
Kembali ke rumah sakit xxxxxxx
Kamar VVIP
Begitu pintu kamar VVIP terbuka, Ara yang melihat Mama nya telah membukakan matanya tampak duduk bersandar di tepian kasur jelas langsung berlarian kecil, melesat masuk ke dalam pangkuan sang Mama tanpa berfikir dua tiga kali.
Tangis gadis kecil itu pecah seketika, kerinduan yang membuncah selama beberapa waktu ini akhirnya terbayarkan sudah.
Meskipun orang-orang tidak bilang sebelumnya, tapi Ara tahu ada yang salah dengan sang Mama, apalagi kemarin-kemarin wajah Mama nya terlihat begitu pucat, tidur panjang seolah enggan bangun.
Mereka bilang Mama Agnes hanya lelah, realita nya Ara tahu Mama nya pasti terluka karena hantu bermuka dua yang mengerikan malam itu.
"Mama..."
Seketika tangis gadis kecil itu pecah.
"Oh sayang ku"
Agnes bicara sambil menepuk-nepuk punggung putri nya.
"Kenapa lama sekali bangun nya?"
Mendengar keluhan dan rengekan Ara seketika membuat Agnes merasa bersalah.
"Maafkan Mama"
Ucap Perempuan itu pelan.
Hans yang menggandeng tangan Ara masuk kekamar dan mencoba duduk di kursi yang terletak di sisi kanan Agnes.
Bisa dia lihat Alessia sang saudara kenapa Agnes terlihat sibuk menyiapkan bubur untuk Agnes.
Dia baru sadar di ujung sana di atas kursi sofa seorang laki-laki yang hampir seumuran Daddy nya terlihat tertidur di sana dengan cara melipat kedua belah tangannya.
__ADS_1
Hans jelas mengerutkan keningnya, dia fikir apa kedua pasang Manusia itu telah berbaikan? apa Alessia tidak jadi bercerai dengan suami nya?!.
"Sayang kemarilah, mama masih cukup kesulitan dengan keadaan nya, sebaiknya Ara duduk di pangkuan Om hmmm"
Hans bicara cepat ke arah Ara.
Gadis kecil itu mengangguk pelan, dengan gerakan cepat dia langsung berdiri dan melesat masuk ke pelukan Hans.
Laki-laki itu secepat Kilat menggendong Ara, membiarkan gadis kecil itu memeluk dirinya.
"Ada yang masih terasa sakit? mereka bilang kita masih harus menunggu pemeriksaan berikut nya"
Hans bertanya sambil menatap dalam wajah Agnes.
"Tubuu ku hanya terasa kurang nyaman, mungkin karena terlalu lama berbaring"
Agnes bicara pelan sambil balik menatap Hans.
Agnes terlihat berfikir.
"Kalian bisa keluar jika mau, tapi sebaiknya Agnes mengisi perut nya lebih dulu"
Alessia bicara cepat, mengembangkan senyuman nya sambil duduk disisi kiri Agnes.
"Biar aku yang menyuapi nya"
Hans bicara cepat, dia melirik ke arah kursi sofa.
"Aku fikir kakak ipar membutuhkan kamu saat ini"
Lanjut Hans lagi.
"Ah?"
__ADS_1
Alessia jelas mengerutkan keningnya, langsung menoleh ke arah ujung ruangan.
Bisa dia lihat suami nya Yash tampak beringsut dari sana.
Perempuan itu mengangguk pelan, memberikan piring makanan Agnes pada Hans kemudian berjalan mendekati suami nya.
"Om....Ala juga mau ma'am"
Baiklah, sekarang Ara duduk di samping Mama hmmm, kita akan makan bergantian"
Mendengar ucapan laki-laki kesayangan nya, Ara jelas langsung bersemangat.
Gadis kecil itu langsung melepaskan pelukannya dari Hans kemudian duduk tepat disamping Agnes.
Sejenak keheningan Terjadi di antara mereka, Hans beberapa kali menyuapi Agnes dan Ara secara bergantian.
Kadang terdengar canda tawa dari balik bibir Ara, sedangkan di ujung ruangan, Alessia terlihat membantu Yash mendapatkan pakaian nya dan melesat untuk membersihkan diri nya.
Agnes terlihat menatap dalam wajah Hans untuk beberapa waktu, dia terlihat tersenyum kecil menatap laki-laki tersebut.
"Reno akan datang kemari malam ini"
Tiba-tiba Hans bicara sambil meletakkan piring nasi yang isi nya telah habis dilahap oleh Agnes dan putri nya itu.
"Lamban laut ini akan terjadi"
Ucap laki-laki itu lagi, dia kembali menatap bola mata Agnes untuk beberapa waktu.
Mendengar ucapan Hans seketika Agnes terdiam.
"Seperti biasa aku akan menyerahkan semua keputusan pada diri kamu, jangan fikirkan soal aku, tapi cukup fikirkan kebahagiaan kamu dan juga kebahagiaan Ara"
Setelah berkata begitu seketika keheningan terjadi di antara mereka.
__ADS_1