Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Fasilitas kantor


__ADS_3

Ditengah kebingungan atas tindakan Abizard yang tahu-tahu mengirimi nya mobil, pertanyaan sang kakak yang juga tiba-tiba ada di belakang nya membuat dia terkejut.


"Siapa Abi?"


Tanya laki-laki itu sekali lagi saat Indri sudah berbalik dan menatap wajah sang kakak.


Bagaimana cara dia menjelaskan nya?.


Kakak nya paling sulit di ajak berkompromi soal laki-laki, bahkan dimasa kemarin sang kakak sangat tidak suka dengan Reno, laki-laki itu berkata Reno bukan pilihan bijaksana, sebab Reno di anggap sang kakak bukan orang yang baik.


"Insting seorang kakak juga insting sesama laki-laki, kau tahu? mata tidak bisa membohongi mata, berhati-hati lah dengan laki-laki itu"


Kakak nya kala itu berusaha mengingatkan dirinya.


Tapi melihat keseriusan Reno membuat Indri luluh, apalagi laki-laki itu berkata akan melamar dirinya dalam waktu dekat.


Kenyataan nya apa yang dikatakan sang kakak benar adanya, laki-laki itu benar-benar membohongi nya saat dia tahu soal Anita.


"Itu..."


Indri tampak menggigit bibir bawahnya, dia sedikit gelisah untuk berkata jika Abi adalah bos di kantor nya, laki-laki yang sudah mengenalkan nya pada semua anggota keluarga nya, bahkan berkata akan datang dan melamar nya secara resmi dalam beberapa waktu kedepan.


Apa alasan paling tepat untuk dikatakan pada sang kakak?.


Ya Allah berikanlah hamba mu ide yang luar biasa,dimana Indri ke ahlian mu dalam membuat alasan?.


Pekik Indri dalam hati.


"Itu mobil fasilitas dari kantor, nak?"


Tiba-tiba suara Sang papa memecah keadaan, laki-laki itu bertanya cepat dari arah belakang sang kakak nya.d


"Bos kamu yang memberikan nya?"


"Eh?"


Indri jelas Bingung.

__ADS_1


Fasilitas kantor?.


Ah... bukankah itu ide yang bagus? jangan bilang soal Abizard sebelum laki-laki itu datang, setidaknya biarkan sang kakak mengenal Abizard dengan cara yang normal, jangan buru-buru bilang soal Abizard Itu adalah......


Hm....?!.


Sebenarnya hubungan kami ini apa?.


Indri Jadi menggaruk pelan kepalanya.


Iya, dia fikir sebenarnya hubungan mereka itu apa hingga sejauh ini?.


Kan alasan paling tepat adalah FASILITAS KANTOR.


"Iya itu mobil fasilitas dari kantor hehehe"


Ucap Indri cepat sambil berusaha untuk beranjak menuju ke arah gantungan pakaian di belakang pintu, dia mencari handuk nya Di sana.


"Aku pasti telat ini, harus mengurusi bos besar karena ada rapat yang harus di hadiri pagi-pagi sekali"


Pekik Indri tiba-tiba,gadis itu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


Tanya Dimas sambil menatap Indri yang mulai hilir mudik kesana-kemari.


"Hmmmm"


Seketika kegalauan terjadi di hati Indri.


Terlihat kekecewaan di balik wajah sang kakak.


Ohhh.


Seketika Indri menghentikan gerakan nya, dia langsung mendekati sang kakak kemudian memeluk erat tubuh laki-laki itu.


"Hari Minggu kita keluar bersama mama dan papa, kita pergi menggunakan mobil kakak"


Ucap Indri cepat.

__ADS_1


"Ini rayuan?"


Tanya Dimas pelan sambil mengelus lembut kepala sang adik.


"Tidak kakak, tapi ini permintaan, aku ingin mencoba naik mobil kakak hmm tapi sepertinya hari ini harus di batalkan lebih dulu"


Jawab Indri sambil melepas kan pelukan nya.


"Bukankah besok Minggu yah yah yah?"


Bujuk Indri sambil menekan kedua belah pipi kakak nya.


"Dia benar-benar pandai merayu"


Ucap Dimas sambil memicingkan sebelah matanya.


Sang papa tampak mengulumkan senyuman nya melihat tingkah laku kedua anak nya itu.


Indri seketika terkekeh senang, dia mencium bahagia pipi kanan kakak nya.


"Mandilah, kamu bisa telat ke kantor"


Ucap Dimas sambil mendorong adiknya dengan cepat ke belakang.


"He em"


Indri mengangguk kan cepat kepalanya.


Owhhhh ya Tuhan selamat... selamat....!!!.


Pekik Indri sambil mengelus dadanya perlahan lantas langsung melesat masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu tidak bersiap?"


Papa nya bertanya ke arah Dimas.


"Hmm aku akan bersiap sekarang"

__ADS_1


Setelah berkata begitu, laki-laki itu buru-buru melesat pergi dari kamar tersebut di ikuti sang papa.


__ADS_2