
Abizard Tampak diam sejenak sambil menatap layar handphone nya, dia tidak bergeming untuk beberapa waktu sejak tadi sambil duduk di atas kursi kerja Kantor nya.
Laki-laki itu menarik pelan nafasnya, melirik ke arah Indri yang tampak sibuk memeriksa beberapa persiapan pagelaran busana fashion yang akan diselenggarakan oleh perusahaan mereka bulan depan.
Abizard fikir semua nya jelas bentrok dalam sekali jalan, pagelaran busana, menyakinkan keluarga Indri, dan kini harus menemui papa nya untuk membicarakan hubungan mereka.
Sang Papa belum juga buka suara Sejak pertama kali bertemu dengan Indri, laki-laki paruh baya itu Sejak dulu memang tidak banyak bicara, papa nya bukan kriteria orang yang suka bicara mengeluarkan pendapat atau protes nya.
Papa nya benar-benar type Laki-laki dingin dan pendiam, enggan mengeluarkan suara nya meskipun dalam keadaan terjepit sekalipun.
Bola mata Abizard kembali menatap sosok Indri yang sejak tadi sibuk dengan berkas-berkas di tangan nya, begitu konsentrasi dengan seluruh pekerjaan nya sejak pagi.
Secara perlahan laki-laki itu beranjak dari posisi duduk nya, dia berjalan mendekati Indri lantas menyentuh lembut kedua bahu gadis tersebut.
"Alamakkkk"
Indri spontan kaget saat laki-laki itu mengejutkan Dirinya dari arah belakang, dengan tergesa-gesa dia membalikkan tubuhnya.
"Abi, ada apa?"
Alih-alih menjawab ucapan Indri, laki-laki itu menarik pelan bahu depan Indri dan membiarkan tubuh gadis itu nyaris menyentuh dirinya.
"Mari pergi ke suatu tempat, menemui Papa dan menghabiskan waktu disana"
Ajak Abizard tiba-tiba.
"Ya?"
"Mari mengambil waktu luang sejenak hmmm"
__ADS_1
Tambah Abizard lagi.
"Menemui Papa?"
Indri bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Hmmm"
Gadis itu jelas bingung kenapa tiba-tiba Abizard ingin membawanya ketempat yang belum dia ketahui.
Dan apakah ada yang salah juga dengan Papa Abizard?!.
Mengingat di pertemuan pertama mereka di kala makan malam bersama keluarga NAKHEL, Papa Abizard jelas tidak banyak Bicara, bahkan laki-laki itu hanya menatap wajah nya untuk beberapa waktu lalu bersikap biasa-biasa saja.
Indri fikir apakah mungkin Papa Abizard tidak menyukai dirinya?!.
Sebab dalam satu hubungan tidak Heran akan ada satu anggota keluarga yang tidak menyukai pilihan keluarga lainnya.
"Hmm aku akan bersiap"
Jawab Indri pelan.
Gadis itu ingin berbalik tapi Abizard Dengan cepat menarik tangannya, belum membiarkan gadis itu pergi meninggalkan dirinya.
Seketika tubuh nya masuk ke dalam pelukan laki-laki itu.
"Abi?"
Indri bertanya pelan mencoba melepas pelukan laki-laki itu, tapi Abizard sama sekali tidak ingin melepaskan nya.
__ADS_1
"Masih ingat pesan ku tempo hari?"
Tanya Abizard pelan sambil mengelus lembut rambut Indri.
Gadis itu diam, berhenti mencoba untuk melepaskan diri.
Pesan?!.
Indri bertanya dalam hati.
Ahhh pesan yang itu.
"Cukup tutup mata dan telinga!.
Bisik Abizard pelan.
"He em"
Indri mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jalan yang kita lewati mungkin tidak akan semulus apa yang kamu bayangkan, selama saling berpegangan tangan semua pasti bisa kita lalui bersama dan semua pasti baik-baik saja"
Indri hanya bisa diam mendengarkan ucapan Abizard.
"Akan ada banyak sekali kejutan-kejutan yang mungkin akan terjadi termasuk dari seseorang dimasa lalu kami"
Ucap Abizard sambil memejamkan perlahan bola matanya.
Indri jelas mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Masa lalu KAMI?.