
Agnes terlihat mengembangkan senyuman nya saat dia menyadari seorang laki-laki berdiri dihadapan nya sambil menutup wajah laki-laki itu sendiri dengan buket bunga.
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu menurunkan buket bunga Indah nya, sebaris senyuman tulus muncul dibalik wajah tampan tersebut.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan saja Om Hans adalah iniš¤...
"Kaca matanya membuat aku berfikir jika kamu seorang penjahat kelas kakap, Hans"
Ucap Agnes sambil menggelengkan kepalanya, Perempuan itu tersenyum kecil kemudian mencoba meraih bunga yang di berikan laki-laki itu.
Yang di panggil Hans Tampak terkekeh, melepaskan kacamata hitam miliknya lantas mendekati Agnes sambil memberikan bunga di tangan nya, kemudian dia mencium lembut wajah Agnes untuk beberapa waktu.
"Ohhh aku sangat merindukan kalian"
Ucap laki-laki itu kemudian memeluk erat tubuh Agnes.
"Hans..."
Perempuan itu merasa sedikit malu, mencoba melepaskan dirinya dari laki-laki tersebut.
"Sebentar saja, please..."
Ucap laki-laki itu pelan sambil memejamkan bola matanya sejenak.
Dia mencoba menikmati aroma yang dia rindukan dari perempuan tersebut, hampir 2 bulan tidak bertemu dengan Agnes membuat dia kehilangan setengah dari dunia nya.
__ADS_1
Perempuan itu adalah Sahabat masa kecil nya, sahabat terbaik nya, sahabat di kala susah dan senangnya dan seseorang yang dia cintai selama hampir 20 tahun ini.
Mereka melewati banyak waktu bersama dalam banyak hal, hanya saja di masa lalu dia tidak pernah berani mengungkapkan soal perasaan nya.
Ada jutaan sesal yang tersimpan di hati Laki-laki itu soal masa lalu, dia fikir dulu seandainya dia mengungkapkan perasaan nya lebih cepat, mungkin Agnes tidak akan masuk ke dalam keluarga NAKHEL, perempuan itu bisa jadi tidak akan melewati masa sulit nya hingga hari ini.
Waktu itu Dia terlalu takut jika ditolak oleh sahabat nya sendiri, dia fikir dengan menyimpan soal permasalahan hatinya dan tetap berada di zona nyaman nya saja itu sudah cukup.
Realita nya dia terluka dan perempuan itu semakin terpuruk juga terluka dengan kehidupan nya.
Laki-laki itu mengehela pelan nafasnya, mencium lembut puncak kepala Agnes untuk beberapa waktu.
"Om...."
Tiba-tiba dia merasa paha nya di cubit oleh seseorang.
Ara putri Agnes terlihat kesal, gadis itu itu menatap cemburu ke arah mereka.
Ara mulai menangis karena merasa di abaikan.
Secepat kilat Hans melepaskan pelukannya, dia buru-buru menjongkok kan tubuhnya dan meraih tubuh Ara dengan gerakan cepat.
"Oh sayang, maafkan aku"
Hans menggendong cepat tubuh gadis kecil itu, mencium pipi kiri dan kanan Ara dengan cepat.
"Kalian mengabaikan aku..."
Gadis kecil itu menangis kesal.
__ADS_1
Agnes ikut gelagapan, mengelus-elus punggung putri nya untuk beberapa waktu.
"Bukankah aku sudah bilang, jangan memeluk ku, Ara pasti cemburu melihat nya"
Omel Agnes Sambil melirik sejenak ke arah Hans.
Mendengar ocehan Agnes, Hans malah terkekeh geli.
"Sayang kami tidak mengabaikan kamu hmmm"
Ucap Hans lantas beranjak dari hadapan Agnes, di mendekati sebuah kursi dan duduk disana sambil memangku Ara.
Agnes kembali sibuk dengan rutinitas nya, membiarkan Hans membujuk putri kesayangannya itu.
"Tapi Om memeluk Mama dan mengabaikan aku"
Celoteh Ara lagi.
Hans mengulumkan senyuman nya, dia langsung menyentuh lembut wajah gadis kecil itu.
"Bukan kah sekarang gantian Om yang memeluk Ara?"
Mendengar ucapan Hans sejenak Ara terdiam, kemudian secara perlahan dia mengangguk kan kepalanya.
"Ah Om punya sesuatu untuk kamu, kita bisa melihat nya sekarang, coba kita ambil dulu barang nya"
Hans kembali bicara, Laki-laki itu berdiri dari duduknya sambil terus menggendong Ara, dia berjalan menuju ke arah depan dan mengambil barang yang masih Hans letakkan di dalam mobilnya.
__ADS_1
Agnes sejenak menatap punggung kokoh laki-laki tersebut, entah apa yang di fikirkan oleh nya tapi seolah-olah ada beban berat yang menghantam perasaan nya.