
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
" Kamu ada hubungan yang spesial ya rum sama dokter yudi?" Tanya mirna saat makan siang di kantin.
Hahh ?
Hubungan spesial ?
Uhukk.. uhuukk
Arumi langsung batuk - batuk dan tersedak karena pertanyaan dari mirna. Bisa - bisa nya bertanya tentang hubungan arumi dan dokter yudi. Arumi sendiri merasa tidak punya hubungan spesial selain parten kerja di rumah sakit.
" Maksud nya bagaimana kak ?" Tanya arumi yang memanggil mirna dengan sebutan kak, karena umur mirna 3 tahun di atas arumi.
" Ya kamu ada hubungan spesial dengan dokter yudi atau tidak ?" Tanya mirna lagi.
" Hubungan spesial yang bagaimana sih kak?" Tanya arumi lagi yang memang belum paham dengan pertanyaan dari suster mirna.
" Kamu pacaran dengan dokter yudi?" Seru mirna semakin membuat arumi terbelalak sampai bola mata nya hampir saja melompat keluar.
Arumi benar - benar terkejut dan syok dengan pertanyaan yang di lontarkan mirna. Pacaran ? gosip apalagi yang akan arumi hadapi.
" Ada - ada saja, memang nya itu gosip darimana kak ? Aku dan dokter yudi tidak ada hubungan apa - apa kami hanya sebatas rekan kerja saja. Bahkan aku sudah menganggap dokter yudi itu guru sekaligus kakak ku sendiri. " Jawab arumi berterus terang.
" Ya mereka - mereka itu yang bergosip. Soal nya biasa nya dokter yudi itu orang nya cuek dan kayak jual mahal gitu kalau sama perempuan, bahkan saat di sapa juga kadang cuma mengangguk dan sedikit senyum. Tapi saat sama kamu dia bisa tertawa dan sebiasa itu, bicara bercanda pun biasa seperti sudah kenal lama. " Ucap mirna menjelaskan.
Memang aneh sih, saat sama arumi dokter yudi memang terlihat senang bahkan lepas bisa bicara dan tertawa begitu saja. Tapi saat berpapasan dengan yang lain nya dia cuek - cuek saja.
" Ya mana aku tahu kak " Jawab arumi juga bingung.
" Mungkin karena kamu tidak banyak tingkah jadi dokter yudi nyaman, karena rata-rata mereka itukan memang suka caper dan tebar pesona jadi kemungkinan dokter yudi tidak suka. Bukan nya suka malah ilfiel kali ya " Ucap suster mirna sambil terkekeh.
" Lagian kak aku tidak mungkin lagi pacaran sama dokter yudi, aku cukup tahu diri dan ada hati juga yang harus aku jaga " Ucap arumi berusaha jujur dengan mirna.
" Jadi kamu sudah punya pacar ?" Tanya suster mirna.
" Bukan pacar tapi aku ini sudah punya suami dan anak " Jawab arumi akhirnya jujur.
" Hahhh ? Kamu serius rum ?" Tanya suster mirna dengan lantang.
Sampai banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Suster mirna menyadari jika suara nya menimbulkan banyak pertanyaan, akhirnya dia pun memelankan suara nya.
" Kamu serius rum?" Tanya suster mirna pelan.
__ADS_1
" Aku serius kak, dan dokter yudi pun sudah tahu. Hanya kak mirna dan dokter yudi saja yang tahu, aku harap kakak bisa jaga rahasia ya " Seru arumi penuh harap.
" Maaf aku tidak tahu kalau kamu sudah menikah. Hemm.. oke rahasia kamu aman kok. " Seru suster mirna sambil mengacungkan jempol nya.
" Bukan rahasia sih kak, banyak di luaran sana yang tahu siapa aku yang sebenar nya. Tapi biarlah di sini mereka tidak mengetahui aku ini siapa " Ucap arumi menimbulkan pertanyaan baru dalam benak suster mirna.
" Maksud kamu bagaimana sih ?" Tanya suster mirna.
" Sudah nanti suatu saat kakak tahu sendiri " Jawab arumi.
Arumi dan suster mirna pun sudah selesai makan siang, lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat tugas nya masing - masing.
" Hai arum !!" Panggil dokter berlian.
" Iya dokter ada apa ?" Seru arumi saat hendak masuk ke dalam ruang praktek dokter yudi tapi di hentikan oleh dokter berlian.
Dokter berlian berjalan dengan anggun mendekati arumi. Dokter berlian memang cantik dan anggun tapi dia jutek nya kebangetan.
" Tolong kamu jangan kecentilan ya sama dokter yudi, kamu tahu diri dong kalau kamu itu cuma anak magang. Jadi jangan kegatelan sama dokter yudi " Ucap dokter berlian dengan santai nya.
" Saya tidak ada hubungan apa - apa dengan dokter yudi ? kami profesional dalam bekerja, memang nya saya kegatelan bagaimana ? apa anda pernah melihat saya menggoda dokter yudi ?" Tanya arumi .
" Huhh... dasar anak magang sialan. Awas kamu ya, akan aku adukan kelakuan kamu kepada pihak kampus agar kamu dapat skors dari kampus. " Seru dokter berlian .
" Lakukan saja saya tidak takut " Jawab arumi dengan tenang.
Saat dokter berlian ingin menjawab perkataan arumi tiba- tiba dokter yudi dan beberapa pasien sudah datang dan duduk di ruang tunggu.
" Oh.. iya tadi ada perlu sedikit kok. Ini sudah selesai, kalau begitu saya pergi dulu ya. Mari rum , dokter yudi " Seru dokter berlian dengan suara yang ramah dan lembut. Berbeda dengan saat berbicara dengan arumi tadi.
* Dasar dokter aneh, bisa - bisa nya marah karena dokter yudi. Tidak tahu apa suami ku lebih segala nya dari dokter yudi * Gumam arumi dalam hati nya.
********
Jam 3 sore arumi sudah menunggu jemputan di dekat gerbang masuk rumah sakit, karena dia memang tidak membawa mobil karena mobil nya sedang bermasalah. Jadi hanya di antar oleh sopir dan itu pun arumi beralasan kepada teman di rumah sakit jika dia hanya naik taksi online.
Dari lobby rumah sakit dokter berlian terus memperhatikan arumi yang ada di dekat gerbang. Dokter berlian tahu pasti arumi sedang menunggu taksi online. Dia pun hendak menghampiri untuk menyelesaikan perbincangan yang tadi sempat tertunda.
Saat dokter berlian melangkah kan kaki nya tiba - tiba ada mobil mewah berhenti di dekat gerbang. Dan turunlah seorang pria yang tidak asing lagi membukakan pintu untuk arumi, dengan cepat arumi masuk ke dalam mobil.
" Sepertinya aku mengenal pria itu ? Mobil nya juga mewah ?" Gumam dokter berlian.
" Itu kan tuan Brian ? Hahh... masak arum sama tuan brian ? Apa aku yang salah lihat, tapi benar itu mobil memang mobil mewah yang biasa di kendarai tuan brian. Jadi arum ada main dengan tuan brian ? hemmm... tuan brian itu kan sudah beristri,sepertinya ini berita bagus dan akan aku jadikan alat untuk membungkam mulut sombong si arum itu " Gumam dokter berlian dan mengambil beberapa foto arumi saat masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil brian.
" Kok hubby yang jemput ? pak sopir kemana ?" Tanya arumi.
" Aku memang sengaja mau jemput kamu, sudah lama kan kita tidak jalan ber dua begini. Oh iya nanti malam kita dinner di luar ya. " Ucap brian .
__ADS_1
" Iya hubby tapi marvel bagaimana ?" Tanya arumi menghawatirkan anak nya.
" Marvel jangan di ajak ya, angin malam tidak bagus untuk anak seumuran dia. Nanti kan ada yang jagain marvel sayang, kamu jangan khawatir " Ucap brian.
Arumi mengangguk dan tersenyum manis ke arah suami nya. Dia juga sudah lama menginginkan makan malam romantis dengan sang suami, semenjak melahirkan marvel mereka memang jarang menghabiskan waktu berdua, apalagi saat ini dia juga harus magang di rumah sakit semakin memgurangi waktu kebersamaan nya.
" Sudah sampai sayang " Seru brian berhenti tepat di halaman rumah.
" Oh.. iya hubby " Jawab arumi gugup karena dia tadi melamun.
" Kamu melamunkan apa ?" Tanya brian.
" Tidak ada.. hanya sedikit kefikiran bapak dan ibu saja hubby. Sudah hampir dua bulan tidak ketemu mereka jadi kangen juga, apalagi saat ini ibu sudah punya toko kue jadi semakin sibuk saja dia " Seru arumi yang tadi memang sempat kefikiran orang tua nya.
" Bagaimana kalau pas libur nanti kita ke kampung ? " Ucap brian.
" Tapi aku kan libur hanya hari sabtu dan minggu hubby, perjalanan disana juga kan jauh memakan waktu kalau cuma dua hari puleng pergi capek di jalan saja " Gerutu arumi.
Brian justru tersenyum senang melihat tingkah kesal arumi , menurut nya arumi semakin menggemaskan dan semakin cantik bila sedang kesal begitu. Sebenarnya tanpa sepengetahuan arumi brian sudah membangun landasan untuk helly pribadi nya tidak jauh dari rumah orang tua arumi hanya berjarak 500 meter dari rumah orang tua arumi sehingga suara bising nya tidak mengganggu warga.
Arumi dan brian turun bersama dan masuk ke dalam rumah beriringan. Kepulangan mereka di sambut canda tawa dari babby marvel.
" Hubby bersih - bersih dulu, ingat kita kan baru dari luar " Seru arumi mengingatkan brian saat brian hendak menggendong marvel.
" Siap ibu dokter arumi yang cantik " Jawab brian membuat arumi tersipu malu.
Brian masuk ke kamar untuk segera mandi, sedangkan arumi sedang berbicara dengan sang pengasuh babby marvel.
" Mbak nanti malam aku titip marvel ya, aku dan suami ku mau ada acara. Tidak lama kok mungkin sekitar dua jam saja. " Ucap arumi.
" Iya Non tidak apa - apa Non pergi saja. Lagi pula memang sudah menjadi tugas saya kan menjaga Tuan muda marvel " Seru susi.
" Jangan panggil tuan muda begitu dong mbak, panggil saja babby marvel. Aku tidak mau anak ku terlalu di agungkan begitu. " Seru arumi.
" Tapi Non... "
Belum juga susi melanjutkan kata - kata nya sudah di sela oleh arumi.
" Kalau suami saya protes bilang saja saya yang tidak membolehkan anak saya di panggil Tuan Muda. Kalau dia mau marah suruh marah sama saya. Ok mbak.. paham kan. Sayang mama mandi dulu ya, setelah mandi banti marvel mama gendong dan main sama mama. " Seru arumi berbicara dengan marvel yang anteng dalam gendongan pengasuh nya.
Setelah bicara dengan susi , arumi juga masuk ke dalam kamar untuk segera membersihkan diri nya. Ingin sekali dia berendam untuk menghilangkan penat seharian berkutat dengan pasien, ini baru magang bagaimana jika sudah benar - benar menjadi dokter. Arumi tetap bersyukur dan menikmati semua proses hidup yang saat ini sedang dia jalani.
Menjadi seorang dokter adalah impian nya dari dulu, dia juga berkeinginan klinik di kampung yang alat - alat medis nya lengkap sehingga jika orang - orang kampung ingin berobat tidak perlu jauh - jauh ke kota.
* Semoga kelak keinginanku mempunyai klinik yang alat medis nya lengkap bisa segera terwujud, insya allah jika allah menghendaki semua nya akan menjadi mudah * Gumam arumi dalam batin nya.
Sebenar nya tanpa sepengetahuan arumi saat ini brian sudah membangunkan rumah sakit yang cukup besar di kampung tempat kelahiran arumi, dan saat ini baru tahap pembangunan di perkirakan sekitar 6 bulan kedepan bangunan rumah sakit itu akan segera selesai. Rumah sakit itu brian bangun untuk hadiah saat arumi resmi menyandang gelar dokter nya.
**********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE,FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤