Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Putri yang tidak mengenali dirinya


__ADS_3

Catatan \=


Terimakasih yang koment cerita author banyak bacot dan flashback nya membosankan, asalkan jangan lupa like dan vote nya dan terimakasih masih bertahan hingga ke part ini🤭💋. plus jgn lupa juga petik hikmah dan pembelajaran di novel author, sebab pembaca pintar bukan hanya ber halu, melainkan bisa memetik hikmah dari apa yang dia baca utk dijadikan pedoman dalam kehidupan nyata.


Salam sayang dan cinta


Eva Hye Seung


❤️


******


Masa sekarang


2 hari setelah peristiwa Malam mencekam


Indri menatap wajah kecil dihadapan nya untuk beberapa waktu, Ara tampak duduk diam didalam ruangan kaca bersama diri nya yang tidak ada seorang pun boleh masuk kedalam nya.


Dia tersenyum melihat Ara yang sejak tadi menggoyang-goyangkan kaki nya yang terjuntai di atas kursi.


Perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya secara perlahan, dia telah mempersiapkan kado itu sejak awal untuk Ara.


"Ini untuk Ala?"


Tanya gadis kecil itu pelan sambil menatap dalam wajah Indri.


Mendapatkan pertanyaan manis tersebut, Indri mengangguk kan kepala nya.


"Tante membeli nya untuk Ala?"


Dia bertanya lagi pada Indri, memastikan dia boleh menerima nya.


Indri lagi-lagi mengangguk kan kepalanya.


Gadis kecil itu melebar kan senyuman nya, secara perlahan dia mulai meraih kotak kecil yang di berikan oleh perempuan cantik dihadapan nya itu, dia membuka isi nya secara perlahan.


Begitu melihat isinya, Seulas senyuman mengembang dibalik bibir gadis kecil tersebut.



Dia mendongak, menatap Indri dengan penuh kebahagiaan.


"Cantik"

__ADS_1


Ucap nya dengan wajah ceria.


Indri mencoba duduk di hadapan Ara, dia menggenggam pelan telapak tangan Ara yang mnggenggam bola kristal pemberian nya.


"Katakan pada Tante, apa harapan terbesar Ara?"


Tanya Indri pelan sambil mencoba menelusuri bola mata indah gadis tersebut.


Ara terlihat berfikir.


"Mama....Papa.... dan Ala"


Ucap gadis itu pelan.


Indri tidak bergeming, dia mencoba menahan perasaan nya.


"Mau tante kenalkan pada seseorang?"


Tanya Indri kemudian.


Ara lagi-lagi terlihat berfikir.


"Siapa Tante?"


"Seseorang yang ingin mengenal Ara lebih dalam"


ucap indri pelan.


Setelah dia berkata begitu tiba-tiba seseorang muncul dari luar pintu, sepasang sepatu terlihat menyembul 1 sosok laki-laki berjalan mendekati mereka.


Reno terlihat menatap Ara dengan wajah berkaca-kaca, tubuhnya gemetaran, tangannya nya terasa basah.


Dia tidak pernah takut menghadapi siapapun. kecuali Mama nya tapi kali ini rasanya berbeda.


Bocah kecil di depannya itu seolah-olah menjadi satu sosok yang membuatnya ciut sebelum bergerak.


Bola mata Ara terus menatap sosok Reno yang berjalan mendekati dirinya, kini laki-laki itu terlihat berusaha untuk duduk disampingnya.


Reno berusaha untuk mengembangkan senyuman nya untuk beberapa waktu.


Alih-alih membalas senyuman Reno, kini bola mata Ara kembali menatap Indri, di bola mata itu terdapat satu ketakutan mendalam.


"Ala mau Papa Hans"

__ADS_1


Gadis itu berusaha bergeser, dia kehilangan senyuman nya begitu saja, bagi nya laki-laki manapun yang mencoba mendekati nya seperti monster.


Dulu beberapa laki-laki pernah mendekati nya demi sang Mama, mereka tidak benar-benar menyukai dirinya, bagi Ara mereka bermuka dua.


Menyukai Ara demi menarik perhatian Mama nya saja.


"Ala mau Mama dan Papa Hans"


Tangis Ara seketika pecah, dia takut laki-laki di samping nya menyakiti dirinya.


"Ara?"


Reno berusaha untuk menyentuh Ara, dia cukup panik dan serba salah, tapi Indri secepat kilat menahan tangan Reno, perempuan itu menggelengkan kepalanya secara perlahan.


Memberi kode jika Reno tidak harus takut dan terburu-buru, Ara jelas butuh waktu.


Indri secepat kilat meraih tubuh Ara, dia menggendong tubuh gadis kecil itu dan mencoba untuk menenangkan nya.


Reno terlihat diam tidak bersuara.


Tidak tahu kenapa rasanya begitu sakit sekali, ketika putri nya tidak menerima kehadiran dirinya.


Tiba-tiba dari Arah balik pintu seseorang masuk dengan gerakan cepat.


"Ara..."


Suara seorang perempuan mengejutkan mereka.


Indri dan Reno seketika menoleh.


"Mama...."


Ara seketika memberontak, meminta turun dan ingin naik ke gendongan perempuan ada di hadapannya saat ini.


Reno seketika membeku, dia seolah-olah nyaris salah mengenali orang.


Yah dia fikir itu Agnes, tapi rupa nya perempuan dihadapan nya itu adalah.


Alessia.


"Mama..."


Ara secepat kilat masuk ke dalam pelukan Alessia, perempuan itu langsung menggendong Ara dengan rasa cemas dan khawatir nya.

__ADS_1


__ADS_2