
Setelah pernikahan Meisya dan Kalan
Mansion utama Abizard dan Indri
Indri sejak tadi sibuk membolak-balik kan tubuhnya yang terasa tidak nyaman, semua bermula sejak kemarin.
Rasanya aneh ketika dia merasa ingin ke toilet terus menerus, bahkan hari ini dia merasa sedikit sembelit, belum lagi dadanya terasa nyeri dan Nafsu makan nya malah jadi menurun.
Belum lagi Indri merasa tiba-tiba asam lambung nya naik drastis, itu benar-benar menyiksa bagi dirinya.
Indr fikir dia mungkin akan kedatangan tamu bulanan, sebab tiba-tiba ada bercak darah ketika dia buang air kecil terakhir kali.
Biasanya memang begitu, malas makan, lesu, temperamental naik turun tapi Tidak biasanya tubuhnya jadi se lesu ini dan se rumit ini.
Dia benar-benar merasa tidak nyaman.
Abizard baru selesai dengan sesi mandi nya, dia keluar dari arah kamar mandi menuju ke arah kamar mereka.
Bisa dia lihat berkali-kali tubuh istri nya berbalik kekiri dan kekanan sejak tadi.
Laki-laki itu berjalan mendekati Indri, menepi ke sisi kasur sejenak untuk berganti pakaian yang telah di siapkan oleh istri nya.
Kemudian setelah selesai berpakaian, laki-laki itu langsung Duduk di atas kasur tepat di samping istri nya yang tengah berbaring tersebut.
__ADS_1
Indri terlihat berbaring dengan cara terlentang, memejamkan bola matanya sambil mencoba untuk menarik nafasnya berkali-kali.
"Merasa tidak sehat?"
Tanya Abizard dengan perasaan khawatir, dia menyentuh lembut kening istrinya secara perlahan.
Dia fikir mungkin istri nya kelelahan.
Selain karena liburan bulan madu kemudian di sibukkan dengan urusan pernikahan Meisya dan Kalan kemudian mondar-mandir sibuk mengurus niat lamaran yang di buat Dimas kakak Indri untuk adik sepupunya Syahnaz.
Bisa dipastikan betapa lelahnya Indri sekarang karena jutaan kesibukan yang terjadi belakangan ini.
Indri perlahan membuka bola matanya, dia menatap Abizard untuk beberapa waktu kemudian mengembang kan senyuman nya.
Ucap Indri pelan.
"Mau pergi ke dokter? aku fikir sebaiknya kita pergi kedokter dan mencoba meminta diberikan suntikan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh"
Abizard bicara pelan sambil berusaha berbaring tepat disamping istri nya tersebut disisi kanan Indri.
"Aku rasa itu ide yang baik, kita bisa pergi besok untuk melakukan pemeriksaan dan meminta suntikan vitamin"
Setelah menjawab begitu, Indri kembali memejamkan bola matanya.
__ADS_1
Abizard dengan cepat membenahi posisi kepala istri nya itu, membiarkan kepala Indri naik ke atas lengan kiri nya.
"Katanya ingin keluar sebentar?"
Indri bertanya cepat kearah Abizard.
Dia fikir suami nya berkata tadi ingin keluar sebentar menemui kakak laki-lakinya.
"Besok saja, Dimas bilang dia hanya butuh pendapat ku soal lamaran nya"
"Hmmm"
Indri mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
Dia fikir kak Dimas nya cukup bergerak cepat, seolah-olah tidak ingin menyesal karena terlalu lama menunggu, laki-laki itu nekat menghadap langsung ke orang tua Syahnaz dan melamar nya.
Syahnaz awalnya takut kak Dimas nya hanya bermain-main dengan dirinya jelas cukup terkejut dengan ke nekatan laki-laki tersebut.
Seketika gadis itu tercekat saat sadar jika laki-laki itu telah datang kerumah orang tua nya dan melakukan lamaran secara serius dan bersungguh-sungguh setelah mendapat kan Restu dari Abizard.
"Tidurlah, kita akan pergi besok pagi untuk memeriksa keadaan kamu hmmm"
Bisik Abizard kemudian membiarkan tubuh Indri Masuk kedalam dekapannya.
__ADS_1
Hmmmmm bukankah ini aneh? Indri tiba-tiba begitu menyukai aroma suaminya, seolah-olah aroma suaminya menjadi obat atas rasa pusing dan ketidaknyamanan tubuhnya saat ini.