Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dalam persiapan menuju Halal


__ADS_3

Jelang subuh


Beberapa jam menjelang pernikahan


Villa Utama Keluarga Nakhel


Di ruang utama tengah dikala semua orang tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing, bisa di lihat Seorang perempuan muda Tampak sibuk memasang hena di seluruh telapak tangan, Kuku dan jari demi Jari Indri sejak tadi.



Mama Helen duduk di sisi kanan Indri, wanita itu terlihat sibuk memakan cemilan di samping sang calon menantu sambil mengajak Indri mengobrol soal beberapa hal.


Di sisi kiri Indri tampak Mama nur menyuapi putri nya dengan menu makan pagi, Saking sibuk dengan banyak kegiatan mempercantik diri sejak pagi kemarin oleh beberapa tim khusus membuat gadis itu cukup kesulitan mengimbangi jadwal makan nya hingga pagi ini .


"Cepat kering nya ini? sebab kan kepepet benar waktu nya"


Mana Helen bertanya sedikit gelisah ke arah perias Henna.


"Cepat Tente, ga pake lama kering langsung cuci, nanti tinggal memperbaiki make up nya lagi sama ganti pakaian"


Ucap perempuan perias henna cepat.


Mama Helen mengangguk-angguk kan kepala nya.


Rona khawatir terlihat dari balik wajah wanita cantik paruh baya lebih itu.


Persiapan pernikahan yang terlalu mendadak membuat semua orang ketar-ketir.


Rencana awal ingin sekedar akad nikah sederhana berubah drastis dengan acara pernikahan tertutup di mansion mereka.


Para keluarga telah berkumpul sejak kemarin, ikut menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.


Papa Indri dan Papa Abizard terlihat mengobrol bersama di sebuah kursi di sudut ruangan, sembari bermain catur sama-sama tidak terlalu mau ambil pusing dengan keramaian dan kegiatan para keluarga yang terus hilir mudik sejak tadi.


Anak-anak tampak berlarian kesana-kemari, bermain bersama menambah ke riuhan didalam bangunan keluarga Nakhel tersebut.




Didalam kamar para tim perias telah bersiap merias beberapa Anggota keluarga lainnya, Mama Nur setelah menyuapi Indri langsung di minta meluncur untuk mempercantik diri.

__ADS_1


Disisi lain beberapa petugas khusus bagian makanan terlihat sibuk mondar-mandir mulai membawa makanan ke arah meja catering.


"Kondisi didepan rumah bagaimana?"


Tiba-tiba terdengar pertanyaan Nenek tua Nakhel, wanita tua itu cukup khawatir soal paparazi atau wartawan yang hilir mudik terus ingin mencari informasi soal pernikahan cucu nya Abizard.


"Aman terkendali nek"


Jawab Syahnaz sambil membenahi pakaian wanita tua tersebut.


"Nenek khawatir persoalan lama akan kembali menghalau pernikahan Abizard, apalagi gosip-gosip lama kembali bertebaran"


Ucap wanita tua itu lagi.


"Semua baik-baik saja nek, jangan khawatir, Kalan dan dimas sejak semalam telah mengendalikan semuanya"


Jawan Syahnaz lagi.


Mendengar Jawaban gadis cantik itu sang nenek mengangguk-angguk kan kepala nya.


"Para pencari berita kadang berlaku curang demi segenggam yang, itu sangat merugikan banyak orang"


Kelu nenek Nakhel lagi.


Syahnaz mengangguk kan kepala nya pelan.


******


Kembali ke hari kemarin


Mansion Utama Iriana


Saat Meisya tanpa sengaja menabrak Vas bunga


"Siapa itu?"


Terdengar suara Iriana memecah keheningan.


Oh sial, tidak kah jangan ada drama sesuatu tertabrak dan pecah? sinetron banget....!!!!


Pekik Meisya didalam hati nya.

__ADS_1


Gadis itu panik setengah mati.


Tapi tiba-tiba seseorang menarik kasar tangan nya.


Eh... siapa?!.


Belum sempat juga gadis itu menoleh siapa yang menarik nya, tiba-tiba dia merasa di letakkan di ruangan gelap tak berpenghuni.


"Apa yang kamu lakukan disini?"


Bisa dia dengar suara Iriana yang terlihat marah dari arah sisi kiri nya.


Tunggu dulu dia tidak peduli suara wanita sialan itu, yang dia pedulikan siapa yang menarik tangan dan tubuhnya saat ini.


Meisya buru-buru menatap seseorang dihadapkan nya, seketika bola matanya membulat saat sadar siapa orang tersebut.


"Kau...?"


"Stttt"


Alih-alih menjawab, sosok di hadapannya itu meminta dia diam.


"Ini cukup darurat, aku tidak bisa mencegah keadaan, mungkin besok berita nya akan pecah, usahakan berita nya pecah setelah pernikahan"


Ucap sosok dihadapan nya itu dengan suara setengah berbisik.


"Mereka bilang Agnes kembali ke Indonesia, andai berita nya pecah, dia satu-satunya orang yang bisa mengembalikan keadaan dan bisa menyelamatkan Indri dari keadaan"


Lanjut nya lagi.


"Apa?"


Meisya jelas mengerutkan keningnya.


"Apa wanita tua itu sudah gila?"


Tanya Meisya dengan suara Begitu rendah.


"Aku akan mengalihkan perhatian, pergi lah secepat nya dan buat rencana matang untuk menunda keadaan"


"Tapi..."

__ADS_1


Belum sempat Meisya membantah, sosok tersebut telah bergerak keluar dari sana.


__ADS_2