
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Anak arumi sudah berusia satu bulan, pesta syukuran pun di buat dengan meriah. Syukuran itu sekaligus mempublik arumi di dunia luar sana, jika arumi adalah istri dari Brian Alexander, pemilik Perusahaan BA group. Ucapan selamat datang dari beberapa kolega bisnis brian, mereka turut serta bahagia dengan kebahagiaan brian dan keluarga nya.
Hanya sepasang orang yang tidak bahagia, andra dan laura. Meskipun andra dan laura juga hadir dalam pesta tersebut mereka sama sekali tidak bisa merasakan kebahagiaan. Andra di undang karena dia memang kolega bisnis brian, laura di undang karena dia kakak arumi dan arumi sendiri yang mengundang nya.
Hubungan laura dan orang tua nya saat ini belum ada perubahan. Laura tetap tidak mau perduli dengan kedua orang tua nya.
Kedua teman arumi, dina dan mita pun ikut berbahagia. Bahkan mereka saat ini sedang duduk tidak jauh dari arumi , mereka berdua sedang asik mengobrol dengan pasangab nya masing - masing , tomi dan bagas.
" Bagaimana ini ? Penjagaan disini sangat ketat, apa anak buah mu bisa menjalankan tugas nya dengan baik ?" Bisik laura di telinga andra.
" Diam dulu kamu !! Jangan buat mereka curiga, disini banyak mata - mata dan CCTV. " Seru andra pelan dan masih bisa di dengar oleh laura.
Laura mengangguk sekilas, dia mendekati arumi yang terlihat kelelahan. Arumi memang lelah ikut brian jalan kesana kemari berkenalan dengan para kolega bisnis nya. Sebaga Nona muda alexander , arumi harus bisa berbaur dan menempatkan diri nya apalagi ini pesta memang milik nya.
" Kamu capek rum ?" Tanya laura yang ikut duduk di samping arumi.
" Iya kak, sepertinya marvel juga sudah capek " Seru arumi sambil melihat marvel dalam stroler nya.
" Kamu masuk ke kamar saja, ayok kakak temani dan bawa marvel. Kasihan dia kelihatan tidak nyaman begitu tidur di stroler. " Bujuk laura dengan lembut.
" Iya kak, tapi brian masih menjamu tamu - tamu nya. Aku tidak enak mau izin kesana, tapi aku memang lelah banget kak " Ucap arumi lagi.
" Sudah tidak apa - apa kamu ke kamar duluan sama marvel, brian pasti ngerti kok. Ya sudah yuk kakak antar " Seru laura terus membujuk arumi.
Sementara itu anak buah andra memang sedang menyadap CCTV yang ada hotel tempat berlangsung nya acara. Sebagian CCTV sudah berhasil dimatikan oleh anak buah andra, bahkan anak buah brian yang berjaga - jaga di setiap sudut hotel pun sudah tertidur . Tentu nya itu semua berkat minuman yang di campur dengan obat tidur dosis tinggi.
Orang tua arumi dan mertua nya sedang berkumpul dengan keluarga besar brian. Mereka tahu arumi bersama brian sehingga mereka tidak khawatir, sedangkan brian tahu jika arumi bersama keluarga nya. Tadi sebelum memisahkan diri arumi memang izin bergabung dengan keluarga besar nya.
" Kamu bawa marvel duluan ke kamar , arumi biar sama saya " Seru laura kepada pengasuh marvel.
" Iya mbak , bawa marvel ke kamar ya. Nanti aku menyusul " Ucap arumi mengiyakan perintah kakak nya.
" Baik Nona " Jawab pengasuh marvel patuh.
Setelah marvel di bawa masuk ke kamar oleh pengasuh nya , laura memberikan minum kepada arumi. Kebetulan memang arumi yang meminta minum.
" Nih rum minuman nya " Seru laura.
" Terimakasih kak " Seru arumi mengambil segelas orenge jus dari tangan laura,dalam hitungan detik minuman itu langsung tandas.
Senyum licik tersungging di bibir laura, dia sudah memasukan obat ke dalam minuman arumi.
" Emmm...kak seperti nya aku sudah tidak kuat lagi. Aku capek dan ngantuk sekali, ya sudah yuk kak antar aku ke kamar ku. " Ucap arumi sambil memegangi kepala nya yang mulai terasa berat.
__ADS_1
" Iya ayok kakak antar " Seru laura langsung membing arumi menuju kamar hotel khusus untuk arumi dan brian.
Arumi dan laura meninggal kan aula hotel tempat di adakan nya pesta. Mereka berdua masuk semakin dalam ke dalam hotel, namun tiba - tiba badan arumi ambruk dengan sigap anak buah andra yang sudah berjaga membawa arumi pergi dari hotel. Laura pun ikut pergi karena dia tidak mau menjadi bulan - bulanan brian.
Saat ini dalam fikiran laura hanya lah balaa dendam kepada brian. Dia sudah tidak perduli lagi dengan perasaan nya kepada brian. Dia ingin melihat brian hancur dengan cara menjadikan arumi kunci utamanya.
[ Segera tinggalkan gedung hotel, rencana berjalan dengan lancar. Aku dan arumi sudah menuju bandara ] Tulis laura dan mengirimkan nya kepada andra.
[ Good... aku sudah keluar dari hotel ] Balas andra.
Laura tidak membalas nya lagi, dia duduk di samping arumi yang masih tertidur dengan pulas.
" Malang sekali nasib mu adik ku sayang, tiga kali jadi korban penculikan dan aku pastikan kali ini kamu tidak akan sapat lolos lagi. Sebentar lagi suami tercinta mu akan hancur dan menangis karena kehilangan mu, tapi aku masih berbaik hati karena anak mu tidak aku bawa " Seru laura sambil mengusap pipi arumi dengan lembut.
" Kalian lebih cepat lagi bawa mobil nya, jangan sampai kita tertangkap. Tapi sepertinya mereka belum menyadari hilang nya sang tuan putri . hahaaaa " Ucap laura lalu tertawa.
" Iya non ini juga sudah melebihi kecepatan rata - rata. Kalau di tambah kecepatan nya bisa - bisa kita yang celaka " Ucap anak buah andra yang mengendarai mobil.
" Terserah kamu yang penting kita cepat sampai !" Bentak laura kesal.
Mobil terus membelah jalanan menuju bandara, di sana pesawat pribadi milik andra sudah siap. Tinggal menunggu penumpang nya saja.
Sementara itu di gedung hotel pesta sudah berakhir dan para kolega bisnis pun sudah pulang masing - masing. Para keluarga pun sudah ada yang beristirahat di kamar hotel yang sudah di siapkan, ada beberapa yang memang memilih untuk pulang.
Brian berjalan menemui orang tua nya yang masih berbincang dengan dengan kedua mertua nya. Rencana nya besok pagi kedua orang tua arumi memang akan pulang ke kampung, toko kue pun sudah siap di tempati.
" Brian , apa arumi dan cucu ku sudah beristirahat ?" Tanya mama asti saat brian sudah ikut duduk di kursi yang kosong.
" Arumi tidak ada , dia sama sekali tidak kesini lagi setelah kamu ajak bertemu dengan para kolega mu tadi. Mungkin dia sudah masuk kamar, sudah malam juga hampir jam 12 malam " Ucap papa brian masih belum menyadari jika arumi di culik.
" Iya nak brian, mungkin arumi tadi kelelahan jadi dia lebih memilih beristirahat di kamar. Lagi pula marvel juga tidak nyaman lama - lama di stroler nya.." Ucap ibu wati.
Brian merasa ada yang aneh, kalau memang arumi ke kamar nya pasti dia memberitahu nya terlebih dahulu. Atau ada pengawal yang memberitahu nya, tapi ini tidak Bahkan dua pengawal arumi pun tidak ada dan pengawal yang lain nya pun hanya ada beberapa.
* Kemana yang lain nya ? Aku merasa ada yang tidak beres * Gumam brian.
Brian pun langsung bangkit dan mencari keberadaan arumi di kamar nya. Dengana langkah pasti brian menuju ke kamar, di saat sampai kamar brian melihat kamar dalam keadaan kosong.
" Apa dia ada di kamar marvel ?" Tanya brian pasa diri nya sendiri.
Tok Tok Tok
Brian mengetuk kamar yang ada di samping kamar nya tadi, karena ada pengasuh marvel jadi brian tidak bisa asal masuk.
" Tuan brian " Seru pengasuh sedikit kaget.
" Apa istri ku ada di dalam ?" Tanya brian langsung.
" Nona arumi tidak ada di sini tuan, justru saya sedari tadi menunggu non arumi. Karena marvel menangis ingin menyusu, beruntung asi yang di perah sore tadi masih ada. " Ucap pengasuh dengan jujur.
" Kalau istriku tidak ada di dalam terus dia dimana ? Di kamar kami pun dia tidak ada !!" Bentak brian membuat sang pengasuh ketakutan.
__ADS_1
Tiba - tiba mama asti dan yang lain nya datang menghampiri brian.
" Bri, mana arumi ?" Tanya mama asti.
" Brian tidak tahu ma, kamar kami kosong dan di kamar marvel pun arumi tidak ada " Jawab brian dengan suara bergetar.
Mama asti langsung menatap ke arah pengasuh marvel, dia meminta keterangan lebih dari sang Pengasuh. Pengasuh itu pun menceritakan semua apa yang tadi dia ketahui kepada semua nya.
" Jadi ini laura lagi ?" Tanya ibu wati hampir saja tidak percaya.
Ibu wati pun ambruk dan tak sadarkan diri, beberapa pengawal brian datang dan ikut membantu membawa ibu wati ke kamar nya.
Amarah brian sudah memuncak, di pukul nya para anak buah nya sampai babak belur.
Bughh
Bugghh
Bugghh
" Dasar bodoh !! Kalian bodoh !! " Teriak brian dengan lantang sambil terus memukuli anak buah nya satu persatu.
" Bri... sudah mereka bisa mati. Sekarang lebih baik kita cari keberadaan arumi. " Ucap tomi mencoba menghentikan amarah brian.
" Mereka bodoh tom... lihat saja sampai terjadi sesuatu dengan arumi aku pastikan akan membunuh kalian semua. Tom.. ikut aku ke ruangan CCTV sekarang juga !" Ucap brian lalu berlari ke ruangan CCTV.
Sesampainya di ruangan CCTV sudah ada bagas yang memeriksa rekaman CCTV. Namun bagas menggelengkan kepala nya.
" Sepertinya mereka memang sudah menyiapkan semua nya matang - matang. CCTV di hotel ini bahkan sudah di retas mereka lebih dulu " Ucap bagas semakin membuat brian murka.
Brakk... Brakkk..
Prang...
Brian menghancurkan ruangan CCTV monitor dia banting sampai hancur lebur tidak berbentuk lagi.
" Jangan begini bri, sekarang kita fokus untuk mencari arumi. Bukan nya kamu memasang GPS pada cincin yang hari ini kamu sematkan di jari arumi ?" Ucap tomi seketika menghentikan aksi brian.
Brian langsung mengambil ponsel nya dan mengaktifkan GPS nya.
" Bandara? Terakhir terlihat ada di bandara ?" Seru brian.
" Cuaca lagi tidak bagus sepertinya mereka tadi ingin pergi lewat bandara, tapi tertunda karena cuaca yang buruk. Ayo kita sisir daerah seputar bandara aku yakin mereka belum jauh dari sana " Ucap tomi.
Mereka semua langsung berlari ke luar menuju mobil mereka masing - masing ada sekitar 30 anak buah yang ikut. Suasana hati brian masih sangat kacau dia belum bisa berfikir secara jernih, dia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
*********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1