
Bandara internasional Soekarno Hatta
Tangerang
Banten
Seorang perempuan cantik berusia sekitar 29 tahunan yang menggunakan kaca mata hitam nya tampak berjalan keluar sambil menggendong seorang bocah perempuan berusia 5 tahunan.
Dibelakang nya terdapat seorang wanita berusia sekitar 42 tahunan tampak menyeret sebuah koper di tangan kanan nya, mereka terlihat terus berjalan menuju ke arah pintu keluar Bandara.
Bocah perempuan tersebut terlihat menatap orang-orang disekitar nya yang sibuk lalu lalang sejak tadi.
Sesekali dia mengajak Perempuan yang menggendong nya tersebut bicara dan mengobrol.
"Mama Why Om Hans tidak menjemput kita"
Dia bertanya dengan sorot mata ingin tahu soal laki-laki yang sering mengunjungi mereka di luar negeri tersebut.
"Dia sedang bekerja saat ini, nanti om hans akan mengunjungi kita saat makan malam nanti"
Jawab Perempuan itu sambil mengembangkan senyuman nya, menatap sejenak bola mata putri nya untuk beberapa waktu.
"Apakah om Hans masih malah?"
"Kenapa marah?"
"Kalena Mami Kaila bilang mama tidak ingin menikahi om Hans"
__ADS_1
Mendengar celotehan Putrinya, perempuan itu tampak terkekeh geli.
"Mami Kaila bilang begitu?"
Tanya Perempuan itu sambil menyentuh lembut hidung putri nya.
Buru-buru gadis kecil itu mengangguk.
"Oh sayang, tentu saja itu tidak benar"
Mendengar ucapan Mama nya, gadis kecil itu tampak diam sejenak.
"Kenapa mama tidak mau menikah? kalau mama menikah aku punya Papa sepelti teman-teman ku, meleka pelgi kemana-mana dengan papa meleka, aku juga ingin punya Papa"
Protes bocah kecil itu cepat.
"Apa papa tidak suka pada ku? apa Papa membenci ku? aku janji akan jadi anak yang baik, asalkan aku bisa punya Papa sepelti teman-teman lain nya"
Gadis kecil itu terus bicara sambil menatap wajah sang Mama nya, bola mata gadis itu terlihat berbinar-binar untuk beberapa waktu.
Dia selalu iri pada teman-teman tetangga nya, dirumah mereka tidak ada satu sosok laki-laki pun, dia selalu melihat ada laki-laki di rumah teman-teman tetangga nya.
Saat Mama teman-teman nya membutuhkan seseorang untuk naik ke atas untuk membenahi atap rumah, yang melakukan nya pasti laki-laki, saat ada tetangga yang berkata air nya mati yang memperbaiki nya pasti laki-laki, bahkan teman-teman nya selalu di jemput oleh sosok laki-laki yang mereka panggil Papa.
Tapi aneh nya di rumah mereka tidak ada, Mama nya terbiasa mengerjakan semuanya sejak dulu sendiri, bahkan saat dalam kondisi terdesak pun mama nya melakukan segala sesuatu sendiri.
Mama nya benar-benar perempuan hebat yang mandiri, tapi dibalik semua itu dia tahu Mama nya tidak Setegar itu.
__ADS_1
Terkadang dia bisa melihat Mama nya menangis seorang diri di kamar Mama nya atau di kamar mandi, atau saat dia nakal Mama nya pasti mulai menangis sambil berkata.
"Berjanjilah jangan melakukan nya lagi"
Karena itu dia selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik agar tidak membuat Mama nya menangis.
Tapi.... seseorang pernah berkata pada nya.
Mama nya mungkin tidak akan menangis lagi jika Mama nya menikah dan dia memiliki seorang Papa, orang itu berkata sosok Papa begitu penting untuk kehidupan mereka.
Sejauh ini dia hanya mengenal seorang laki-laki yang sering mengunjungi Mama nya dan dirinya, laki-laki itu berkata dia siap menjadi Papa untuk Mama nya dan dirinya.
Tapi aneh nya hingga hari ini Mama nya sama sekali tidak tertarik untuk menikah dengan laki-laki tersebut, hingga akhirnya laki-laki itu mulai jarang berkunjung kerumah mereka setelah perdebatan yang sengaja dia dengan beberapa Minggu yang lalu.
Alih-alih menjawab protesan putri nya, perempuan itu menghentikan langkahnya, meletakkan gadis kecil tersebut ke atas sebuah kursi.
Perempuan itu mengelus lembut wajah putri nya untuk beberapa waktu.
"Tunggulah hingga Mama menyelesaikan pekerjaan Mama, setelah itu Mama akan fikirkan untuk menikah dan membuat Om Hans menjadi Papa kamu"
Ucap perempuan itu pelan.
Mendengar ucapan sang Mama, seketika senyuman mengambang dibalik wajah cantik nya.
"Janji?"
Tanya nya sambil mengacungkan jari kelingking nya.
__ADS_1
Sang Mama mengangguk kan pelan kepalanya, menautkan kelingking nya ke arah kelingking gadis kecil tersebut.