Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Rudal pukguksong


__ADS_3

Mama Indri Tampak mengerutkan keningnya saat dia melihat Dua sosok cantik berjalan menuju ke arah rumah mereka.


Awalnya dia sempat melirik, berfikir dua makhluk cantik dengan penampilan ala ibu-ibu sosialita itu akan bertandang ke tetangga sebelah yang pantat rumah nya berpagar besi dengan bangunan cukup mewah.


Tapi begitu langkah kaki dua wanita itu berbelok ke arah pagar belakang rumah mereka, seketika wanita dengan penampilan sederhana dengan daster sebatas lutut itu kaget setengah mati.


Alamakkkk kemari?.


Mama Indri yang biasa di sapa Mama Nur itu jelas terkejut.


Dia mencoba mengingat-ingat apakah punya tunggakan kredit panci atau tagihan hutang ke rentenir yang belum di cicil.


Realita nya setelah di ingat-ingat dia mereka terakhir punya kreditan panci dan barang-barang tong kemerentong didapur waktu Indri kelas 2 SMP, bahkan berurusan dengan rentenir terakhir kali waktu Indri harus membayar uang masuk kuliah di masa dulu.


Kini mereka memilih hidup sederhana apa ada nya tanpa ikut arus dunia yang bisa bikin gila hingga membuat tensi darah tinggi meningkat karena perihal hutang yang tidak berkesudahan.


Jadi siapa dua orang Cantik didepan nya ini?!.


Satu salam terucap dari bibir Perempuan muda yang ada di belakang wanita seumuran nya itu.


Mama Nur terlihat gagal fokus.


Wajah cantik, tubuh lemah gemulai, rambut hitam panjang dengan bulu mata lentik dan hidung mancung menggoda, kulit perempuan itu original kulit bule yang nyasar masuk perkampungan Indonesia.


Berubah sedikit menggelap dengan bulu-bulu halus berwarna pirang, anak sekarang bilang nya BLONDE.


Tapi dia benar-benar gagal fokus pada jakun di leher perempuan itu dan itu sangat mengganggu.


Dia laki-laki atau perempuan?.

__ADS_1


Tanya wanita itu didalam hati nya.


Sejenak Mama nur menatap ke arah kaki nya.


Ya Allah.


Wanita itu melonjak kaget.


Bukan karena kaki Perempuan itu berbulu atau betis nya besar seperti betis kesebelasan.


Tapi realita nya perempuan cantik itu bertelanjang kaki, jari-jari kaki mereka Tampak Bergerak kesana kemari, kotor karena habis bermain-main dengan lumpur dan tanah di belakang rumah.


Oh ya ampun.


Mama nur baru sadar dua orang itu sedikit basah kuyup.


"Maaf mau cari siapa?"


Cuaca masih sangat mengganggu aktivitas, guyuran hujan masih membasahi bumi, membuat semakin malas orang-orang disekitar untuk bangun apalagi di waktu akhir pekan begini.


Alih-alih menjawab lebih dulu, perempuan cantik ber jakun itu yang tidak lain adalah misca menyerah kan beberapa kantong kresek ke arah Mama nur.


"Tante tahu? ini cukup berat, sebenarnya bukan ini yang jadi permasalahan, tapi permasalahan utama aku saat ini adalah, aku benar-benar butuh pergi ke toilet"


Ucap misca sambil meminta wanita seumuran Mama Abizard itu mengambil tumpukan kantong kresek yang ada di tangan nya.


"Ohhh ini bisa membunuh ku, rudal pukguksong milik ku bisa pecah"


Pekik misca langsung celingak-celinguk mencari toilet di rumah tersebut.

__ADS_1


Mama nur buru-buru menunjukkan sebuah pintu di sisi kirinya.


Secepat kilat misca melesat masuk menuju ke arah pintu yang di maksud mama nur.


Sejenak Mama nur dan Mama Helen saling menoleh, mereka sama-sama mengerutkan keningnya.


"Rudal pukguksong itu apa?"


Mama nur bertanya dengan ekspresi aneh sambil terus mengerutkan keningnya.


Mama Helen tampak tertawa geli, dia seketika membayangkan rudal yang di maksud oleh misca.




Hitam, besar dan panjang.


Wanita itu mencoba menahan tawa nya.


Laki-laki jadi-jadian itu punya rudal pukguksong?.


Oh ya Tuhan.


Mama Helen terus terkekeh dalam keadaan tidak jelas, sedangkan Mama Nur hanya bisa menatap bengong wanita cantik dihadapan nya itu dengan perasaan bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


*******


Author ikutan membayangkan wakakakakakak

__ADS_1


🤣🤣🤣🤣🤣🔥🔥🔥🔥🔥😂😂😂😂😂


__ADS_2