Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tetaplah tersenyum


__ADS_3

Masih di masa lalu


Restauran xxxxxxx


Alessia terlihat diam mendengarkan ucapan Laki-laki dihadapan nya untuk beberapa waktu.


"Bukankah yang dibutuhkan seorang pelacur hanya uang 💸?"


Yash terlihat mendengus, menelisik wajah Alessia dengan tatapan penuh kebencian.


Dia jelas mengejek, tidak habis pikir dengan cara pemikiran atau jalan pemikiran perempuan jaman sekarang.


"Sudah berapa banyak laki-laki yang pernah menggunakan kamu? apakah hidup terasa begitu sulit? seharusnya anak muda seperti kamu makan dan tidur di rumah, menikmati masa muda dan pergi berkencan, bukan nya mendekati istri orang dan mencoba menggoda suami orang lain dan bermain nasib untuk jadi istri ke dua seseorang yang setia"


Kata-kata yang di lontarkan laki-laki tersebut benar-benar membuat perasaan Alessia terluka.


Yah seharusnya dia saat ini menikmati masa mudanya, berkencan, bekerja dan bahagia dengan apa yang ada dihadapan nya.


Bukankah sangat bodoh sekali bertarung nasib yang tidak pasti, mengorbankan masa depan nya, hanya demi uang?!.


Tapi realita nya uang bisa mengalahkan segalanya bukan?nilai ukur kehidupan sekarang benar-benar berdasarkan selembar kertas yang disebut uang.


Bahkan banyak yang mendewakan uang dan mencari jutaan cara untuk dapat hidup bahagia bersama uang.


Tapi hidup sebenarnya bukan hanya menyangkut soal uang bukan?!.


Alessia tahu itu.

__ADS_1


Satu yang selalu dia pegang sejak dulu,Ada yang lebih penting dari pada uang, yaitu sebuah harga diri.


Tapi ketika seseorang tidak memiliki pilihan lagi, apakah harga diri terlihat begitu penting saat ini?!.


Tidak..!.


Dia hanya bisa menahan seluruh harga dirinya di injak-injak dari sisi kiri dan kanan.


Karena keadaan tidak memberikan dia pilihan.


Kemana dia melangkah dan mengadu? kemana dia mencoba mencari bantuan dalam satu malam?!.


Satu-satunya tempat dia mengadu kepada Allah, tapi uang tidak mungkin turun dari langit tanpa usaha.


Bagi Alessia selama tidak menjual harga dirinya, tidak menjadikan dia budak pemuas nafsu laki-laki hidung belang itu jelas jauh lebih baik.


Bukan penggoda suami orang, bukan pelakor, bukan perebut hak milik Wanita baik-baik, bukan penghancur rumah tangga orang dimana Allah paling membenci tindakan seorang perempuan yang merusak kehidupan rumah tangga orang lain dan memaksa seorang laki-laki menceraikan istrinya demi seorang perempuan asing lainnya, dia tidak harus bersedih hati dan merasa kecewa dengan keadaan saat ini.


Semua dilakukan untuk menyelamatkan banyak orang.


Adiknya Agnes, keponakan nya yang akan segera lahir.


Menyelamatkan harta wanita yang meminta agar dia menikahi suami nya yang takut dikuasai oleh adik nya, menyelamatkan keluarga perempuan tersebut dari jeratan wanita tidak baik yang akan datang menggoda dan merusak, menyelamatkan putra laki-laki itu yang dia belum tahu siapa agar kembali ke tempat asalnya dan menjadi penerus Al Kalid company, menyelamatkan putri wanita dan laki-laki itu dari ancaman Wanita jahat yang ingin menghabisi harta nya.


Melindungi hak dan harta perempuan itu dari hal-hal buruk yang sejak awal sudah di antisipasi.


Yah ada banyak sekali yang akan diselamatkan dari pernikahan ini.

__ADS_1


Jadi Alessia fikir kenapa dia harus khawatir soal harga dirinya saat ini?!.


Dia yakin hidup tidak selamanya sulit bukan? akan ada bahagia setelah rasa sedih dan sakit, tiap orang pasti memiliki ujian mereka masing-masing.


"Yang paling tahu berapa banyak laki-laki yang pernah menjamah ku hanya Allah, maka biarkan Allah sendiri yang akan memperlihatkan kepada tuan seberapa buruknya aku dimasa kemarin hingga hari ini"


Jawab Alessia pelan sambil menatap dalam bola mata Yash.


"Semua orang bukankah ingin melewati kehidupan terbaik mereka apalagi di usia remaja mereka, aku juga sama, dan aku anggap kehidupan terbaik dimasa remaja ku adalah menikah dengan Anda, tuan"


Yash terlihat mengeratkan rahangnya.


"Maafkan aku karena egois menerima kesepakatan ini, benar ini soal uang, tapi aku tidak bisa menarik kembali kesepakatan yang telah aku dan nyonya buat bersama"


Rasanya begitu sakit saat Alessia harus mengatakan soal itu semua.


bayangkan bagaimana ekspresi Yash saat ini, laki-laki itu berdiri dari duduknya dan tiba-tiba dengan gerakan cepat dia menarik kasar kerah baju Alessia Hingga membuat gadis itu berdiri dengan begitu buruk.


Dia benar-benar bukan type laki-laki kasar, tapi setiap kali menghadapi Alessia baginya gadis dihadapannya itu persis seperti seorang pe..lacur yang tidak memiliki harga diri sama sekali.


"Baik mari kita menikah, tapi jangan harap kau akan bahagia didalam pernikahan kita, aku akan memastikan Betapa tersiksa nya ketika kamu memilih untuk menjadi istri ku baik secara lahir maupun batin"


Setelah berkata begitu Yash langsung mendorong tubuh Alessia kearah belakang, gadis itu terhuyung dan nyaris terjatuh


Begitu Yash beranjak pergi, Alessia mencoba untuk tidak menangis, dia menyentuh dadanya sambil berusaha untuk menahan isakannya.


Tetaplah tersenyum Alessia, semua pasti baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2