
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Sepertinya laura mengikuti saran dari ziko untuk menemui orang tua nya. Dengan bantuan ziko akhir nya laura sampai di kampung halaman nya.
" Laura ?" Seru ibu wati saat mendapati laura berdiri di depan pintu rumah nya.
Laura langsung memeluk ibu nya dan menagis, dia meminta maaf dengan tangis yang terisak. Ibu wati terdiam sesaat , namun dia pun mulai membalas pelukan laura dengan hangat. Tidak dapat di pungkiri ibu wati juga sangat merindukan anak nya.
" Bu, maafkan laura " Seru laura sambil terisak.
" Kita bicara di dalam ya nak, jangan di depan pintu seperti ini. Ayok masuk " Ajak ibu wati sambil memeluk laura.
" Iya buk. " Jawab laura.
Kini laura sudah duduk di kursi ruang tamu, rumah nya benar - benar berubah 180 derajat. Rumah yang dulu hanya berdinding bata setengah nya papan kini sudah berdiri kokoh dan terlihat paling mewah di antara rumah warga yang lain nya.
" Rumah kita jadi bagus bu. Pasti suami arumi yang merenovasi nya ?" Seru laura langsung menebak brian yang merenovasi.
" Iya semua ini berkat nak brian. Bahkan jalanan kampung itu pun dia yang membangun nya, kalau menunggu pemerintah belum tahu kapan jalan itu akan di perbaiki. " Seru ibu wati sambil terkekeh.
" Bapak mana bu ? Apa bapak mau memaafkan laura ya bu? Laura menyesal bu, laura tobat. Laura ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi bu. Tolong maafkan dan ampuni lauta bu ." Seru laura yang kembali terisak.
" Bapak ada di ladang, hari ini mulai tanam jagung lagi. Bapak dan ibu sudah memaafkan mu nak, jauh sebelum kamu minta maaf kami sudah memaafkan mu. Sebagai orang tua kami hanya ingin melihat anak - anak kami hidup rukun dan bahagia " Ucap ibu wati tulus dari dalam hati nya.
" Terimakasih bu." Seru laura sambil menggenggam tangan ibu wati dan menciumi nya.
" Sama - sama nak " Jawab ibu wati sambil mengusap pucuk kepala laura.
Laura pun memandang sekeliling rumah nya, sudah ada tv layar datar yang besar bahkan kursi - kursi pun baru dan hiasan - hiasan dinding yang bagus.
__ADS_1
" Kenapa bapak masih di ladang bu? Bukan nya suami arumi kaya dan banyak uang, pasti dia mengirim uang bulanan untuk ibu kan bu. Jadi untuk apa ibu sama bapak capek - capek kerja di ladang. " Ucap laura.
" Bapak sama ibu tidak mau bergantung dengan suami arumi nak " Jawab singkat ibu siti membuat laura mengulas senyum tipis.
" Bu , aku lapar. Aku kangen masakan ibu " Ucap laura sambil mengusap perut nya yang memang sudah terasa lapar.
" Sebentar ya ibu buatkan kamu makanan, ibu tadi belum selesai masak. " Ucap ibu wati.
" Iya buk tidak apa - apa. Kalau begitu laura tunggu di kamar saja ya bu, laura mau membereskan barang - barang laura. Karena laura akan tinggal sementara waktu di rumah ini " Seru laura membuat ibu wati senang dan bahagia.
Ibu wati kembali ke dapur dengan senyum bahagia , dia tidak menyangka laura akan berubah secepat ini. Berasa seperti dalam alam mimpi. Laura masuk ke dalam kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk.
" Enak juga ya punya menantu orang kaya, rumah di bagusin isi rumah juga semua serba barang mahal dan bagus. Seandainya brian itu jadi suami ku lengkap sudah kebahagiaan ku. " Seru laura sambil menatap langit - langit kamar nya.
********
Penandatanganan kontrak kerja sama antara perusahaan brian dan andra sudah selesai. Kini kedua perusahaan itu sudah resmi menjalin kerja sama yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
" Bagaimana sayang apa kontrak kerja sama itu sudah kalian tanda tangani? " Tanya karin kepada andra.
Haaaa Haaaa Haaaa.
Andra tertawa dengan lantang. Belum apa - apa dia sudah bahagia dan menertawakan brian. Dia belum tahu jika brian jauh lebih licik dari diri nya.
" Kamu memang luar biasa , dengan begini aku juga bisa menghancurkan wanita sialan itu. " Seru karin penuh percaya diri.
" Iya sayang .. setelah ini kita akan tetawa bahagia di atas kehancuran brian. Aku sudah tidak sabar menunggu kehancuran nya. Lihat saja brian aku pasti akan membuat kamu menyesal, nyawa di bayar nyawa. " Ucap andra lagi.
Karin pun langsung menuangkan wine ke dalam gelas yang sudah dia sediakan dan memberikan minuman itu kepada andra. Andra menerima nya dengan senyum bahagia.
" Kamu memang paling tahu apa yang aku inginkan sayang " Seru andra berbisik di telinga karin.
" Iya dong sayang, aku memang wanita paling pengertian. Sayang, apakah aku punya kabar bahagia untuk mu. " Ucap karin sambil mengalungkan ke dua tangan nya di leher andra.
Setelah gelas minuman itu kosong andra langsung meletakkan nya di atas meja kerja nya. Kedua tangan andra kini sudah memeluk pinggang karin dengan erat dan nafas yang memburu . Karin tahu saat ini andra menginginkan tubuh nya.
__ADS_1
" Berita apa sayang ?" Tanya andra berbisik di telinga karin dengan mesra.
" Eeemmm.... aku hamil sayang " Jawab karin akhir nya memberitahu tentang kehamilan nya kepada andra.
Deg.
Hamil ?
Andra langsung melepaskan pelukan nya, dia sedikit mendorong tubuh karin menjauh dari nya. Dia benar - benar terkejut saat karin mengatakan jika dirinya hamil. Dia belum siap untuk menjadi seorang ayah, bahkan dia tidak ada keinginan untuk menikahi karin. Apa yang selama ini sudah dia lakukan kepada karin bukan karena cinta , tapi karena kebutuhan. Timbal balik yang sama - sama menguntungkan. Andra mendapat kenikmatan dari tubuh karin, sedangkan karin mendapat kemewahan dari andra.
" Sayang kenapa kamu mendorong ku? Apa kamu tidak suka mendengar kabar kehamilan ku ? Dia ini anak mu sayang, darah daging mu" Seru karin kembali mendekati andra.
" Apa yang kamu katakan ? Bagaimana bisa anak itu anak ku, sedangkan yang aku tahu kamu itu wanita yang mau tidur dengan siapa saja ? " Ucap andra membuat karin menggelengkan kepala nya.
Karin sangat yakin jika anak yang dia kandung adalah anak andra. Selama sebulan ini karin hanya bermain dengan andra.
" Sayang ini anak mu, selama aku mengenal mu aku tidak pernah lagi bermain dengan pria lain. Hanya dengan mu saja aku bermain, usia kandungan ku pun baru tiga minggu jadi ini anak mu sayang. " Seru karin menyakinkan karin.
* Sial !! Kenapa wanita ini bisa hamil, pokok nya aku tidak mau menikahi nya. Menikah hanya akan membuat hidup ku susah, berurusan dengan wanita itu sangat rumit* Gumam andra dalam hati nya.
" Kalau pun anak itu adalah anak ku, tetap saja aku tidak mau menikahi mu. Aku tidak mau terikat dalam pernikahan." Jawab andra.
" Kamu tidak menikahi ku pun aku tidak masalah sayang. Yang penting kamu mengakui anak ini dan tetap bersama ku. Aku masih karin yang dulu sayang, karin yang kapan pun siap menjadi teman ranjang mu. Yang penting kamu menjamin kehidupan ku. Bagaimana sayang ? Apa kamu mau membuang ku begitu saja ?" Tanya karin dengan memasang wajah sedih nya.
" Baiklah..Kalau seperti itu tidak masalah, kamu tetap karin ku si wanita ku. Apa pun yang kamu minta pasti akan aku berikan, asal kamu bisa menjadi wanita yang penurut. Sekarang apakah kita bisa bermain sayang ? Aku sangat menginginkan nya sekarang " Ucap andra sambil menarik laura dalam pelukan nya.
" Aku mikik mu sayang " Jawab karin.
Andra langsung menyergap tubuh karin, dan membawa karin masuk ke dalam kamar pribadi nya yang ada di dalam ruangan nya. Andra benar - benar seperti orang yang kelaparan, dia melakukan nya sedikit kasar membuat karin kurang nyaman. Namun karin mencoba mengambil alih permainan sehingga permainan berjalan dengan baik.
*********
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1