
"Mari bicara serius kali ini"
Ucap laki-laki itu pelan sambil menatap dalam bola matanya.
Indri jelas terkejut saat Abizard kembali menahan tubuhnya, laki-laki itu mengunci tubuh nya kembali ke lemari walk in closed.
"Ya Pak?"
Indri jelas terkejut, bola matanya menatap lekat-lekat wajah laki-laki tersebut.
"Aku tidak bilang ini lamaran resmi, tapi aku benar-benar serius mengatakan nya, Maukah kamu menikah dengan ku, Indri?"
Seketika Gadis itu tercekat, Indri jelas menelan Saliva nya.
"Apa kamu masih mencintai Reno? setelah apa yang kamu lihat semalam?"
Indri menggenggam pelan ujung blazer nya, telapak telapaknya jelas terasa basah dan menegang.
Laki-laki itu apa sedang melamar nya?.
Fikir nya.
"Tapi pak..."
"Aku tidak minta kamu menjawab nya sekarang, anggap kita sedang melakukan pendekatan, aku akan datang secara resmi untuk berkunjung di akhir Minggu ke keluarga kamu"
Indri jelas menganga.
"Ber..kun..Jung?"
Tanya nya dengan perasaan gugup.
Bagi nya semua jelas terlalu cepat, mereka baru saling mengenal 2 hari belum genap 3 hari, bahkan hubungan dia dan Reno jelas sedang terombang-ambing kesana-kemari.
Laki-laki itu beberapa kali mencoba menghubungi dirinya semalaman, tapi Indri mencoba terus mengabaikan nya.
Bahkan pagi ini Reno terus mencoba untuk menelpon nya bahkan melalui Mama nya.
Dia fikir dia harus menyelesaikan urusan nya dengan Reno terlebih dahulu baru dia menyelesaikan urusan nya dengan Abizard.
Tiba-tiba Abizard dengan cepat membuka handuk nya, seperti kemarin tanpa rasa canggung laki-laki itu mulai menggunakan pakaian nya.
Hahhhhh ya Allah, otak polos Ku benar-benar ternodai ya Allah.
__ADS_1
Indri langsung membalikkan tubuhnya, membiarkan laki-laki itu menggunakan pakaian nya satu per satu.
"Ngomong-ngomong"
Abiza bicara tiba-tiba.
"Ya?"
Dan selalu laki-laki itu tiba-tiba ada di belakang nya, saat Indri menoleh seketika dia nyaris menabrak tubuh kokoh itu.
Bagaikan gerakan slow motion Sejenak Indri memejamkan bola matanya karena refleks terkejut atas kehadiran Abizard yang berada tepat didepan nya.
Laki-laki itu terlihat mengulum senyumannya saat melihat ekspresi Indri.
"Apa kamu bisa menyetir?"
Tanya Abizard tiba-tiba.
"Ah?"
Menyetir?.
Seketika Indri membuka bola matanya.
"Kenapa memang nya?"
Indri bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Bukan apa-apa, aku hanya bertanya"
"He em, bisa"
Jawab Indri pelan.
"Itu bagus"
Ucap Abizard cepat Sambil menyerahkan dasi yang ada ditangan nya pada Indri.
Gadis itu menerima dasi tersebut dan mulai memasangkan nya ke leher Abizard.
Oh god.
Indri Fikir dia benar-benar persis seperti seorang istri yang memasangkan dasi ke leher suami nya.
__ADS_1
Abizard tampak menatap dalam wajah Indri yang mulai membuat simpul pada dasi nya, entahlah seperti laki-laki remaja yang baru merasakan jatuh cinta Jantung nya berdetak tidak beraturan saat dia merasakan sentuhan lembut jemari gadis itu yang beberapa kali bergeser pada leher dan dada bidangnya.
Bisa dia lihat bola mata indah itu terlihat begitu fokus merapikan kerah leher dan kameja nya.
Ah entahlah Abizard benar-benar dibuat tergila-gila oleh gadis itu, bahkan dia tidak bisa menghentikan bola mata nya menatap gadis yang ada dihadapan nya itu.
Tidak dia pungkiri, Indri mampu menaikkan kadar hormon testosteron nya, bahkan acapkali ereksinya naik secara tiba-tiba, dia terkadang tidak bisa menahan hasratnya untuk menghabisi gadis dihadapannya itu.
Tapi otak dan hati nya jelas sering bertentangan, dia tahu yang dia hadapi hanya gadis muda yang belum berpengalaman.
Jika Indri adalah perempuan-perempuan lain yang menawarkan diri kepada dirinya, sudah Abizard yakini dia akan membawa Indri sekarang juga ke atas kasur nya.
Tapi Indri jelas berbeda, gadis itu bahkan begitu kaku dan mati gaya saat dia mengajak nya berbagi Saliva.
Karena itu dia membuat satu keputusan telak, menikahi gadis itu baru menghabisi nya ke atas kasur nya.
Oh shi..t berapa lama lagi dia harus menunggu?.
Dia benar-benar tidak sabaran untuk membuat gadis itu berada di bawah Kungkungan nya.
Abizard masih terus memperhatikan bibir indah gadis itu, hingga pada akhirnya secara spontan laki-laki itu menyambar perlahan bibir Indri tanpa basa-basi.
Eh..?.
Indri jelas terkejut saat Abizard tanpa aba-aba menyambar bibirnya, mencium nya dengan gerakan lembut sambil satu tangan nya menahan Tengkuk nya.
Bolehkah dia menikmati nya?.
Laki-laki itu kembali melakukan nya, ini dia fikir sudah ke yang berapa kali nya?.
Dikala Abizard sibuk dengan permainan bibir nya, tiba-tiba sepersekian detik kemudian seseorang masuk ke dalam kamar nya.
"Akhhhh ohhh tidak terlaknat mata indah ku melihat adegan mesum ini..."
Suara misca tiba-tiba memecah keadaan.
Oh shi..t.
Pengganggu ini.
Umpat Abizard langsung melepaskan ciumannya.
Misca langsung salah tingkah, bukan dia yang berciuman tapi dia yang paling galau dan malu dengan keadaan, dengan gaya lemah gemulai nya misca jelas merasa jadi serba salah.
__ADS_1