
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
" Maaf tuan seperti nya lahan pembangunan apartemen itu sudah tidak bisa kita ambil alih lagi. Semua bukti sudah real, kepemilikan beralih atas nama Brian alexander. Kita mau menggugat ke pengadilan pun kita yang akan malu dan kalah" Ucap niko menjelaskan.
Andra masih berusaha mempertahan kan lahan pembangunan apartemen. Lahan itu sangat luas dan bernilai puluhan milyar. Tempat yang strategis semakin membuat andra tidak rela jika lahan itu pindah tangan ke tangan brian.
" Cepat hubungi assisten brian !! Bilang jika aku ingin bertemu !" Teriak andra lantang.
" Baik tuan " Jawab niko patuh.
Niko langsung menghubungi tomi yang merangkap sebagai assisten brian. Akhirnya tomi dan brian pun menerima ajakan andra untuk bertemu.
" Beres tuan, jam satu siang di Resto XX " Ucap niko.
" Sekarang jam berapa ?" Tanya andra.
" Jam setengah 12 tuan , apa kita mau berangkat sekarang?" Tanya niko.
Andra mengangguk lalu bangkit dari duduk nya. Niko mengekori di belakang nya dengan membawa tas hitam yang berisi laptop dan berkas - berkas penting.
Setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit andra dan niko sampai di resto XX. Niko langsung memesan makan siang dan ruang VIP , Niko memberi pesan kepada karyawan resto jika brian sudah datang di minta langsung ke ruang VIP.
" Baik tuan, kami akan sampaikan kepada tuan brian " Ucap karyawan resto ramah.
" Cepat siapkan makan siang yang sudah aku pesan, jangan sampai terlambat. Karena mood Tuan Andra sedang tidak bagus " Ucap niko lagi.
" Baik tuan, silahkan di tunggu " Jawab karyawan dengan menunduk hormat.
Niko pun menyusul andra dengan cepat agar andra tidak memarahi nya. Setelah menunggu sepuluh menit makanan yang di pesan niko sudah terhidang di meja, namun andra justru memicingkan mata nya melihat pelayan yang menghidangkan makanan.
__ADS_1
" Siap yang pesan makanan ? Kamu yang pesan ?" Tanya andra menatap niko.
" Iya Tuan ini sudah waktu nya makan siang. Kita tidak mungkin menunda makan siang kita, atau menunggu sampai tuan brian datang. Kita janjiam jam 1 siang sudah pasti mereka makan siang terlebih dahulu sebelum menemui kita. " Ucap niko berusaha menjelaskan karena tahu arti tatapan mata brian.
" Terserah kamu " Jawab andra singkat.
Janji memang jam satu siang, tapi sudah jam satu lewat sepuluh menit brian belum datang juga. Sudah satu jam andra dan niko menunggu, makan siang mereka pun sudah selesai dan sudah di bereskan oleh pelayan resto.
Ceklleek..
Pintu ruangan VIP yang di tempati andra dan niko terbuka, masuk brian dan tomi dengan percaya diri nya. Tanpa di suruh mereka langsung masuk dan duduk di kursi yang masih kosong.
" Maaf kami terlambat " Seru tomi.
" Tidak apa - apa, kami juga belum lama " Jawab andra berbohong.
* Belum lama dari hongkong !! Sudah satu jam kita disini Tuan, bahkan makanan pun sudah habis masuk ke dalam perut. Dasar punya boss tapi gila, satu jam lebih di bilang sebentar * Niko hanya bisa memaki dalam hati nya.
Obrolan singkat pun terjadi, baik brian maupun andra sama sekali tidak menunjukan kebencian dan permusuhan nya. Mereka terlihat biasa dan nampak tidak terjadi sesuatu. Brian pura - pura tidak tahu jika andra sudah mulai mendekati arumi.
" Semudah itu ? Apa anda kira hanya seperti itu masalah kan selesai ? Setelah kecurangan yang anda perbuat dengan mudah nya anda meminta maaf ? Cihh... tidak semudah itu Tuan. Perusahaan ku sudah merugi banyak, dari segi tenaga pun kami sudah merugi.
" Maksud anda apa ? Rugi anda dimana ? Bahkan kami siap mengembalikan semua yang sudah di curi oleh orang - orang ku " Nada bicara andra naik saru oktaf.
" Kami rugi tenaga dan fikiran, bahkan kami juga rugi materi. Apa anda fikir semua itu tidak membuat saya rugi. Masih beruntung aku tidak membawa masalah ini ke jalur hukum. " Jawab brian lantang.
Andra langsung terdiam, dia tidak bisa membantah perkataan brian. Bukan hanya sebuah tuduhan, tapi apa yang di katakan brian memang nyata apa ada nya tanpa rekayasa.
" Soal itu aku akan kembalikan kerugian anda, berikut semua biaya yang sudah anda keluarkan untuk pembangunan apartemen itu. " Ucap andra sedikit melemah.
" Tidak bisa ! Lahan itu sudah jadi milik ku dan aku akan tetap melanjutkan pembangunan apartemen itu. Silahkan saja anda menuntut kami, yang anda sendiri yang akan rugi dan malu " Jawab brian sinis.
Kedua asisten yang ada di samping mereka hanya diam menyimak perdebatan yang terjadi antara andra dan brian. Tomi tersenyum tipis saat melihat wajah niko yang ketakutan, sudah pasti ketakutan karena brian dan tomi ada di pihak yang benar.
" Satu lagi Tuan Adra Horizon yang terhormat, jangan coba - coba anda mengganggu proses pembangunan aparteme itu. Jangan mengganggu apa yang sudah jadi milik ku, tanpa aku bilang pun anda sudah paham " Seru brian dengan senyum mengejek.
__ADS_1
Brian bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan VIP di ikuti tomi mengekor di belakang nya.
" Apa maksud brian ? apa dia tahu kalau aku mendekati istri nya ? Hemm... Aku tidak perduli, Arumi terlalu berharga untuk aku biarkan. Sebisa mungkin aku akan merebut nya dari brian " Gumam andra pelan tapi masih bisa di dengar oleh niko.
" Boss kita pulang sekarang ?" Tanya niko yang memang sudah tidak betah ada di tempat itu.
" Iya " Jawab andra singkat.
Niko mengekori andra dari belakang, sebelum nya niko membayar tagihan makan siang yang tadi dia pesan. Betuntung ya nik tadi makan siang dulu, kalau menunggu brian sudah pasti sekarang kamu kelaparan .
Sementara itu di tempat lain saat jam makan siang ziko mendatang rumah yang di tempati oleh orang tua arumi. Ziko datang untuk meminta maaf dan menjelaskan semua nya kepada orang tua laura , agar tidak ada kesalah pahaman. Nasib baik menghampiri ziko, saat ziko datang laura tidak ada di rumah.
" Jadi begitu cerita nya buk, pak. Maaf saya terpaksa menceritakan nya agar tidak terjadi salah paham di antara kita " Ucap ziko.
Pak suryo dan ibu wati terlihat kaget dan syok setelah mendengar penjelasan dari ziko. Mereka mengira jika ziko di jdohkan seperti pengakuan laura tempo hari.
" Jadi pernikahan itu batal bukan karena kamu di jodohkan ? tapi karena orang tua mu tidak setuju dengan laura, karena laura pernah merusak rumah tangga adik mama mu ?" Tanya ibu wati memperjelas cerita ziko.
" Iya buk " Jawab ziko singkat.
Tetesan air mata bening membasahi pipi wanita paruh baya itu. Ternyata laura memang bukanlah wanita baik - baik. Mendengar laura bekerja sebagai wanita panggilan sudah cukup membuat nya marah , sekarang kenyataan baru kembali terungkap jika laura pernah menghancurkan rumah tangga tante ziko.
" Maaf " Lirih ibu wati.
" Bapak dan ibu tidak perlu meminta maaf karena itu kesalahan laura . Seharus nya laura yang meminta maaf.. " Jawab ziko lagi.
" Nak ziko, sampaikan maaf kami untuk ibu dan tante mu. Kami malu atas perlakuan laura selama ini " Seru pak suryo lagi.
" Iya pak, nanti saya sampaikan " Jawab ziko sambil mengangguk kan kepala nya .
**********
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA. 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1