Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Pecah


__ADS_3

Papa Abizard, Mohammed meremas kertas yang ada dihadapan nya dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti oleh siapapun.


Televisi LCD di hadapannya berukuran raksasa tersebut Terus Menayang kan berita yang begitu mengerikan.


laki-laki itu buru-buru mematikan layar televisi tersebut.


Mama Helen terlihat begitu cemas, air mata nya terus mengalir sejak tadi begitu dia mendapat kan informasi soal berita yang pecah pagi ini.


Dimas terlihat membuang muka nya dengan cepat, dia mencoba untuk menghubungi seseorang di ujung ruangan.


Seorang perempuan berusia 35 tahunan dan seorang laki-laki berusia sekitar 47 tahunan berkepala plontos terlihat menyeka keringat nya sejak tadi berdiri didepan meja dimana Papa Mohammed berdiri.


Laki-laki tua dengan jutaan kharismatik nya itu menatap laki-laki berkepala plontos tersebut dengan tatapan membunuh.


"Stasiun televisi mana dulu yang memuat berita nya?"


Tanya Papa Abizard sambil mengeratkan rahangnya.


"Di siarkan serentak dalam berita pagi, semua seolah-olah telah direncanakan dengan matang"


"Oh.."


Mama Helen tampak menganga tidak percaya.


Dimasa lalu pernikahan putra nya gagal karena skandal memalukan, di pernikahan kali ini bagaimana?!.


Pagi-pagi seluruh stasiun televisi menyiarkan berita mengerikan, istri baru Abizard Nakhel penerus kerajaan bisnis Nakhel group memiliki skandal Vidio panas berdurasi 20 detik, dimana disana terpampang jelas wajah menantunya Indri dan ....

__ADS_1


"Reno, cari Laki-laki itu sampai dapat dalam keadaan hidup"


Terdengar suara Dimas yang begitu marah di ujung sana.


Saat ini keluarga mereka seketika menjadi menegang.


Suara telpon terus terdengar sejak pagi tadi di setiap sudut rumah, belum lagi kekacauan di kantor Nakhel group yang harus menerima satu persatu panggilan dan berkata itu bukan Indri, bahkan para wartawan mulai menggila untuk mencari kebenaran akan Vidio mengerikan tersebut yang terjadi di kamar mana Helen tidak tahu, kapan dan aahhhh entahlah dia tidak tahu.


Yang jelas Vidio panas berdurasi 20 detik itu benar-benar terlihat begitu nyata dan mengerikan untuk siapapun yang menonton nya.


"Allahuakbar"


Mama Helen menutup wajahnya dengan kedua Belah tangan nya.


Dia yakin 💯% itu bukan Indri, Abizard sempat turun dan meminta pelayan mengganti Sprai kasur mereka, para pelayan terlihat cengar-cengir kuda saat mendapatkan noda merah di Sprai kasur mereka, itu menandakan gadis itu jelas belum Pernah di jamah.


Mereka harus mencari pemeran asli nya, mereka harus membuat sebuah klarifikasi, mereka harus membersihkan nama baik Indri.


Tapi yang jadi pertanyaan berapa lama mereka harus mencari?!


"Jangan biarkan Abizard dan Indri menonton televisi, membaca majalah atau menggunakan handphone mereka"


Papa Mohammed bicara ke arah perempuan yang ada dihadapan mereka.


"Jaga semua mulut Dan jangan sampai mereka tahu Terutama orang tua Indri, aku tidak mau mereka menjadi tertekan karena berita ini"


Lanjut papa Mohammed lagi.

__ADS_1


"Baik tuan"


Di ujung sana dimas terlihat meraup kasar wajahnya, laki-laki itu mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Cari tahu siapa penyebar berita pertama, aku pastika akan menaikkan kasus nya ke meja hijau"


ucap laki-laki itu dari balik handphonenya.


"tidak peduli bagaimana caranya pastikan semua pelaku yang terlibat agar ditangkap, aku akan membuat proses hukumannya menjadi berat dengan beberapa pasal berlapis"


lanjut Dimas lagi.


"orang itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa"


Setelah berkata begitu Dimas langsung menutup panggilannya.


Laki-laki itu mengeratkan rahangnya kemarahan jelas terlihat dari bola matanya, dia fikir siapa orang-orang yang berani-beraninya bermain-main dengan dirinya.


Orang itu sedang mencari mati dengan nya.


Adiknya jelas adalah gadis baik-baik, jangankan untuk membuat video berdurasi 20 detik, keluar rumah pun Indri selalu diantar olehnya, bahkan dia tidak pernah mengizinkan Indri pergi dengan teman manapun sebab dia tahu pergaulan zaman sekarang benar-benar sangat mengerikan.


Reno mendekati Indri pun dia selalu mengawasinya, tidak sekalipun laki-laki itu pernah berhasil membawa Indri keluar tanpa ada mamanya disamping Indri.


Dia baru mempercayai Indri pergi sendiri ketika gadis itu berkata jika dia ingin bekerja di perusahaan Nakhel.


Dimas menggenggam erat telapak tangannya untuk beberapa waktu sembari bola matanya terpejam dengan rapat.

__ADS_1


Berani-beraninya!.


__ADS_2