Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Andra membawa marvel


__ADS_3

.


.


.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Andra menggendong Marvel yang masih tertidur dan membawa nya keluar kamar. Sabrina yang melihat Andra membawa Marvel keluar kamar pun langsung menghampiri Andra, dia ingin tahu apa yang ingin di lakukan oleh Andra sehingga membawa marvel keluar.


" Mau kamu bawa kemana anak itu ?" Tanya Sabrina penasaran.


" Anak ini terlalu berharga dan dia akan aku jadikan alat untuk balas dendam. Brian harus merasakan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup nya seperti aku yang kehilangan adik ku. " Seru andra dengan wajah seriua nya , sehingga sabrina pun mengira jika andra benar - benar masih mempunyai dendam kepada brian.


" Lalu apa rencana mu selanjutnya ?" Tanya sabrina.


" Aku akan membawa anak ini pergi jauh sehingga brian tidak bisa menemukan nya. Tapi aku ingin tahu dulu apa motif mu menculik anak ini ? Apakah akan menguntungkan mu ?" Tanya Andra mencari tahu.


Mala memang belum menceritakan tujuan nya menculik anak brian. Padahal awalnya anak andra juga yang menjadi target utama nya.


* Jangan sampai Andra tahu kalau aku juga tadi nya ingin mencelakai anak nya. Atau jangan - jangan dia belum tahu jika karin dan anak nya masih hidup * Gumam Sabrina dalam hatinya.


" Hemm... Aku akan menjadikan anak itu sebagai senjata untuk memeras Brian dan meminta saham perusahaΓΉan nya. Bagaimana aku cerdik kan ?" Seru Sabrina dengan percaya diri yang tinggi.


* Bodoh... dasar wanita bodoh. Kamu kira brian itu lelaki yang bodoh. * Gumam andra dalam hati nya.


" Ohh... baiklah, sekarang aku akan membawa anak ini pergi. Tempat ini tidak aman , brian akan mudah menemukan anak ini. Kamu minta saja tebusan yang fantastis , uang itu kamu nikmati saja sendiri tapi untuk anak ini biarlah menjadi urusan ku. Mereka tahu nya anak ini tetap bersama mu " Seru Andra memberi pendapat untuk Sabrina.


" Ok ... aku setuju sayang. Kamu bawa saja anak itu dan sembunyikan di tempat yang aman agar Brian tidak menemukan nya. " Seru Sabrina menyetujui pendapat Andra.


Tanpa sabrina sadari dia sendiri yang sudah bodoh dan masuk ke dalam perangkap yang sudah di buat oleh Andra. Andra akan segera membawa marvel keluar dari rumah itu , namun tiba - tiba sabrina menghentikan nya.


" Tunggu sayang.... !!" Seru sabrina.


Membuat Andra langsung menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Sabrina yang masih berdiri di tempat nya yang tadi.


" Kenapa ?" Tanya Andra singkat.


" Kita sudah lama tidak bertemu , apa kamu tidak merindukan ku ,? Dan apa kamu akan langsung pulang begitu saja tanpa mau bermanja - manja dengan ku. Aku sangat merindukan mu sayang " Seru mala tanpa malu.

__ADS_1


Andra tahu kemana arah pembicaraan Sabrina, ya sabrina ingin mengajak Andra bermain di ranjang panas. Andra tidak akan tergoda dengan wanita ular itu lagi. Apalagi sekarang dia ingin memperbaiki hubungan nya dengan karin dan ingin menjadi orang tua yang baik untuk Tristan.


" Bagaimana sayang ? Aku sangat merindukan mu " Ucap sabrina lalu memeluk lengan andra.


Namun tiba - tiba Marvel terbangun dari tidur nya dan menangis dengan kencang.


" Maaf sayang... sepertinya aku akan segera membawa anak ini pergi sebelum brian menemukan nya. Nanti malam aku akan menemui mu. " Seru Andra beralasan.


" Baiklah... tapi apa aku boleh ikut ?" Tanya sabrina.


" Sepertinya jangan. Jika kamu ikut itu akan membuat brian semakin mudah menemukan anak nya. Sekarang brian belum tahu jika aku sudah kembali. Jadi dia tidak akan menyangka jika aku yang membawa anak nya " Ucap Andra beralasan.


Bisa rusak dan gagal rencana jika sabrina harus ikut dengan Andra. Karena Andra akan membawa pulang marvel ke rumah Brian langsung, kasihan marvel sudah menangis terus menerus.


" Baiklah, tapi janji nanti malam temui aku disini " Seru sabrina.


" Iya sayang, kamu tunggu saja kedatangan ku " Seru Andra dengan senyum di buat semanis mungkin.


Andra pun langsung keluar dari rumah dan menuju mobil nya yang terparkir tepat di halaman rumah. Dengan kecepatan sedang Andra mengendarai mobil menuju kediaman Brian Alexander.


*********


Brian dan Arumi langsung menghampiri Andra. Arumi membawa marvel dalam gendongan nya dan menciumi nya dengan lembut. Marvel menangis karena kehausan, arumi langsung membawa marvel ke kamar untuk di beri Asi. Sebelum nya Arumi juga mengucapkan terimakasih kepada Andra.


" Terimakasih kak Andra " Seru Arumi dengan suara pelan. Bagaimanapun Arumi masih sedikit takut jika berhadapan langsung dengan brian.


Kejadian menakutkan beberapa bulan yang lalu masih belum bisa dia lupakan. Dimana Andra hampir saja melecehkan nya.


" Sama - sama Nona " Jawab Andra sopan.


Arumi mengangguk pelan dan kembali berjalan menuju kamar nya. Saat ini hanya tinggal Andra dan Brian saja yang ada di ruangan itu, dan ada banyak hal yang ingin Brian bahas dengan Andra.


" Bagaimana kamu bisa membawa pulang anak ku dengan cepat ?" Tanya brian serius.


Akhirnya Andra pun menceritakan semua nya kepada Andra bagaimana dia bisa membawa marvel pulang tanpa membuat sabrina alias laura curiga.


" Pintar juga kamu . Dan wanita itu juga bodoh !" Seru Brian tersenyum mengejek Sabrina.


" Wanita itu memang bodoh, walaupun wajah nya sudah berubah tapi bodoh nya tidak pernah berubah. " Seru Andra dengana senyum sinis nya.

__ADS_1


" Setelah ini dia pasti akan menghubungi mu dan akan meminta uang tebusan yang sangat fantastis. Dia akan meminta setengah harta yang kau punya dan setengah saham perusahaan mu. " Ucap Andra memberitahu rencana Sabrina.


" Wanita ular , licik !! Aku tidak akan memberikan uang ku sepeserpun untuk nya. Hemmm.... Sepertinya kita perlu bermain - main dengan nya. " Gumam brian sambil mengepalkan kedua tangan nya.


Brian tidak akan memberikan apa yang di minta oleh sabrina, apalagi saat ini Marvel sudah kembali. Andra dan brian dulu yang sempat menjadi rival bahkan selama berbulan - bulan Andra dalam genggaman Brian. Namun sekarang mereka berdua menjadi partner untuk menghadapi Sabrina.


" Biarkan aku yang akan menghadapi wanita licik itu. Aku ingin bermain - main dulu dengan nya sebelum aku menghabisi nya. Banyak yang ingin aku perhitungkan kepada wanita itu. Sudah berapa uang milyar uang perusahaan yang dia gunakan. " Seru Andra dengan geram.


" Terserah kamu !! Aku serahkan urusan wanita itu kepada mu. Aku tidak mau mengotori tangan ku hanya untuk wanita seperti dia. Bagaimanapun dia kakak istri ku, aku tidak mau membuat mertua ku sedih jika aku yang menghabisi wanita itu. Lebih baik kamu saja yang menghabisi nya " Ucap Brian dengan senyum sinis nya.


Andra hanya mengangguk saja, dia tidak akan melepaskan sabrina begitu saja. Sabrina sudah menghabiskan uang perusahaan nya , apalagi dia sudah berusaha melukai anak nya.


" Aku akan mengahabisi wanita itu !! " Geram andra sambil mengepalkan tangan nya.


Andra pamit dan meninggalkan kediaman Brian. Sepeninggalan Andra, Brian langsung ke kamar menemui anak dan Istri nya. Setelah kejadian penculikan ini Brian tidak akan membiarkan Marvel keluar rumah tanpa pengawalan yang ketat.


Bukan hanya sabrina yang mengancam dan menginginkan Marvel. Tapi banyak juga pesaing bisnis nya yang coba menghancurkan Brian, apalagi pesaing bisnis yang bermain di dunia bawah seperti Brian. Kali ini Brian harus hati - hati dan lebih waspada lagi.


" Sayang apa dia sudah tidur ?" Tanya Brian mendekati anak dan istrinya.


" Iya Hubby.. Dia baru saja tidur. Hubby, aku takut kejadian ini akan terulang lagi. Ini baru kak laura, aku takut jika musuh - musuh mu yang lain atau pesaing bisnis mu yang melakukan ini. Aku tidak sanggup melihat anak ku kesakitan " Seru Arumi dengan rasa takut nya.


* Kenapa pemikiran arumi sama dengan yang tadi aku fikirkan. * Gumam brian dengan heran.


" Tidak ada yang bisa menyakiti anak kita sayang " Seru brian dengan yakin.


" Hubby .. bagaimana jika marvel tinggal dengan mama ? Tapi ... dia masih terlalu kecil." Seru arumi dengan pelan.


" Tunggu sampai usia dia 1 atau 2 tahun sayang. Atau nanti kita bicarakan dengan mama dulu. Aku juga takut jika suatu hari kejdian ini akan terulang lagi, kamu tahu sendiri bagaimana aku sayang. Dari dulu aku memang banyak musuh, dan mereka selalu mencari cara untuk menjatuhkan dan menghancurkan ku. " Ucap brian dengan serius.


" Iya hubby. " Jawab arumi pelan.


Arumi dan brian berbaring di samping kanan dan kiri marvel. Malam ini mereka tidur dengan marvel sang buah hati yang menyatukan cinta papa dan mama nya. Berkat marvel , brian dan arumi bersatu dan cinta mereka berdua sangatlah kuat dan tidak akan terpisahkan lagi.


********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK πŸ™β€οΈβ€οΈβ€οΈ


TERIMAKASIH πŸ™β€οΈβ€οΈβ€οΈ

__ADS_1


__ADS_2