
Jelang Hari H
Resepsi pernikahan Kalan dan Meisya
Mansion Utama Nakhel
Seluruh keluarga besar telah berkumpul bersama di kediaman keluarga Nakhel.
Tidak ada yang tidak sibuk dengan semua keadaan, apalagi hari H tinggal menghitung waktu.
Keluarga besar Kalan yaitu Al kalid terlihat juga mulai memenuhi mansion utama keluarga Nakhel.
Tidak peduli bagaimana cara mereka menampung para keluarga yang datang, saat ini yang paling terpenting mengedepankan kebersamaan dan saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
Mereka benar-benar berbaur dan menyatu menjadi keluarga besar yang awal nya tidak saling mengenal menjadi saling kenal.
Hanya saja beberapa orang agak bingung karena Mereka fikir Mama kala terlihat begitu cantik dan muda.
Awalnya dari beberapa banyak keluarga pasti akan di temukan para kumpulan Manusia julid yang suka meng gibah.
Di satu sisi keluarga jauh berkumpul bersama dan mulai melakukan gerakan meng gibah secara sukarela.
"Kenapa Mama nya muda sekali?"
Bayangkan bagaimana ketika nyinyiran terjadi, sambil bibir munyung-munyung kesana kemari
"Kabar nya itu istri ke dua Papa nya, sebelum istri nya meninggal laki-laki itu sudah Menikahi istri ke dua nya"
"Ahhhh anak jaman sekarang yang penting kan banyak duitnya, menggoda sedikit suami orang Yoh tidak apa-apa"
"Paling-paling nanti kalau suami nya penyakitan, ditinggal kan? Tahu sendiri Perempuan muda saat ini lebih suka sama harta kekayaan, yang penting bisa naik daun dan punya kartu hitam gitu loh yang kata nya limited edition ( Baca nya jangan English Mak, bacanya pake logat Indonesia tulenš¤ ) dan minta ini itu bisa dapat dari suami orang ketimbang kawin sama bujangan yang belum tentu ada duit nya"
Dan bisa di dengar beberapa gosip serta gibahan di satu sudut rumah keluarga Nakhel yang membicarakan perihal Alessia, semua pembicaraan dan gosip akhirnya mulai menyebar kemana-mana.
Mama Helen yang mendengar bisik-bisik tetangga yang membuat panas telinganya langsung mengerutkan keningnya, Mama nya Syahnaz langsung menoleh ke arah Mama Helen, agak kesal dan berusaha untuk mendatangi semua orang.
Namun Mama Helen langsung menggelengkan kepalanya, dia seolah-olah berkata biar dia saja yang mendatangi para keluarga jauh tersebut.
Hingga akhirnya secara perlahan Mama Helen langsung menyeruak masuk untuk duduk di antara semua keluarga.
"Siapa?"
__ADS_1
Tanya Mama Helen pura-pura kepo.
"Eh jeng...."
"Nyonya Helen hehehe"
"Siapa sih?"
Wanita itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Anu loh..."
Jadi ragu-ragu pengen nerus gibahan, tapi bibir gatal buat Bicara, akhirnya yah ngomong juga.,
"Besan kita muda sekali?"
Tanya salah satu perempuan sambil mulai meng gibah.
"Oh...Mama Alessia?"
"Iya jeng, masa usia nya se usia anak nya?"
Satu perempuan lainnya menyahut cepat.
dan dimulai lah peng gibahan yang panjang sepanjang gerbong rel kereta api.
Untuk yang tidak sabaran dan mudah emosi di jamin bakal langsung pasang jurus amukan badai matahari atau angin topan ****** beliung.
Tapi Mama Helen hanya angguk-angguk kepala dan manggut-manggut saja mendengar kan setiap perkataan yang saling sahut menyahut.
Wanita itu membiarkan semua orang mengeluarkan ocehan burung perkutut mereka hingga akhirnya peng gibahan tersebut berakhir juga.
"Kalian belum dengar gosip lainnya jeng?"
Tiba-tiba Mama Helen bertanya balik ke arah mereka.
"Apa itu?"
"Apa ada hal lain nya yang belum kita ketahui?"
Bayangkan bagaimana penasaran nya mereka, berusaha merapatkan diri ke arah Mama Helen.
__ADS_1
"Dia itu memang yang kedua, tapi keluarga mereka bilang yang melamar istri pertama nya untuk suami nya"
"Laki-laki kan punya syahwat? kalau nikah sama sembarang perempuan kan kasihan"
"maklum sekarang banyak manusia bermuka tembok jeng, pura-pura cinta tapi Suka duit nya"
"Kan di keluarga kita ada yang model begitu jeng, meskipun istri pertama bukan yang kedua tapi matre"
Mama Helen langsung cengar-cengir kuda, sedikit menyindir salah satu dari mereka.
Yang di sindir seketika muka nya memerah.
"Dia itu baik banget sama anak-anak sambung nya, kemarin Meisya dan putri bungsu nya di hadiahkan berlian, ah saya pun di hadiahkan berlian"
Seketika Mama Helen menampilkan cincin di tangan kirinya.
"Jaman sekarang ada banyak besan pelit kan? sampai tidak akur dengan besan bahkan menantu juga?"
Ehhh Mama Helen lagi-lagi menyinggung.
Seketika mereka saling menoleh.
Sosok lain Yang disinggung langsung mendengus kesal sambil berusaha membuang wajahnya.
"Suami nya juga sayang sekali sama istri nya, karena istri nya pandai mengambil hati, kan sekarang banyak istri tidak bisa ngambil hati suami hingga di pelitin suami?"
Dan seketika Mama Helen melebarkan senyuman nya.
"Mama"
Tiba-tiba Meisya muncul dari arah belakang mereka.
Buru-buru wanita cantik itu menoleh.
"Eh sayang..."
Dia langsung kembali menoleh ke arah semua orang.
"Ya ampun saya gibahin besan sediri, aduhhh padahal Bisa jadi kita di sisi sini dengan asyik ghibahin orang lain namun tanpa sadar siapa tahu barisan di ujung sana juga ghibahin kita yah"
Setelah berkata begitu Mama Helen langsung pamit pergi.
__ADS_1
Dan bayangkan bagaimana wajah orang-orang itu saat ini, perasaan malu bercampur aduk menjadi satu.