setelah ini laura bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. " Jawab ibu siti.
Brian hanya mengatakan jika laura di beri hukuman dengan di asingkan ke daerah pulau terpencil. Dia tidak memberitahu jika dia memberikan hukuman yang lebih menyakiti jiwa laura.
" Apa kami boleh bertemu arumi nak ?" Tanya ibu wati.
" Iya buk. Sekarang juga akan brian antar ke rumah sakit " Ucap brian.
Kedua orang tua brian dan kedua mertua brian pun langsung menuju ke rumah sakit untuk menjenguk arumi. Di rumah sakit masih ada dua teman arumi yang menemani arumi, mereka masih setia menghibur arumi agar arumi tidak bersedih.
*******
__ADS_1
" Ya Allah nak kenapa wajah mu jadi seperti ini. " Ucap ibu wati saat mengetahui wajah arumi yang memar - memar.
Arumi mencoba tetap tersenyum dia menyembunyikan rasa sakit dan sedih nya. Tidak mau membuat kedua orang tua nya bersedih.
" Iya buk, arumi tidak apa - apa. Arumi baik - baik saja, bapak sama ibu baik kan ? kak laura tidak menyakiti ibu dan bapak.? " Seru arumi.
" Apa ini perbuatan kakak mu, Laura ?" Tanya pak suryo.
" Sudah tidak apa - apa pak buk, arumi sudah memaafkan kak laura" Jawab arumi.
Ibu wati memeluk arumi, hati arumi memang pemaaf dari dulu banyak mengalah. Melihat kondisi wajah arumi yang memar - memar seperti itu membuat hati ibu wati sakit dan kasihan dengan nasib arumi. Dari dulu laura selalu menginginkan apa yang di miliki arumi , sampai sekarang pun laura masih mengusik kebahagiaan adik nya dengan menginginkan suami adik nya.
" Sayang harus banyak istirahat, dan ingat harus banyak makan untuk dede bayi yang ada disini. " Seru mama brian mengusap lembut perut arumi yang masih rata.
" Tenang nyonya, tadi arumi sudah menghabiskan banyak makanan. Kami menjaga arumi dengan baik. Pokok nya kalau arumi sama kami sudah pasti kenyang, kami paksa dia untuk makan " Ucap mita.
" Ohh kalian berdua pasti teman arumi ya ? terimakasih ya sudah menemani menantu saya. Siapa nama kalian ?" Tanya mama brian.
" Saya mita dan ini dina Nyonya " Seru mita memperkenalkan dirinya dan dina.
" Jangan panggil nyonya dong." Ucap mama brian.
" Iya tante " Jawab mita dan dina bersamaan.
Brian mengantar mertua nya pulang, namun kali ini tidak pulang ke rumah utama. Tapi ke rumah yang pertama kali pernah orang tua arumi tempati. Rumah minimalis dan terlihat sangat sejuk dan asri. Sudah pernah author bahas di awal ya.
" Mertua kamu baik banget ya rum, tapi tuan alexander tidak banyak bicara. Seperti suami mu itu, orang nya datar banget " Ucap mita.
" Iya memang begitulah keluarga suami ku. Oh iya apa kalian tidak capek seharian menemaniku di sini ? dari pagi loh kalian disini ?" Tanya arumi.
" Capek apaan sih rum, kita loh dari tadi cuma duduk sambil menemani mu mengobrol. Kecuali kalau suami itu menyuruh kamu nyapu, ngepel iya kami capek " Ucap dina sambil terkekeh.
" Eehh rum.. tuan brian itu punya teman yang masih jomblo tidak sih ? kalau ada mau dong kenalin sama kita. Kita juga pengen punya suami loh rum, bosan jadi jomblo terus " Ucap mita.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mendengarkan dan memperhatikan obrolan mereka dari celah pintu yang terbuka. Siapa lagi kalau bukan dokter bagas, dokter keluarga alexander.
Ehhemm...
Bagas berdehem sambil membuka daun pintu dan masuk ke dalam ruang perawatan arumi.
" Dokter bagas " Seru mita dan dina bersamaan.
" Apa saya boleh memeriksa pasien ?" Tanya dokter bagas seraya tersenyum manis.
__ADS_1
Ini pertemuan kedua mita dan dina dengan dokter bagas, pertemuan pertama mereka juga di rumah sakit saat arumi masuk rumah sakit.
" Oh iya silahkan dokter bagas " Ucap dina tersenyum.
Mita melihat gelagat aneh dari dina, sepertinya mita mencium bau - bau orang yang sedang jatuh cinta.
" Dokter bagas ganteng ya " Bisik mita di telinga dina.
" Iya ganteng banget " Jawab dina.
" Kamu mau jadi pacar nya ?" Bisik mita lagi.
" Mau banget " Jawab dina spontan.
Mita hanya terkekeh mendengar jawaban dina. Sedangkan dina langsung membungkam mulut nya sendiri, dia baru menyadari ucapan nya.
" Kalau butuh apa - apa panggil saja dua pengawal mu di luar. Atau bisa panggil suster." Ucap bagas sambil memeriksa arumi.
" Mereka sudah ada disini ?" Tanya arumi.
" Sudah dari tadi rum" Jawab bagas.
" Kenapa mereka tidak masuk dan gabung sama kita disini. " Tanya arumi lagi.
" Mana aku tahu. Mungkin perintah suami mu itu " Jawab bagas lagi.
" Oh iya apa memar - memar ini masih sakit ? Aku sudah memberikan obat yang paling bagus untuk mu. Tiga hari lagi pasti memar nya akan hilang. " Seru bagas.
" Masih sakit ' Jawab arumi singkat.
Bagas melirik dina yang berdiri di samping mita. Arumi sedari tadi memperhatikan dokter bagas yang terus - terusan mencuri pandang kepada teman nya, Dina. Sepertinya dokter bagas naksir dina nih.
Sementara itu di pulau yang terpencil, laura merutuki kebodohan nya sendiri. Jika dia dari awal tahu siapa brian yang sesungguh nya mungkin saja dia tidak akan melakukan hal yang bodoh seperti ini.
" Bodoh !! Kenapa aku tidak mencari tahu siapa brian yang sesungguh nya " Seru laura.
" Tempat ini benar - benar terkutuk. Daripada tinggal di tempat ini aku lebih memilih melayani para hidung belang di ranjang. " Ucap laura.
Di pulau memang laura tidak bisa kemana - mana, ponsel pun tidak ada. Baru sehari berada di pulai laura sudah tidak betah.
******
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK.
__ADS_1
MAAF YA KAK, BARU BISA UP. VERTIGO MELANDA, JADI UP NYA TELATππ
TERIMAKASIH ππβ€β€