
Sejenak Indri merasa semua orang menatap aneh ke arah diri nya, sejak pagi begitu keluar dari pintu Elevator suasana nya menjadi begitu aneh dan tidak seperti kemarin.
Para karyawan NAKHEL beberapa kali tidak sengaja beradu pandangan dengan diri nya tanpa sengaja, ketika Indri menatap mereka dan mencoba tersenyum buru-buru mereka membuang pandangan dan langsung fokus pada pekerjaan mereka.
Indri fikir ada apa sebenarnya dengan semua orang?!
Bukankah jadi terlalu saat sikap Semua orang jadi begitu? ada yang takut menatap nya, ada yang seolah-olah menatap nya dengan penuh rasa iri, ada yang tidak suka bahkan ada yang seolah-olah tengah bergosip dibelakang nya.
Bukankah aneh?!.
Fikir Indri.
Indri buru-buru beranjak ke kamar mandi, dia fikir dia butuh waktu kesana saat ini, Selain perut nya tiba-tiba sakit, dia memang butuh ke kamar mandi untuk berfikir.
Aihhhh bukan kah sangat tidak menyenangkan saat semua orang jadi begitu aneh di hari kedua aku bekerja?.
Apa ada sesuatu yang aneh di wajah ku?!
Indri terus bertanya didalam hati nya, dia tengah duduk di atas closet, mencoba untuk merogoh tas kecil nya dan mencari kaca make up nya disana.
Cukup khawatir jika terdapat sesuatu yang buruk disana.
Dikala tangan nya sibuk menyentuh kaca make up dan bola mata Indri memperhatikan bagian wajahnya, bisa dia dengar beberapa kaki masuk ke dalam toilet tersebut.
Beberapa orang pasti tengah berdiri dan menikmati cermin besar di Depan wastafel.
Indri tidak begitu peduli, dia fikir akan keluar sebentar lagi.
Gadis itu masih sibuk memperhatikan wajahnya.
Semua baik-baik saja.
__ADS_1
Batin gadis itu pelan.
Mencoba meletakkan kaca make up miliknya kedalam tas tapi suara didepan seketika memecah keheningan.
"Bukankah aneh? dia baru 2 hari masuk ke NAKHEL FASHION, muka nya juga pas-pasan, tidak cantik kan? dibandingkan kita jelas jauh berbeda"
Seorang perempuan bicara dengan nada kesal ke arah yang lainnya.
Seketika hati Indri bergetar mendengar ucapan orang-orang di luar sana, dia baru sadar semua orang sedang menggosipkan soal dirinya.
"Bahkan para model di sini begitu cantik dan memiliki tubuh indah Porposional, apa tuan Abizard tidak bisa membedakan antara gadis cantik dan gadis biasa-biasa saja?"
Seseorang ikut menyambung bicara.
"Dia bahkan tidak tinggi, badan nya pendek, catat pendek, tidak Cantik... hah yang benar saja, bahkan dia juga miskin"
What??? pendek? orang itu bilang aku pendek? memang nya kenapa kalau tubuh ku pendek?.
Tunggu dulu.
Indri mengerutkan keningnya,dia fikir bagaimana orang tahu soal hubungan dia dan Abizard?!.
"Bahkan kata nya dia menggoda sepupunya bos kita juga"
Eh???.
Seketika Indri membeku.
Ada apa ini?.
Indri jelas semakin mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Menurut ku dia pasti pasang yang aneh-aneh ditubuh nya seperti susuk atau jangan-jangan menggunakan pelet, mana mungkin orang-orang keturunan NAKHEL GROUP tertarik dengan gadis itu"
"Dia pasti menggunakan ilmu hitam untuk menggaet para laki-laki ber uang"
"Bisa jadi dia menyerahkan tubuh nya lebih dulu pada kedua Laki-laki penerus NAKHEL, tidak kah kalian lihat? mereka pergi melewati pintu elevator khusus pagi ini?"
"Itu demi menghindari wartawan, ah yang benar saja"
"Aku heran kenapa duda sekaya tuan Abizard bisa tertarik dengan gadis kecil yang menjijikkan seperti itu"
Oke Indri tidak peduli percakapan lainnya yang keluar seolah-olah menuding jelek dirinya, Realita nya dia tidak pernah pakai ilmu apapun untuk menggaet laki-laki disekitar nya.
Apalagi harus susah payah menjual menjual diri hanya untuk disukai oleh orang lain.
Yang benar saja.
Membuat seseorang jatuh cinta pada nya itu bukan kesalahan nya, seharusnya orang-orang itu tahu kenapa orang lebih suka dengan gadis sederhana ketimbang gadis sok-sokan kaya tapi realita nya tidak punya apa-apa.
Tapi satu perkataan mereka membuat Indri terkejut.
Duda? Abizard seorang duda?.
Pertanyaan itu memenuhi isi kepalanya, dia kenapa baru tahu soal itu saat ini, Abizard tidak pernah mengatakan nya pada dirinya, dia fikir pembicaraan di sesi makan malam kemarin hanya soal mantan kekasih laki-laki itu saja.
Laki-laki itu seorang duda?!.
Seketika Indri menelan salivanya.
******
Catatan \= Cover lama diganti yang baru oleh pihak NOVELTOON
__ADS_1