
.
.
.
💞💞💞💞💞
Setelah tomi membujuk rayu orang tua arumi akhir nya mereka pun mau ikut dengan brian dan tomi. Tadi tomi sempat menunjukan foto brian dan arumi saat hendak akad nikah. Namun tomi tidak bilang jika itu foto arumi dan brian saat mau menikah, karena memang belum ada penghulu jadi mereka pun tidak curiga.
Mereka sudah berada di mobil brian, tomi yang mengambil alih kemudi setir. Orang tua arumi sebenarnya masih terus waspada takut jika brian dan tomi adalah orang jahat.
" Apa kontrakan arumi masih jauh ?" Tanya ibu arumi.
" Sebentar lagi bu " Jawab tomi sambil melirik brian yang duduk di samping nya.
" Jalan merpati no 34 " Seru brian.
Tomi langsung paham dengan yang di ucapkan brian, dia langsung melajukan mobil nya menuju jalan merpati sesuai yang di sebutkan brian. Setelah tiga puluh lima menit mobil brian sampai di depan rumah minimalis bercat hijau dan di penuhi dengan tanaman bunga yang asri.
" Kita sudah sampai pak, buk " Seru tomi.
Brian dan orang tua arumi langsung turun dari mobil dan berjalan langsung menuju pintu rumah. Saat sampai di depan pintu, pintu itu pun langsung di buka oleh penghuni nya dari dalam.
" Bapak , ibuk " Seru arumi dengan bahagia sambil memeluk kedua orang tua nya.
Saat di terminal tadi brian sudah menugaskan sopir pribadi nya untuk membawa arumi ke rumah yang sering di singgahi oleh brian, yaitu rumah yang sekarang ada di hadapan brian.
" Terimakasih tuan brian dan tuan tomi " Seru arumi sambil membungkukkan badan nya.
Arumi tidak menyangka jika brianlah yang sudah menjemput orang tua nya. Tadi arumi sudah sangat menghawatirkan orang tua nya karena arumi belum juga menjemput nya. Apalagi arumi harus mengikuti ucapan brian untuk meninggalkan apartemen dan tinggal di rumah minimalis ini.
" Sama - sama rum " Hanya tomi yang menjawab.
Brian diam saja tak sedikit pun menunjuk kan wajah ceria atau ramah nya. Siapa pun yang melihat wajah brian rasa nya ingin memukul nya saja. Wajah arogant dan dingin nya membuat orang semakin takut kepada nya.
" Masuk dulu buk pak " Ucap arumi sambil membawakan tas orang tua nya.
__ADS_1
" Biar aku bantu rum, kamu disini saja dulu tuan brian ingin bicara dengan mu " Ucap tomi yang tahu tatapan mata brian.
Arumi mengangguk dan membiarkan orang tua nya masuk ke rumah terlebih dahulu bersama tomi.
" Selama orang tua mu di kota, kamu boleh tinggal di rumah ini bersama mereka. Tapi di saat aku membutuhkan mu kamu harus datang ke apartemen ku tanpa bantahan. Dan ingat, jangan coba - coba untuk melarikan diri. Keselamatan orang tua mu ada di tangan ku " Seru brian lalu segera pergi meninggalkan rumah dan masuk kedalam mobil.
Bagi arumi mungkin begini sedikit lebih baik daripada dia harus tinggal di apartement bareng pria kulkas itu. Meskipun brian suami nya arumo tetap tidak mau menganggap nya suami, karena pernikahan mereka tidak di dasari cinta dan pernikahan terjadi hanya untuk menghindari zina.
******
" Mereka tadi siapa rum ?" Tanya bapak arumi penasaran.
Arumi tidak mungkin untuk bicara yang sebenarnya jika brian adalah suami nya. Sama saja arumi menghancurkan kebahagiaan orang tua nya. Arumi akan menutupi semua ini sampai batas waktu yang arumi saja tidak tahu.
" Itu tadi majikan arumi pak " Jawab arumi berbohong.
" Majikan ?" Tanya ibu arumi bingung.
" Iya buk beliau tadi nama nya Brian alexander. Dia orang kaya tapi sangat baik kepada siapa pun buk. Dan arumi baru 3 bulan ini bekerja dengan beliau bu sebagai pelayan di rumah nya. Karena gaji nya lumayan besar jadi arumi ambil buk, arumi sudah tidak kerja di cafe lagi." Jelas arumi membohongi orang tua nya.
Bapak dan ibu arumi saling pandang, mereka tidak menyangka jika arumi bekerja sebagai pelayan atau pembantu di rumah orang kaya. Mereka berdua merasa bersalah karena keterbatasan biaya arumi sampai harus bekerja sampingan menjadi pembantu.
" Terus kuliah kamu apa tidak terganggu rum ?" Tanya ibu arumi.
" Tidak bu. Arumi bekerja tidak setiap hari kok bu, karena tuan brian orang yang super sibuk dan kadang harus ke luar negeri juga. Jadi arumi datang saat tuan brian memerlukan bantuan arumi, seperti menyiapkan pakaian nya saat beliau mau ke luar negeri, trs bersih - bersih dan menyetrika pun tidak setiap hari bu. Sama sekali tidak mengganggu kuliah arumi kok bu " Jawab arumi menyakinkan kedua orang tua nya.
Ibu dan bapak arumi pun mengangguk paham dengan penjelasan arumi.
" Ini juga rumah milik tuan brian buk, karena rumah ini tidak ada yang menempati jadi tuan brian menyuruh saya yang menempati nya. Daripada kosong dan tidak terawat. " Seru arumi memberitahu.
" Baik sekali tuan brian itu ya rum. Tapi kok wajah nya tidak bisa senyum ya rum. Bapak kira tadi dia itu orang jahat dan galak ternyata wajah nya menipu. " Ucap pak suryo sambil terkekeh.
" Ibu juga tadi mengira jika mereka orang jahat" Ucap ibu wati menambahi.
* Dia memang jahat bu, dialah pria yang sudah menghancurkan masa depan ku bu. Jika kalian tahu yang sebenar nya kalian tidak akan menyanjung nya * Gumam arumi.
Ting
__ADS_1
[ Jam 7 malam datang ke apartemen ku, ada sopir yang akan menjemput mu ] Pesan dari brian masuk ke dalam ponsel arumi.
[ Tapi ada orang tua ku om, aku harus alasan apa ?]
[ Aku tidak perduli ]
[ Jika kamu tidak datang , Aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang ]
[ Baik om ]
Arumi bingung harus alasan apa untuk bisa datang ke apartemen brian. Apalagi hari ini baru pertama kali orang tua nya menemui nya di kota, sebenar nya malam ini aku ingin istirahat dulu.
" Emmm... Pak buk, nanti malam arumi harus ke tempat nya tuan brian. Karena di rumah nya malam ini ada acars para kolega bisnis nya jadi arumi harus membantu pelayan disana. Kasihan pasti mereka kualahan kalau cuma ber dua " Ucap arumi terpaksa berbohong lagi.
" Iya rum tidak apa - apa. Yang penting kamy harus tetap jaga kesehatan dan kuliah mu jangan sampai terganggu. Terus kamu pulang jam berapa rum ?" Tanya ibu wati.
" Rum biasa nya kalau acara nya selesai sudah larut lebih memilih menginap di sana buk. Disana sudah ada pelayan 2 juga sih bu tapi mereka tidak mengurus keperluan tuan brian, kebutuhan tuan brian semua tanggung jawab arumi. " Ucap arumi menjelaskan.
* Bahkan urusan ranjang pun arumi buk yang mengurus nya. Mandi pun masih arumi mandikan, maafin arumi buk, pak. Arumi sudah membohongi kalian, suatu saat arumi pasti akan menceritakan semua ini kepada kalian * Gumam arumi dalam hati.
" Rum apa selama di kota ini kamu tidak pernah bertemu dengan kakak mu, Laura ?" Tanya ibu wati dengan wajah sedih nya.
Deg..
Arumi ingat jiks beberapa hari yang lalu sempat bertemu dengan laura. Tapi laura yang sekarang jauh berbeda, gaya berpakaian nya saja sudah tidak pantas untuk dilihat. Pakai baju hanya setengah paha.
Apa yang arumi lihat tempo hari tidak akan pernah arumi ceritakan kepada orang tua nya. Biarlah orang tua nya tahu tentang laura dengan mata kepala nya sendiri, tanpa harus arumi yang menceritakan nya.
" Arum belum ketemu mbak laura buk " Ucap arumi berbohong lagi.
* Kedua anak mu ini sudah rusak dan hancur buk, mbak laura menjadi wanita penghibur dan aku sendiri menjadi istri simpanan tuan brian * Gumam arumi dalam hati nya.
******
TETAP TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1