
Beberapa hari sebelumnya
Firm low officer xxxxxxxx
Jakarta pusat
Dimas terlihat mengerutkan keningnya saat menerima berkas yang ada di hadapannya, perempuan dihadapan nya itu tampak mengembangkan senyuman nya sambil menunggu keputusan sang pengacara muda tersebut untuk beberapa waktu.
"Keluarga?"
Dimas bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Mereka bilang ini kasus pembunuhan berencana yang melibatkan suami nya"
Dimas terlihat mengetuk-ngetuk meja kerjanya.
Perempuan itu terus menatap sosok laki-laki dihadapan nya itu.
Dia fikir siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan pengacara muda dihadapan nya itu, selain pintar Dimas jelas terkenal dengan wajah tampan menggoda nya, dengan usia yang muda namun belum pula memiliki kekasih hati, meskipun baru berkecimpung di dunia hukum, kemampuan laki-laki itu jelas luar biasa.
Laki-laki itu melewati masa magang nya hampir 2 tahun, kemudian dia benar-benar resmi bekerja di kantor firma hukum tersebut selama 8 bulanan ini.
Beberapa pengacara terkenal dan berbakat di Jakarta yang pernah bertemu dan melihat kemampuan nya selalu berkata, dalam 3-4 tahun ke depan karir laki-laki itu akan cemerlang, kemampuan nya pasti akan banyak di akui orang-orang, dia akan hidup mapan dengan banyak prestasi yang pasti semakin di akui oleh banyak kalangan.
Apalagi laki-laki itu menjadi salah satu pengacara muda yang acapkali di bawa oleh salah satu pengacara terkenal dan terpandang di Indonesia.
Dalam beberapa kasus Dimas selalu di libatkan di dalam nya.
Jadi tidak Heran Banyak perempuan di beberapa kantor firma hukum sedang berlomba-lomba untuk menarik perhatian laki-laki tersebut, tapi sayang nya hingga hari ini laki-laki itu tidak menampakkan ketertarikan nya kepada perempuan manapun.
Yang mereka tahu, laki-laki itu sering hilir mudik membawa gadis cantik di luar jam kantor menggunakan motor matik nya, tapi tidak ada yang tahu siapa gadis cantik itu sebenarnya.
__ADS_1
"Aku akan melihat berkas nya lebih dulu"
"Oke"
Perempuan itu kembali melebarkan senyuman nya, dia langsung berbalik dan mencoba beranjak dari sana.
*******
Kafe xxxxxxxx
Jakarta
Dimas terlihat melirik ke arah jam tangannya beberapa kali, dia fikir seharusnya dia sudah kembali ke rumah sejak tadi, tapi dia terpaksa berada di kafe tersebut atas permintaan sang sahabat baik nya.
"Bantu aku sebentar yah Dewa, please"
Gadis itu bicara dengan nada memohon kepada dirinya.
"Pura-pura jadi pacar sehari aku, buat mutusin Yudi, kamu tahu kan aku nggak cinta sama dia"
Mendengar ocehan gadis itu membuat dirinya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
"Gadis seperti kamu itu memang ribet"
Ucap laki-laki itu sambil memijat pelan kepalanya.
"Setelah berkata suka, kemudian tiba-tiba berubah tidak suka, kadang rela berbohong demi bisa jalan dengan laki-laki lain padahal jelas-jelas Sudah punya Kekasih"
"Itu karena kamu nggak mau jadi pacar aku"
Gadis itu bicara sambil terkekeh.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik pacaran dengan teman sendiri"
Ucap Dimas sambil menyeruput kopi milik nya.
"Kenapa?kamu nggak mau bukan masalah, aku yang tertarik, kata nya istilah itu sekarang lagi ngetrend kok, friend zone"
Setelah itu gadis itu malah tertawa terkekeh geli.
"Gila"
Dimas menggelengkan kepalanya.
Sembari menunggu teman nya, dia mencoba membuang pandangannya menuju ke sisi kanan nya.
...(Hanya Visual)...
Sejenak bola mata laki-laki itu melihat beberapa sosok gadis yang duduk tepat diluar dimana dia tengah duduk didalam kafe tersebut, sekumpulan gadis terlihat asik bercanda bersama.
Ketika semua orang terlihat begitu alay bicara soap banyak hal, tertawa cekikikan sambil bergosip ria, satu sosok gadis di antara semua nya terlihat bergerak begitu santai, sesekali mengembang kan senyuman nya, sesekali gadis itu menyeruput minuman nya.
Bisa dia lihat karakter gadis itu seperti apa, bukan type pecicilan atau terlalu lebai dengan urusan orang lain, terlihat tenang dan tidak begitu tertarik dengan laki-laki yang berlalu lalang atau berusaha untuk menggoda nya, bisa Dimas tebak gadis itu type gadis bermulut tajam ketika tidak suka dengan sesuatu di sekitar nya.
Bola mata Dimas jelas tidak lepas dari sosok cantik tersebut, menatap dalam gadis itu untuk beberapa waktu.
Beberapa teman-teman gadis itu terlihat melirik ke arah Dimas, bisa dia rasakan semua gadis itu terlihat begitu antusias dan heboh, tapi bola mata Dimas terus tertuju kepada satu sosok disamping nya.
Seketika para teman gadis itu seolah-olah berkata jika Laki-laki di balik kaca memperhatikan dirinya, dengan gerakan perlahan gadis itu mengikuti arah pandangan teman-teman nya.
Sejenak bola mata mereka bertemu untuk waktu yang cukup lama, gadis itu kemudian terlihat menundukkan perlahan kepalanya tanpa melebarkan senyuman nya sama sekali.
__ADS_1
Hingga akhirnya gadis itu kembali membuang pandangannya begitu saja.