
Kamar utama Abizard dan Indri
Indri terlihat sibuk mengepak pakaian milik nya dan sang suami, setelah acara lamaran Meisya dan Kalan.
Pernikahan dua sejoli itu telah di sepakati akan di Langsung kan dalam beberapa bulan kedepan.
Mereka harus menyelesaikan undangan serta beberapa konsep pernikahan kedua mempelai.
Perempuan itu terlihat berdiri di depan sebuah meja di kamar tidur mereka, dia mencoba menarik resleting koper yang ada di hadapannya itu secara perlahan.
Sebenarnya Indri Belum ingin mendapatkan liburan bulan madu bersama, tapi Abizard sudah cukup berisik untuk mendapatkan bulan madu bersama.
Jika biasa nya Perempuan yang gelisah memikirkan persoalan bulan madu, tidak untuk Indri dan Abizard.
Sang suami lebih gelisah dan begitu bersemangat memutuskan dan membicarakan soal bulan madu mereka.
Dikala dia sibuk mengepak pakaian mereka, Abizard tahu-tahu berdiri di belakang Indri kemudian secara perlahan mulai memeluk Perempuan tersebut dengan gerakan yang lembut.
"Abi?"
"Oh sayang"
Laki-laki itu berbisik pelan di Balik telinga Indri, mencoba masuk ke ceruk leher kanan nya untuk beberapa waktu.
Melihat sifat manja sang suami, Indri tampak mengulumkan senyuman nya.
__ADS_1
Dulu pertama kali bertemu gaya sang suami sok-sok cool alias sok-sok dingin, pertemuan konyol yang menggiring dia menjadi asisten Abizard dengan gaji tahun pertama di bayar di muka.
Rasa nya lucu dan memalukan saat dia mengingat kejadian pertemuan pertama mereka.
Indri dengan bodoh nya meng iyakan, tidak sadar jika sang duda gila merencanakan sesuatu di belakang nya.
Main sosor seenaknya saja.
Seketika Indri menggeleng-gelengkan kepalanya saat ingat dengan kejadian pertemuan pertama mereka.
Bahkan saat ingat ucapan kalan yang menjadi misca, berkata milik Abizard tidak memiliki kemampuan apa-apa.
Sungguh terlalu.
Sejenak Indri membalikkan tubuhnya saat Abizard terus bermain di dalam ceruk lehernya.
"Abi..."
"Hmmm?!.
Indri buru-buru membalikkan tubuhnya, membuat laki-laki itu melepas pelukannya.
"Aku sedang tanggung membereskan barang-barang kita hmm"
Ucap Indri cepat.
__ADS_1
Alih-alih peduli ucapan Indri, Abizard secara perlahan membenahi rambut sang istri.
"Dia memang cantik dengan rambut seperti ini hmm"
Ucapnya pelan sambil membiarkan rambut Indri tergerai, kemudian secara perlahan Abizard membiarkan rambut Indri yang berantakan terselip dibelakang telinga nya.
"Ini seperti sebuah rayuan?"
Tanya Indri sambil memicingkan sebelah matanya.
"Tidak, lebih tepatnya pujian"
Ucap Abizard cepat, dia mengembangkan senyuman, menyentuh lembut wajah Indri yang sedikit bersemu merah atas ucapan Abizard.
"Tanpa disadari oleh banyak pasangan suami istri, Kalimat pujian bisa meningkatkan gairah dan kebahagiaan didalam rumah tangga"
Laki-laki itu melanjutkan kata-katanya, bicara Sambil menatap dalam wajah sang istri.
"Kamu tahu sayang? Pujian dari suami pada istrinya atau sebaliknya tidak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan. banyak pasangan tidak menyadari jika pujian sangat signifikan berpengaruh terhadap perasaan pasangan, khususnya bagi istri yang akan merasa dihargai, dipercayai dan dihormati oleh suaminya. Tanpa pujian atau perhatian, mungkin yang ada hanya kecenderungan untuk saling mencela dan merendahkan pasangan."
"Jadi aku tidak akan menukar kata pujian ku menjadi sebuah rayuan, sebab rayuan dan pujian memiliki makna berbeda didalamnya hmmm"
Setelah berkata begitu, secara perlahan Abizard memajukan wajahnya, kemudian dengan lembaga dia mencium bibir Indri untuk beberapa waktu"
Seketika Indri mengulumkan senyuman, Membiarkan wajah nya lagi-lagi mengeluarkan rona merah karena tersipu-sipu malu.
__ADS_1