Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dibalik rencana


__ADS_3

Masih di Mansion utama Iriana


Jakarta


Reno menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu, dia masih berdiri di ruangan dimana dia dan mama nya tadi bersama.


Begitu sang Mama membanting pintu ruangan tersebut, Reno tampak diam sejenak, dia menekan pelan kedua bola matanya dengan jari-jari tangan nya.


Sejak dulu laki-laki itu memang tidak banyak bicara, saat kecil orang-orang selalu memuji nya dan berkata, Reno merupakan sosok duplikat sang Papa nya, memiliki karakter penurut dan pendiam, mencintai keluarga nya dan begitu menyayangi orang-orang disekitar nya.


Ketika orang-orang mencoba merebut apapun yang menjadi milik nya,dia lebih suka mengalah dari pada membuat sebuah perkara.


Jika Papa nya selalu berkata mengalah bukan berarti kita takut dan tidak berdaya, berbeda dengan pendapat Mama nya yang berkata jika mengalah sama saja dengan menjatuhkan harga diri mereka.


Karena itu karakter itu terus terbentuk hingga dia dewasa, tapi seiring berjalannya waktu, karakter sayang dan mengalah itu menjadi problem dan kekesalan tersendiri untuk Mama nya karena bagi nya di sebabkan oleh rasa mengalah Reno, membuat laki-laki itu kehilangan hak nya di keluarga NAKHEL.


Tapi keuntungan lain nya dari karakter penurut dan pendiam putra nya, menciptakan keuntungan untuk Iriana mengendalikan putra nya dalam banyak situasi demi mencapai tujuan nya.


Reno menghela pelan nafas nya, kemudian secara perlahan dia mencoba meraih handphone nya dan menghubungi seseorang dari sana.


Cukup lama hingga akhirnya panggilan nya terhubung dengan seseorang di seberang sana.

__ADS_1


"Kau sudah mendapatkan informasi nya?"


Tanya Reno pelan masih dalam posisi berdiri disana, tidak bergeser sama sekali dari tempat nya.


"Ini mungkin akan menjadi sedikit sulit, terus awasi mereka dan perhatikan siapa saja yang bergerak di belakang nya, aku khawatir hal besar akan terjadi Dalam beberapa hari ini"


Tambah Reno sambil mengeratkan genggaman nya, laki-laki itu baru bergeser dari posisi nya, berjalan menuju ke arah jendela yang terdapat disisi kanan nya.


"Jangan khawatir soal saudara laki-laki nya, itu tidak akan menghalangi jalan semua orang, cukup fokus pada kedua orang itu"


"Hmmm"


Setelah berkata begitu, Reno langsung mematikan panggilan nya, kemudian secara perlahan dia berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Disis lain


Seorang laki-laki berusia sekitar 47 tahunan tampak berjalan masuk menuju ke dalam mansion utama Iriana begitu tidak lama Reno keluar dari rumah tersebut.


Setelah memastikan Reno telah pergi dengan mobil nya, laki-laki itu langsung melesat menuju ke arah dalam dan mencari Iriana.


Bisa dia lihat wanita itu tengah duduk di atas kursi sofa di ruang santai belakang, menikmati wine dan sebatang rokok di tangan nya.

__ADS_1


"Kau sudah datang?"


Tanya Iriana sambil mematikan api rokoknya dengan gerakan yang begitu santai.


"Hmmm"


Ucap laki-laki itu sambil menaikkan ujung bibirnya.


"Bagaimana?"


Iriana kembali bertanya pada laki-laki itu, dia bertanya sambil meletakkan gelas minuman yang ada di tangan kiri nya.


"Aku dengar mereka akan melangsungkan pernikahan dalam 2 Minggu kedepan, kakak ipar anda dan mertua Anda telah menyetujui Semua nya"


Mendengar ucapan laki-laki itu iriana terlihat mengeratkan rahangnya, dia memejamkan sejenak bola mata.


Kemudian dia berkata.


"Pastikan Reno mampu membatalkan pernikahan mereka, jika anak itu gagal melakukan nya, maka mau tidak mau kita beralih ke rencana B untuk membuat pecah pemberitaan dan melengserkan Abizard secepat nya"


Ucap Iriana sambil membuka bola matanya, kali ini dia menatap tajam laki-laki yang ada dihadapan nya itu.

__ADS_1


"Jika berita nya pecah, bahkan gadis itu tidak akan pernah mau lagi bertemu dengan nya"


Setelah berkata begitu Iriana tampak tertawa bahagia, dia kembali meraih gelas minuman nya kemudian secara perlahan menyesap minuman tersebut hingga akhir.


__ADS_2