Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dia dan keadaan nya


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Di antara ramai nya para pengunjung rumah sakit dan berbagai macam suara yang saling bersahut-sahutan di dalam rumah sakit tersebut, terlihat Alessia duduk di salah satu ruang tunggu di depan dokter praktek khusus spesialis dalam.


belakangan kesehatan Alessia jelas tidak baik-baik saja, dia sering merasa pusing dan bahkan pingsan secara tiba-tiba, dia mencoba meyakinkan diri jika itu disebabkan oleh dirinya yang sering kelelahan, selain itu dia yang gampang capek serta memiliki banyak pemikiran saat ini yang menyebabkan dirinya tiba-tiba pingsan begitu saja.


tapi bibi mudanya yang terus mengkhawatir kan dirinya berkata sebaiknya dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya.


wanita itu takut jika sesuatu yang buruk pada Alessia terjadi,. karena itu pada akhirnya Alessia mencoba memeriksa keadaannya dan ingin memastikan jika dia baik-baik saja.


setelah dia selesai bekerja, gadis itu berusaha untuk langsung pergi menuju ke arah rumah sakit dan mencoba prosedur pemeriksaan terhadap dirinya.


saat ini dia tengah menunggu bagian daripada antrian, terus memperhatikan dan menunggu nomor antrian miliknya untuk beberapa waktu.


sebenarnya rasa cemas jelas menghantam dirinya untuk saat ini, tapi Alessia berusaha menepis pemikirannya, hal-hal buruk jelas ada di dalam kepalanya tapi dia berusaha untuk menghilangkan pemikiran pemikiran seperti itu dari dalam dirinya.


Yah dia pikir jika dia sakit dan sesuatu yang buruk terjadi pada nya semua keadaan pasti akan berantakan, Agnes jelas masih sangat membutuhkan nya dan bibi muda jelas akan bingung dengan keadaan jika Sesuatu yang buruk terjadi pada nya.


Bahkan saat ini dia harus berjuang mencari cara untuk bisa mendapatkan dana untuk operasi Agnesia, meskipun sebenarnya dia masih bingung kemana dia harus mencari dana tersebut, tapi dia mencoba berkata pada bibi muda Jika dia pasti akan mendapatkan dana tersebut.


Sejenak Alessia menghela nafas nya untuk beberapa waktu, dia berharap keadaan menjadi baik-baik saja, tidak ada penyakit serius yang akan menggerogoti tubuhnya, sebab urusan Agnes jelas menjadi begitu pelik, jika dia ikut sakit bisa dipastikan jika takut nya rumah tidak akan menjadi baik-baik.


lagi Alessia menggenggam erat telapak tangan nya sendiri untuk beberapa waktu, dia masih menunggu nama nya di panggil untuk masuk kedalam sana memecah antrian.


Bola mata Alessia menatap lurus kearah depan, pandangan nya terlihat datar dan gosong seolah-olah dia tengah memikirkan sesuatu yang sangat berat.


realitanya gadis seusia dirinya seharusnya bekerja dan bersenang-senang bersama teman-teman mereka, menikmati masa muda dan membuang pemikiran-pemikiran rumit di kepala mereka.


21 tahun adalah usia terbaik seorang gadis untuk menikmati masa muda mereka, sebab banyak orang berkata itu adalah usia pada masa ke emasan.


Jangan menyia-nyiakan hidup mu di usia muda, nikmati dan jalani penuh kebahagiaan.


Tapi realitanya Alessia tidak pernah bisa menikmati usia ke emasan nya, bahkan sejak kecil hingga dewasa pun dia tidak pernah melakukan nya, kehidupan yang dia lewati tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Kata miskin telah menjadi cambuk paling kuat untuk dirinya bertahan hidup hingga hari ini.


Menyesalkah dirinya yang terlahir menjadi orang miskin? dimana semua keluarga nya harus bergantung kepada dirinya?! ketika ayah nya sakit dia mengalah untuk mulai meraup pundi-pundi uang demi pengobatan laki-laki tua tersebut, dan ketika Agnes harus mengejar cita-cita nya dia harus merelakan pendidikan nya!.


Tidak, dia tidak pernah menyesalinya, dia bahagia dengan kehidupan nya hingga hari ini.


Bagi nya hidup itu adalah sebuah perjalanan bukan tempat pelarian, dunia inj fana bukan? kita hanya sementara berjalan di dunia yang di ciptakan oleh Allah SWT.


Hidup di dunia, bagai perjalanan yang harus orang-orang lalui. Meski terkadang banyak sebagian dari kita terasa malas dan berat untuk melangkahkan kaki, namun realitanya kita harus tetap memaksakan diri untuk tetap melangkah.


Walau hidup terasa begitu sulit, terasa lelah bahkan lunglai kita jangan sampai menyerah kalah dari kehidupan di dunia ini. Atau bahkan kita sering tidak memiliki arah dan tujuan hidup, tetaplah melangkah karena perjalanan kita masih panjang.


Hidup di dunia adalah perjalanan panjang, kendati penuh cobaan dan rintangan tetap harus kita lalui. Banyaknya penghalang yang menghadang di depan kita, tak jarang membuat kita pesimis bisa menjalaninya.


Selama kita masih bernafas, ujian dan cobaan hadir dalam hidup kita. Kesedihan dan kebahagiaan saling bersisihan. Tentunya, setiap manusia tidak bisa memperoleh semua kebahagiaan meski itu menjadi sebuah harapan dan doa yang kerap dilangitkan. Kita boleh meletakkan ekspektasi bahwa apa yang diinginkan akan menjadi milik kita, namun siapkan hati yang lapang untuk menerima segala kemungkinkan karena diatas segala pinta kita, Allah lebih dulu tahu apa yang terbaik untuk kita. Allah Maha Mengetahui apa-apa saja yang terbaik bagi tiap manusia karena pemegang hak prerogatif atas takdir manusia. Tugas manusia tetap harus berprasangka baik terhadap kehendak Allah hingga saatnya Allah putuskan.


Lagi Alessia menarik pelan nafasnya, dia mencoba untuk mengembangkan senyuman terbaiknya meskipun tidak dipungkiri ada jutaan kecemasan yang menghantam dirinya.


Mungkin, yah mungkin seusia itu.


Tapi meskipun begitu bisa Alessia lihat jika perempuan itu berasal dari kalangan kelas atas, dari penampilan serta pakaian yang digunakannya menandakan betapa perempuan itu seperti bukan orang sembarangan.


Wajah pucat pasi dan keadaan tubuh yang terlihat tidak baik-baik saja terlihat begitu jelas tercetak di balik Wajah perempuan itu.


Entah penyakit apa yang menggerogoti dirinya, tapi Alessia fikir perempuan itu tidak baik-baik saja.


"Menunggu giliran antri?"


Tanya perempuan itu tiba-tiba.


Mendengar perempuan itu bicara pada nya, seketika Alessia langsung menoleh ke arah Perempuan tersebut lantas berusaha mengembangkan senyumannya.


"Ya, menunggu antrian"

__ADS_1


jawab Alessia pelan.


Dia menelisik wajah perempuan yang ada disampingnya tersebut, sejenak Alessia mengerutkan keningnya, dia pikir bola mata perempuan tersebut terlihat sedikit familiar, dan mengingatkan nya dengan seseorang.


siapa?!.


"Masih Begitu muda? berapa usia kamu?"


Lagi perempuan itu bertanya ke arah dirinya.


mendengar pertanyaan perempuan itu lagi-lagi membuat Alessia mengagukan kepalanya.


"Cukup muda, 21 tahun masuk 22 tahun"


Alessia bicara sambil menjawab malu-malu.


mendengar jawaban Alicia dan ekspresi yang ditimbulkan olehnya, membuat perempuan tersebut mengulum senyumannya.


"Beberapa kali sempat melihat kamu ke rumah sakit ini"


perempuan itu kembali bicara sembari memfokuskan pandangannya ke arah depan.


"Ya?"


Alessia mengerutkan keningnya saat perempuan itu berkata dia sering melihat Alessia disana.


"Terlihat memiliki banyak persolan? diusia yang masih begitu muda"


Lagi Perempuan itu bicara, membuat Alessia sedikit bingung dengan ucapan nya.


"Ya, maksudnya nyonya?"


Tanya Alessia kembali.

__ADS_1


__ADS_2