Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
bonus part 2 Abizard dan Indri


__ADS_3

Indri terlihat mencoba memegangi erat telapak tangan suami nya ketika laki-laki tersebut membawa nya ke satu tempat yang tidak dia pahami ke mana.


sejak awal Minggu kemarin suaminya terus berkata akan membawanya ke suatu tempat di akhir minggu ini setelah semua pekerjaan abizar selesai, dan hal itu membuat Indri terus berpikir ke mana laki-laki itu sebenarnya ingin membawa dirinya.


"Memangnya kita mau kemana?"


Dia bertanya pada suami nya sembari menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.


"Ke satu tempat, jika aku bicara sekarang itu tidak akan menjadi sebuah kejutan"


Ucap suami nya pagi itu dengan ekspresi wajah bahagia.


dan yang membuat Indri merasa sedikit lucu belakangan suaminya terlihat begitu bahagia, seolah-olah laki-laki itu baru saja memenangkan lotre yang begitu besar, hingga kadang-kadang indri bertanya dengan perasaan penasaran Ada apa dengan suaminya.


"Abi jangan membuat ku penasaran, sikap kamu beberapa hari ini membuatku sedikit takut"


Ucap Indri beberapa hari yang lalu.


Alih-alih menjawab abizar malam memeluk dirinya dari belakang sembari berbisik.


"Kamu tahu sayang? kamulah yang membuat aku bahagia belakangan ini"


Ucap nya sembari mencium lembut tengkuk istri nya.


"Tapi itu tidak seperti biasanya"


Protes Indri lagi.


"Ssttttt jangan membuat kecurigaan soal apapun sayang dan biarkan aku menikmati kebahagiaan ini hmmm"


Dan laki-laki itu secara perlahan kembali bermain di belakang Tengkuk nya, menciumi dirinya dengan penuh kelembutan dan berulang kali mengeluarkan ekspresi Begitu bahagia didalam banyak suasana.


dan malam ini pada akhirnya laki-laki itu benar-benar membawa dirinya ke satu tempat yang belum Indri ketahui.


Laki-laki itu bahkan meminta nya untuk menggunakan penutup mata, kata nya itu tidak akan menjadi suprise yang luar biasa jika Indri langsung melihat tempat nya.


"Please, biarkan mata nya tertutup sejenak, mari membuka nya setelah kita tiba di lokasi"


"Abi itu sedikit mengganggu"

__ADS_1


"Please sayang"


"Baiklah"


Pada akhirnya Indri mengalah dari ketidak inginan nya ditutup bola mata nya, dan kini entah dimana mereka berada, yang jelas begitu suaminya menghentikan mobilnya, mereka langsung berjalan entah ke arah mana sembari dirinya dituntun secara perlahan oleh sang suaminya menuju ke arah depan.


"Sayang, katakan pada ku dimana kita sekarang?"


Indri bertanya sembari menggenggam erat pergelangan tangan Abizard, dia melangkah sedikit ragu-ragu karena takut akan menabrak sesuatu di depan sana.


"Sudah tiba di lokasi, tapi harus berjalan sebentar setelah itu baru kita akan tiba ke tempat yang ingin aku perlihatkan"


Ucap Abizard kemudian.


Laki-laki itu terus mengulumkan senyuman nya, melirik kearah depan untuk beberapa waktu.


dia terus menuntun istrinya secara perlahan untuk terus melangkah maju ke arah depan, bisa dilihat didepan sana terdapat sebuah bangunan mewah mendominasi berwarna putih, orang-orang terlihat menunggu new sejak tadi.


Abizard langsung mengangkat tangan kirinya ke arah depan, memberikan kode agar semua orang bersiap.


Lalu tiba-tiba Abizard menghentikan langkah nya, dan Indri ikut menghentikan langkahnya juga.


Indri bertanya sedikit bingung saya soalnya tiba-tiba melepaskan genggaman tangannya dari Indri.


"Ssttttt"


laki-laki tersebut berbisik lembut, Abizard langsung meraih penutup mata Indri dan membukanya secara perlahan.


"Dalam hitungan ketiga buka bola mata mu hmmm"


Ucap Abizard sembari mengendurkan ikatan di penutup mata istrinya tersebut.


"3"


"2"


sesuai dengan perintah suaminya, Indri secara perlahan membuka bola matanya begitu abizar menghitung mundur hingga ke angka 1.


"1"

__ADS_1


perempuan tersebut mencoba membiasakan matanya terlebih dahulu atas rasa gelap yang dia alami tadi, kemudian setelah menyakinkan diri dengan pandangan nya yang gelap berubah menjadi terang, seketika membuat Indri membulatkan bola matanya.


Hahhh?!.


perempuan tersebut jelas kaget setengah mati saat melihat apa yang ada di hadapannya, Indri langsung menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangannya.


di depan sana sebuah rumah mendominasi berwarna putih di depannya tampak dihiasi dengan berbagai macam lampu yang indah serta bunga dia mengelilingi pintu masuk.


Yang membuat dia berkaca-kaca bukan karena bunga atau lampu nya saja, tapi ada ucapan


...Wellcome in Our home....


...Abizar ❤️ Indri...


"Ini rumah baru kita"


Bisik suami nya pelan.


ditengah rasa haru nya, lalu secara perlahan laki-laki tersebut menuntunnya agar masuk kedalam.


bola mata Indri semakin memulai dengan sempurna saat biasa dengar siapa saja yang ada di dalam sana saat ini, ada orang tuanya dan orang tua abidzar di sana serta keluarga yang lainnya, hal tersebut membuat Indri berkaca-kaca.


Lalu belum belum juga reda dengan perasaan terkejut yang ini, tiba-tiba di depan sana sebuah layar monitor bergerak dengan sendirinya.


Seolah-olah mendapatkan suprise yang memang terencana dengan baik oleh suaminya, Indri seketika kehilangan kata-kata nya.


di dalam layar monitor ada berbagai macam foto mereka berdua dari pertemuan hingga pernikahan lalu ditutup dengan kata.


...Congratulations...


...Calon Mama...


...❤️❤️❤️🎊🎊🎊...


lalu sebuah foto soal kehamilannya dan sebuah test pack dengan garis 2 hadir di dalam layar tersebut.


Jelas saja hal tersebut semakin membuat Indri berkaca-kaca, biasanya yang memberi kejutan kehamilan adalah sang istri kepada suaminya, tapi untuk mereka ini jelas benar-benar terbalik, abizar memberikan sebuah kejutan luar biasa untuk kehamilannya.


Indri jelas langsung menoleh ke arah Abizard, tanpa menunggu lama dia langsung memeluk laki-laki tersebut dengan penuh harum kemudian menangis terisak karena bahagia.

__ADS_1


suara tepuk tangan gemuruh terdengar di sepanjang ruangan tersebut, rasa haru dan bahagia jelas terlihat di masing-masing wajah yang ada di ruangan itu.


__ADS_2