
.
.
.
💞💞💞💞💞
Arumi masih bingung untuk syarat yang di ajukan oleh brian. Dia tidak mau membuat orang tua nya kecewa, selama ini orang tua arumi sudah bersedih karena memikirkan kakak arumi yang entah pergi kemana. Sudah 3 tahun kakak nya pergi dari kampung dan tidak ada kabar.
" Pak, buk... maaf kan arumi. Arumi terpaksa memilih salah satu pilihan ini. Arumi tidak mau membuat bapak dan ibu bersedih, biarlah arumi sedikit berkorban untuk kebahagiaan bapak dan ibuk" Ucap delia.
Delia memutuskan untuk memilih menjadi teman ranjang brian. Pilihan nya memang sangat sulit tapi demi orang tua nya apa pun akan arumi lakukan.
Brian datang kembali ke dalam ruang perawatan arumi dan menghampiri arumi. Di ikuti satu perawat di belakang brian.
" Cepat lepas selang infus nya " Perintah brian dingin kepada perawat.
" Baik tuan " Ucap perawat patuh.
Perawat itu langsung melaksanakan tugas nya, dia melepas selang infus dengan hati - hati agar pasien nya tidak kesakitan. Setelah selang infus terlepas perawat pergi keluar ruangan.
" Kita pulang " Seru brian masih terlihat dingin.
" Pulang ? Pulang kemana ?" Tanya arumi bingung.
" Tidak perlu banyak tanya, mau di paksa atau mau dengan baik - baik. Cepat sebelum kesabaran ku habis Arumi !!" Bentak brian lantang.
Arumi pun langsung turun dari ranjang dan langsung mengikuti langkah kaki brian keluar dari ruang rawat nya. Arumi dan brian sudah ada di parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil, brian melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh. Jalanan memang lenggang karena malam sudah begitu larut.
" Masuk dan istirahatlah, malam ini aku tidak akan meminta mu untuk melayani ku. Badan ku sudah capek dan jangan buat aku marah. Cepat kau istirahat !!" Ucap brian.
" Ini sudah hampir jam 4 pagi, aku tidak bisa tidur " Ucap arumi takut - takut.
" Terserah lakukan apa saja yang membuat mu senang. Tapi ingat jangan buat kekacauan, apalagi mengganggu istirahat ku. Dan jangan coba - coba kabur dari sini " Ucap brian penuh ancaman.
Arumi mengangguk patuh. Brian masuk ke kamar nya dan meninggalkan arumi yang masih berdiri di depan pintu kamar nya.
******
Saat sarapan pagi hari arumi memberi jawaban atas permintaan brian. Dan akhirnya arumi pun menyanggupi menjadi teman ranjang brian.
" Jadi kamu setuju menjadi teman ranjang ku ,?" Tanya brian.
__ADS_1
Arumi mengngguk kan kepala nya. Dia menunduk tidak berani menatap wajah brian.
" Iya tapi dengan satu syarat Om. " Ucap arumi masih takut - takut.
Brian mengernyitkan kening nya, karena hanya arumi wanita yang berani dengan nya. Bahkan mengajukan syarat, padahal jika wanita lain sudah pasti dia akan menerima dengan senang hati dan pasti mereka akan berlomba - lomba untuk menjadi wanita brian.
" Syarat apa ?" Tanya brian.
" Emh.... aku mau menjadi teman ranjang mu tapi sebelum nya aku ingin kita menikah " Ucap arumi sambil terus menundukkan kepala nya.
Brakk....
Brian terkejut dan langsung menggebrak meja dengan kuat sehingga arumi semakin ketakutan.
Menikah ?
Kata - kata arumi melayang - layang dalam fikiran brian, bisa - bisa nya arumi menginginkan pernikahan. Brian paling tidak mau jika suatu hubungan ada keterikatan, semenjak dua kali gagal menikah. Brian tidak percaya lagi dengan yang nama nya wanita apalagi yang nama nya pernikahan.
" Apa aku tidak salah dengar ? kamu meminta ku untuk menikahi mu ?" Tanya brian mendekatkan wajah nya ke wajah arumi.
" Maaf ini tidak seperti yang anda fikirkan. Pernikahan ini hanya untuk mengesahkan apa yang akan kita lakukan, aku tidak mau melakukan banyak dosa. Menjadi teman ranjang mu sudah pasti itu perbuatan zina, untuk mencegah itu aku minta di adakan pernikahan walaupun hanya siri. " Ucap arumi menjelaskan.
" Aku tidak akan menuntut apa pun dalam pernikahan ini, kamu tidak perlu menafkahi ku. Dan aku tidak akan mengganggu semua kegiatan mu, aku hanya butuh status saja. Dan izinkan aku tetap kuliah agar aku bisa menjadi seorang dokter seperti harapan kedua orang tua ku. " Ucap arumi membuat brian tertegun, karena di situasi seperti ini arumi masih memikirkan kebahagiaan untuk orang tua nya.
" Ok nanti malam kita menikah " Ucap brian akhirnya menyetujui permintaan arumi.
" Nanti malam bawa penghulu ke apartemen ku " Ucap brian kepada tomi saat meeting sudah selesai.
" Penghulu ? Kamu mau menikah ? Dengan siapa ? Jangan main - main dengan pernikahan bri ?" Tanya tomi serius.
Brian hanya mengangguk tanpa nengucapkan sepatah kata pun.
Tomi sampai geleng - geleng mengetahui brian akan menikah,bahkan menikah secara dadakan.
" Ini berkas - berkas wanita itu. Aku mau semua nya selesai sore ini.
Tomi menerima berkas - berkas yang di berikan brian, tomi memeriksa berkas itu dan semua nya sudah lengkap. Syarat - syarat untuk mengurus pernikahan sudah ada di tangan tomi.
" Kamu serius Bri ? Terus ke dua orang tua kalian bagaimana?" Tanya tomi menyakinkan lagi.
" Urus saja apa yang aku perintah kan tidak usah banyak tanya. Dan untuk orang tua tidak ada yang tahu " Ucap brian kesal karena tomi terus bertanya.
" Baik nanti sore semua nya pasti beres, dan akan ku bawa penghulu ke apartemen nu. " Ucap tomi.
__ADS_1
Sangat mudah bagi brian untuk mendapatkan berkas - berkas resmi arumi. Apalagi arumi kuliah di kampus milik keluarga brian jadi mempermudah langkah brian.
Brian meminta tomi untuk mengurus semua berkas pernikahan nya, brian tidak menikahi arumi secara siri tetapi brian menikahi arumi secara resmi sah di mata agama dan negara.
Tetapi arumi tidak mengetahui jika dia di nikahi secara resmi, bagi dia siri tidak masalah. Pernikahan hanya untuk mengesahkan hubungan ranjang mereka, agar tidak terlalu dalam mereka melakukan hubungan zina.
" Tidak ada pernikahan siri dalam kamus hidup brian. * Gumam brian dalam hati nya.
Sedangkan di tempat lain arumi sedang menerima panggilan telepon dari teman nya. Brian sudah memberikan ponsel arumi dan sudah menyadap ponsel arumi agar dia tahu dengan siapa saja arumi berhubungan.
[ Hallo ... Din ]
[ Akhirnya kamu mengangkat telepon ku rum, kenapa pulang kampung tidak mengabari ku dan mita. Kemarin kami mencari mu kemana - mana, kami panik rum. Eh tidak tahu nya kamu pulang kampung ]
* Eh siapa yang bilang aku pulang kampung ? apa om brian yang bilang karena dari kemarin aku tidak pegang ponsel * Gumam arumi.
[ Maaf Din, oh iya mita kerja ya ? ]
[ Iya mita kerja. Bagaimana keadaan orang tua kamu rum apa mereka sudah sembuh ? ]
[ Sembuh ? ] Ucap arumi bingung !
[ Iya , bukan nya orang tua mu sakit kan ? maka nya kamu pulang buru - buru tanpa mengabari kami ]
[ Oh iya lupa, orang tua ku sudah lebih baik. Ya sudah aku tutup dulu ya Din sambungan telepon nya. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Sampaikan salam ku untuk mita ]
[ Iya nanti salam nya aku sampaikan. Kapan kamu balik ke kota lagi ?]
[ Secepat nya karena libur kuliahkan sudah mau habis ]
[ Ok ]
Sambungan telepon pun terputus, delia meletakkan ponsel nya di atas nakas yang ada di samping tempat tidur nya.
* Kenapa om brian bilang aku pulang kampung ? Tapi bagus juga sih, setidak nya mita dan dina tidak menghawatirkan ku lagi. Dua sahabat ku itu pasti akan terus mencari ku jika brian tidak membalas pesan mereka. * gumam arumi .
Arumi mengambil kembali ponsel nya dan memeriksa chatt aplikasi hijau di ponsel nya. Dan benar saja disana masih ada chatt yang brian kirim ke nomor kontak atas nama mita.
" Pasti dia yang sudah mengirim pesan ini kepada mita " Gumam arumi.
******
MAAF YA KAK BARU BISA UPLOUD 🙏❤❤
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK UNTUK KARYA KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤