Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Gadis yang membuat nya jatuh cinta


__ADS_3

Restoran xxxxxxxx


Pusat kota


Seulas senyuman mengembang di balik wajah Kallan saat dia melambaikan tangan nya pada Alessia.


Dia masih berada di atas motor nya saat menatap punggung Alessia yang terus menjauhi dirinya menuju ke arah kafe milk temannya.


Jika ada yang bertanya betapa dia mencintai gadis itu?!.


Sangat, sangat dalam.


Cinta nya tidak bisa dibandingkan dengan apapun di muka bumi ini, Alessia satu-satunya gadis yang bisa menjungkirbalikkan dunia nya dan membuat dia lupa soal banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan asli nya.


Ingatan nya pada pertemuan pertama hingga ke pertemuan-pertemuan berikut nya masih tercetak Jelas di dalam ingatan Kallan.


****


Flash back


Kembali ke masa lalu


Tringgggg


Seketika pintu Asian market terbuka, langkah kaki kallan mulai masuk menapaki salah satu pusat perbelanjaan Asian market yang persis seperti mini market atau Indomaret nya Indonesia tersebut.


Dia dalam beberapa bulan ini sering datang ketempat ini hanya untuk membeli rokok atau membeli kopi hangat espresso.


Duduk manis di kursi depan yang telah di sediakan oleh Asian market untuk beberapa orang yang ingin duduk-duduk santai didepan nya.


Sebenarnya bukan karena kopi espresso nya atau rokok yang harga nya beberapa dolar tersebut.

__ADS_1


Tapi karena dia mencoba menghindar dari keadaan rumah yang mulai terasa tidak nyaman karena urusan pelik Mama dan Papa nya juga karena dia tengah tertarik dengan kasir cantik Asian market yang belakangan terus mengganggu Fikiran nya.


Alessia nama gadis cantik itu.


Yah Alessia nya.


Bagi kallan gadis itu gadis paling hebat yang pernah dia kenal, seorang teman yang mengenalkan nya pada gadis biasa tersebut ketika dia berkunjung ke kafe teman nya itu.


Bagi kallan Alessia merupakan hebat Karena bisa membagi waktu pekerjaan nya dengan baik, Pagi gadis itu menjadi pelayan di kafe Milik teman nya, sedangkan malam gadis itu bekerja di Asian market.


Teman nya bilang gadis itu berjuang sedemikian rupa demi biaya pengobatan ayah nya dan biaya sekolah adiknya, Alessia memilih tidak melanjutkan pendidikan nya dan fokus dengan pekerjaannya.


Meskipun kehidupan nya sulit, gadis itu tidak pernah tergiur untuk menjual harga dirinya.


Beberapa kali pernah mendapatkan tawaran bekerja di club malam dengan gaji luar biasa, gadis itu selalu menolak nya dengan begitu halus, dia tidak butuh uang haram untuk menghidupi keluarga nya.


Kalan benar-benar jatuh cinta pada gadis itu dan karakter kokoh nya.


Setelah memilih beberapa makanan yang dia inginkan, Laki-laki itu langsung berjalan menuju ke arah kasir.


Alessia Tampak mengembang kan senyuman nya ketika melihat sosok siapa yang datang mendekati dirinya.


"Tidak menikmati kopi untuk malam ini?"


Alessia bertanya sambil meraih barang-barang pilihan kalan, mulai men scan nya ke komputer satu persatu.


Sosok Kallan benar-benar menjadi pelanggan tetap ditempat nya bekerja saat ini, karena itu dia hapal benar dengan kebiasaan laki-laki tersebut.


Sejenak gadis itu mengerutkan keningnya saat dia melihat belanjaan laki-laki itu.


"Aku sedang tidak tertarik menikmati kopi"

__ADS_1


Jawab Kallan sambil mengeluarkan dompetnya, seolah-olah tahu Alessia menatap bingung kearah belanjaan nya.


Tumben?!.


"Baiklah"


Alessia menjawab sambil menghitung total belanjaan kalan.


"Total semua nya xxxxxxxx"


Secara perlahan kalan mulai membayar total belanjaan yang dia beli.


Saat transaksi sudah dilakukan tiba-tiba laki-laki itu langsung berlalu pergi.


Eh?!.


Alessia jelas terkejut saat Kallan sama sekali tidak menarik belanjaan nya.


"Ka....tuan.."


Dia ingin menyebut nama Kallan, tapi profesional kerja nya jelas akan menghilang.


Karena itu dia memanggil tuan pada Klalan, alih-alih menjawab laki-laki itu hanya memberikan kode, berkata dia akan menunggu hingga jam pulang nanti.


"Ya?"


Gadis itu lagi-lagi terkejut.


Ingin bicara tapi pembeli lain dihadapan nya jelas menunggu dengan muka ditekuk.


"Maaf"

__ADS_1


Alessia bicara sambil menundukkan pelan kepalanya, mulai meraih barang belanjaan milik pengunjung lainnya.


__ADS_2