Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Masih buket bunga


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Diam - diam andra terus mengintai arumi , dia terus mengirimkan bunga mawar putih untuk arumi ke rumah arumi. Arumi sampai sekarang pun belum tahu siapa yang mengirimi dia bunga mawar segar setiap hari. Bunga itu dikirim saat suami nya sudah berangkat ke kantor, sehingga arumi mengira jika suami nya lah yang mengirimi bunga itu.


" Bunga lagi Pak ?" Seru arumi saat melihat pak satpam penjaga pintu gerbang masuk membawa buket bunga mawar putih.


" Iya Non , seperti biasa tanpa nama " Ucap satpam itu.


" Apa mungkin suami ku ya pak ? Karena bunga ini datang setiap kali suami ku sudah berangkat ke kantor. Ini sudah yang ke 14 buket aku terima pak. Dulu saat aku masih di kampus bunga - bunga ini di kirim ke kampus. Tapi semenjak aku cuti kuliah bunga ini di kirim ke rumah " Ucap arumi.


Arumi dan brian memang sudah pindah ke rumah baru nya, tadi nya mau pindah saat sudah melahirkan tapi semua nya berubah karena arumi meminta pindah lebih cepat.


" Mungkin saja Tuan ya Non.. Bapak balik ke pos lagi ya Non. " Ucap pak satpam.


" Iya pak terimakasih " Jawab arumi ramah.


Semua anak buah brian yang bekerja di rumah brian, baik pelayan, tukang kebun ataupun penjaga keamanan sangat senang mempunyai majikan seperti arumi. Arumi baik, ramah dan sopan dan tidak pernah berbuat semena - mena kepada mereka.


" Sayang.... " Seru mama asti dari arah pintu depan.


" Mama, datang kok tidak kasih kabar sih ?" Tanya delia berjalan menghampiri mama mertua nya.


Arumi dan mama asti saling berpelukan dan cium pipi kanan , cium pipi kiri kebiasaan perempuan jika saling bertemu.


" Kejutan dong, masak mama datang harus kasih kabar dulu. Kalau kasih kabar berarti tidak jadi kejutan. " Seru mama asti.


" Duduk di sana yuk ma " Ucap arumi sambil menunjuk ke arah sofa di ruang keluarga.


" Ok sayang. Duch cucu oma pasti sehat - sehat kan di dalam sini.. cepat launching ya sayang agar bisa main sama oma. Nanti kita jalan - jalan ke luar negeri sama oma dan opa. Biar mama sama papa mu di rumah mencetak dedek lagi" Ucapan absurd dari mama asti yang berhasil membuat arumi tersipu malu.


Kini mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga, mama asti melirik ke atas meja dimana ada buket bunga mawar putih segar tergeletak di atas meja.

__ADS_1


" Bunga dari siapa ?" Tanya mama asti heran.


" Tidak tahu ma, tidak ada nama pengirim nya. Mungkin saja dari suami arumi, karena bunga itu datang setelah suami ku berangkat ke kantor. Setiap hari seperti itu ma, mungkin suami arumi tahu karena arumi suntuk di rumah jadi dia memberi semangat lewat mawar putih itu. Apalagi arumi memang sudah cuti kuliah . " Seru arumi menjelaskan.


" Oh begitu... bisa jadi sih " Jawab mama asti tidak yakin.


Mama asti tahu pasti bukan brian yang mengirimi bunga - bunga itu. Pasti ada orang lain yang suka dengan arumi bahkan mengincar arumi. Mama asti akan menyelidiki semua ini tapi sebelum nya dia akan membicarakan dulu kepada brian.


" Sayang kapan kira - kira kamu melahirkan ? Mama ungun cepat - cepat melihat dan menggendong nya." Tanya mama asti mengalihkan pembicaraan.


" Sekitar 20 hari lagi ma. Aku juga sudah tidak sabar untuk melihat nya lahir ma " Ucap arumi sambil mengusap perut nya yang membesar.


Mama asti ikut mengusap perut arumi dan merasakan gerakan dari sang bayi. Bayi dalam perut arumi menendang - nendang, membuat arumi dan mama asti tertawa senang.


********


Laura menyambut kedatangan andra di apartemen nya, andra memang akan pulang ke apartemen yang di tempati oleh laura. Dia sudah jarang pulang ke rumah karin lagi. Jangan heran lagi dengan andra, belum juga menikah tapi sudah menanggung biaya hidup dua perempuan.


" Kamu kenapa cemberut begitu ?" Tanya andra sambil mrncubit hidung laura.


" Aku kesal karena saat di mall tadi aku bertemu dengan wanita gila " Ucap laura.


" Maksud ku bukan wanita gila beneran tapi wanita gila yang sombong dan angkuh. Tadi aku tidak sengaja menabrak nya tapi dia malah marah - marah dan mendorong ku. Terus dia ngatain kalau aku ini kucel dan kampungan ? Memang benar ya wajah ku ini kucel ?" Tanya laura sambil mengerucutkan bibir nya.


Brakkkk....


Andra menggebrak meja cukup kuat sampai laura pun kaget. Andra tidak terima jika wanita nya di hina oleh orang lain.


" Siapa wanita yang menghina mu biar aku robek mulut nya " Ucap andra.


" Aku tidak mengenal nya sayang. Nanti kalau kapan - kapan ketemu wanita itu akan aku foto dan aku tunjukan kepada mu. " Seru laura sambil merebahkan kepala nya di bahu andra.


" Ok sayang . Hemm... aku mandi dulu ya. " Seru andra bangkit dari duduk nya dan berjalan masuk ke kamar.


Laura memandang tubuh andra yang berjalan menjauh dan hilang tak terlihat lagi karena sudah masuk ke dalam kamar.


* Huhhh.... ternyata setelah lepas dari ziko aku bisa hidup mewah seperti ini. Aku bisa tinggal di apartemen mewah, aku bisa ongkang - ongkang kaki dan uang mengalir begitu saja. Tapi kenapa saat bersama andra aku masih saja teringat dengan ziko ? apa benar aku jatuh cinta dengan ziko ? * Gumam laura dalam hati nya.

__ADS_1


Semenjak berpisah dari ziko dan menjalin hubungan dengan andra, kehidupan laura memang berubah. Semua fasilitas di berikan oleh andra, tapi hati laura tidak tenang karena dia terus ingat dengan ziko. Laura tahu jika andra tidak lah mencintai nya, mereka hanya menjalin hubungan sama - sama membutuhkan saja. Andra butuh tubuh laura dan laura butuh uang andra, ada lagi misi yang mereka rencanakan yaitu menghancurkan brian. Andra ingin memiliki arumi, tapi laura tidak ingin lagi memiliki brian. Justru dia ingin membalas dendam karena brian pernah menyuruh anak buah nya menggilir laura tanpa ampun.


" Arumi dan brian tidak boleh bahagia di atas penderitaan ku. Andra memang menginginkan arumi, sebelum andra mendapatkan arumi aku akan lebih dulu menghancurkan arumi. Saat ini sementara aku ikuti saja apa kata andra, karena hanya dia yang bisa menolong ku menghancurkan brian. Dan hanya dia yang bisa menanggung hidup ku tanpa aku bersusah - susah bekerja " Gumam laura pelan.


Laura menyusul andra ke kamar, saat sampai kamar ternyata andra belum selesai mandi. Laura membuka lemari dan mengambil pakaian ganti untuk andra. Saat ini lebih baik berpura - pura baik dan sayang kepada andra.


Ceklekk...


Pintu kamar mandi terbuka , dan andra keluar hanya dengan mengenakan handuk di pinggang nya. Laura terpesona dengan tubuh atletis yang dimiliki andra, walaupun sudah sering melihat tubuh itu tapi saat baru selesai mandi begini membuat andra lebih menantang lagi.


" Emm... sayang " Seru laura menghampiri andra dan memeluk nya dari belakang.


" Kenapa ? kamu menginginkan nya ?" Tanya andra dengan senyum bangga.


" Iya sayang aku menginginkan mu " Jawab laura tanpa malu.


" Tapi aku sudah mandi sayang " Seru andra menggoda laura dan pura - pura menolak dengan lembut.


Laura tidak kehabisan akal, dia pun langsung melepas semua pakaian yang melekat di tubuh nya. Andra tersenyum senang melihat tingkah agresif laura, tanpa menunggu lama laura pun menarik handuk yang melilit pinggang andra. Dengan cepat laura mendorong tubuh andra ke atas kasur dan laura dengan cepat naik ke atas tubuh andra.


" Sayang apa kamu sangat menginginkan nya ?" Tanya andra.


" Iya sayang " Jawab laura dengan suara serak karena menahan hasrat nya.


" Lakukanlah sayang dan malam ini aku cukup menikmati nya saja. " Ucap andra.


Tanpa menunggu lama laura pun melancarkan aksi nya , dia meliuk - liuk dengan agresif nya di atas tubuh andra. Tanpa henti dan tanpa malu laura terus melakukan aksi nya sampai dia benar - benar puas dan kelelahan.


" Terimakasih sayang " Seru laura sebelum memejam kan mata nya.


Karena kelelahan laura pun tertidur di samping andra, begitupun dengan andra. Sepasang pasangan zina itu tertidur karena sama - sama kelelahan setelah bermain cukup lama.


*******


AKHIRNYA BISA UP DUA BAB ❤❤❤


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤


__ADS_2