Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Mengenang masa kecil


__ADS_3

Indri yang masih sibuk menata sarapan pagi di meja makan sejenak mengerut kan keningnya saat dia mendengar tawa cekikikan di arah dapur dimana biasa mereka memasak.


Dimana Dapur dan ruang makan di sekat oleh dinding dan sebuah Lemari besar, Indri buru-buru mengintip ke arah belakang, dia fikir apakah ada tetangga sebelah yang bertandang dan siap mengajak sang mama nya meng gibah?.


Sejenak kekhawatiran menghantam, dia fikir bagaimana jika yang terjadi bukan peng gibah'an melainkan ke kepoan tetangga soal berita yang santer terdengar sejak kemarin soal dirinya dan Abizard.


Begitu Indri mengintip, seketika bola mata Gadis itu membulat.


Hahhhhh?!.


Indri jelas ternganga saat tahu siap yang ada di belakang sana.


"Mama?"


Gadis itu berteriak kegirangan, berjalan cepat ke arah wanita paruh baya itu.


Yang diteriaki tidak kalah geru saat melihat Indri jelas terlihat senang melihat kehadiran dirinya.


Indri Seketika menghampiri wanita itu, meloncat kegirangan lantas memeluk wanita cantik itu dengan perasaan bahagia.


"Oh Tuhan, Mama kenapa kemari hujan-hujan? seharusnya mama tunggu hujan nya Reda"


Indri bertanya sambil melihat penampilan sang mama Abizard yang terlihat sedikit kebasahan, belum lagi kaki wanita itu yang pada kotor tidak menentu.


"Aduhhh jangan terlalu di fikirkan, Mama jadi bisa menikmati moment masa kecil ketika masuk ke tempat ini"


Mama Helen menjawab cepat.


Sejenak dia terkenang dengan masa anak-anak nya, bermain di perkampungan yang berdiri di Antara bangunan yang belum semegah sekarang disisi kiri dan kanan mereka.

__ADS_1


Kala itu mereka menikmati masa anak-anak penuh kebahagiaan, permainan lompat tapi, lempar batu, ada permainan ala Sorong kereta api di mana satu anak dengan anak yang lain saling memegang bahu sambil bernyanyi lagi keren api, ada permainan kelereng bahkan mereka memainkan permainan gasing bersama anak-anak laki-laki dan perempuan.


Jika ada yang kalah pasti ada yang menangis karena di anggap di goreng habis-habisan oleh teman-temannya lainnya.


Sangat kontras sekali dengan permainan anak-anak jaman sekarang, dimana anak-anak sekarang lebih nyaman dengan permainan gadget, handphone, tablet atau hal-hal modern yang sebenarnya bisa merusak mata dan pemikiran, rawan akan Vidio atau tontonan yang di takut kan para orang tua namun meskipun begitu para orang tua selalu berkata itu adalah permainan yang paling mampu membantu mereka dengan kegiatan mereka tanpa harus diganggu oleh anak-anak.


Ahhhh entahlah.


Dia jadi merindukan suasana anak-anak nya kala itu yang jelas tidak akan dia dapatkan lagi di masa sekarang.


"Mama jadi rindu masa anak-anak dulu"


Ucap wanita itu pelan.


"Ohh Mama"


Indri buru-buru kembali memeluk wanita itu.


"Sayang...jadi coba jelas kan dengan Mama, Tante ini siapa?"


Sang Mama bertanya sambil menyentuh pelan bahu Indri.


Dia jelas masih bingung dengan keadaan.


Wanita cantik dengan gaya sosialita, bisa dia lihat pakaian wanita itu barang mewah dan berkelas, bahkan rasanya tidak pantas wanita itu bertamu di rumah sederhana mereka.


Takut jika tempat mereka bisa mengotori pakaian mahal wanita tersebut.


"Ah itu..."

__ADS_1


"Allahuakbar busyet bujur ngesot alamakkkkk perempuan cantik kencing berdiri..."


Belum juga Indri menjawab, satu teriakan heboh jelas mengejutkan semua orang.


Indri ikut melonjak kaget diikuti Mama Nur dan Mama Helen.


Sang Papa Indri Berteriak histeris sambil membanting pintu kamar mandi, cukup shock saat dia baru akan masuk ke kamar mandi melihat perempuan cantik tengah buang air dengan cara berdiri.


Dan lagi-lagi kehebohan baru terjadi, semua orang jelas ternganga mendengar teriakkan sang suami.


Indri tidak kalah terkejutnya dan berfikir siapa yang ada di balik pintu kamar mandi.


Mama Helen tampak menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


Laki-laki paruh baya lebih itu seketika menoleh ke arah anak dan istri nya.


"Aku terkena sawan"


Setelah berkata begitu Papa Indri seketika tergelepok pingsan.


"Ommo.... Papa..."


Pekik Indri dan Mama nya.


Haahhhh????


Mama Abizard jelas seketika serba salah.


Alih-alih bergerak membantu sang calon besan yang roboh pingsan, dia malah berfikir.

__ADS_1


Berdiri??? dia benar-benar masih memiliki rudal pukguksong?.


Pekik wanita itu didalam hati.


__ADS_2