Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Mencintai mu begitu dalam


__ADS_3

Catatan \=


Disarankan baca sesudah berbuka puasa ya makkkkk atau besok sebelum sahur


Yang masih bocil skip🤭🤭.


Dosa mari tanggung bersama🤣🤣🤣😜😜😜.


********


Papua paradise ECO resort


Raja Ampat



Dikala Indri Tengah duduk bersantai di atas sebuah kursi santai menatap lautan yang ada dihadapannya.


Abizard tahu-tahu sudah berada di belakang nya, laki-laki itu mencium lembut balik telinga kirinya untuk beberapa waktu.


"Abi...itu membuat ku geli"


Indri merengek sambil berusaha menahan gerakan tangan Abizard yang tahu-tahu menyentuh lembut bagian depan Dada nya.


Dia tahu laki-laki itu sedang menginginkan nya, begitu pandai memancing hasrat nya.


"Hmmm"


Laki-laki itu hanya ber hmmm ria, masih mencoba menyesap telinga nya untuk beberapa waktu, bahkan lidah laki-laki itu kini terlalu lincah bermain di daun telinga dan seluruh permukaan telinga nya.


Tangan kanan sang suami terus bergerak kesana-kemari dengan begitu lembut, menyentuh da..da Indri hingga membuat perempuan itu meremang dsn mencoba menahan gerakan tangan Abizard.


Semakin dia ingin menahan nya semakin laki-laki itu bergerak sempurna menggoda dirinya.


"Abii..."


Satu de..Sahan lolos.


Indri berusaha menoleh kebelakang, Alih-alih berhenti laki-laki itu malah menyambar bibirnya.


"Hmmppp sayang berhenti orang-orang akan melihat Ki.. akhhhh"


Indri berusaha untuk melepaskan ciuman laki-laki itu, bukan berhenti Abizard malah meraih tubuh nya dan dengan cepat menggendong dirinya hingga ke dalam kamar.


"Abi... ini masih siang"


Indri menatap dalam bola mata sang suaminya, dia menggelengkan kepalanya Secara perlahan.


"Aku benar-benar sulit menahan nya"


Setelah berkata begitu, laki-laki itu meletakkan tubuh istri nya ke atas kasur, kemudian laki-laki itu langsung ikut naik ke atas sana.


Sepersekian detik kemudian Abizard menyambar bibir Indri dengan cepat, dia menautkan bibir mereka dan saling menyesap antara satu dengan yang lainnya.


Setelah itu Abizard perlahan bergerak menuju ke leher Perempuan Tersebut, dia memberikan satu sesapan kecil di leher jenjang perempuan itu hingga seketika membuat Indri memejamkan bola matanya, mengeluarkan kembali de..Sahan hang sama dan mulai membuat perempuan itu kehilangan kendali atas tubuhnya.

__ADS_1


Seketika Indri menggenggam erat telapak tangannya, dia Fikir Abizard selalu mampu menyenangkan diri nya, membuat dia terbang melayang entah kemana atas sentuhan-sentuhan yang memabukkan jiwa.


Kemudian bibir Laki-laki itu kembali bergerak menyatukan diri didalam bibir nya, kemudian tahu-tahu Li..dah Abizard mencoba menyeruak masuk ke dalam rongga mulut nya


Didalam sana mereka mulai saling bergerak berbelit lidah, suara sesapan demi sesapan memenuhi seluruh ruangan tersebut.


Dimana lidah Abizard terus bergerak didalam sana, tangan laki-laki itu dengan gerakan terburu-buru melepas pakaian nya dan membuang nya kesembarang tempat


Kemudian setelah memastikan seluruh pakaiannya menghilang, tangan Abizard dengan lincah bergerak dibawah pakaian indri, secara perlahan tangan itu Bergerak dan mencoba melepas seluruh penutup dan penghalang dibawah nya.


Cukup mudah hingga akhirnya seluruh yang ada dibawah sana menghilang dengan Sempurna, lalu tiba-tiba satu jari Abizard dengan nakal masuk ke dalam benda paling memabukkan untuk para laki-laki itu


"Abii Ahhh"


De..Sahan Indri terus memenuhi gendang telinga Abizard, sejenak dia terpejam ketika jemari Abizard menyeruak masuk kedalam inti nya.


"Sayang"


Abizard bisa melihat Indri berusaha menggigit bibirnya Sendiri, perempuan itu memejamkan bola matanya, menikmati sensasi hebat atas jari Abizard yang menyeruak masuk di bawah sana, wajah pasrah istri nya membuat Abizard semakin menikmati nya pergerakan Jemari nya.


Ketika jemari itu mulai bergerak di inti Indri, Tangan perempuan itu seketika meremas pinggang suaminya itu.


"Abi... please"


Rengekan Indri terdengar begitu menggoda dibalik telinga Abizard.


Bisa Indri rasakan Satu sensasi hebat memporak-porandakan tubuhnya, seolah-olah jutaan kupu-kupu terus berterbangan disekitar perut nya.


"Please....Akhhh...."


Dikala Satu tangan Abizard masih bergerak dibawah sana, satu tangan lainnya mulai melepaskan panutup atas istri nya.


Dengan gerakan cepat laki-laki itu melepaskan satu persatu pakaian sang istri.


Hingga akhirnya seluruh pakaian itu berhamburan kemana-mana.


Abizard masih menautkan bibir mereka, bergerak lincah saling bertukar Saliva, kemudian bibir itu mulai menyusuri dagu, leher istri nya itu hingga turun ke benda indah yang tercipta dengan begitu sempurna.


Begitu lidah itu bermain di ariola Indri, kemudian menyesap niple berwarna pink tersebut, Seketika Indri meremas rambut suaminya, lagi-lagi satu suara mendayu lolos dari balik bibirnya.


"Ahhhh"


tersiksa....dia begitu tersiksa, dimana dibawah sana kemari Abizard menyiksa intinya, sedangkan di atas sana mulut dan li..dah Abizard menyiksa da..da nya.


Hingga akhirnya tanpa Indri sadari dia mengencangkan pegangan nya, dia tahu dia tiba pada pelepasan nya.


"Abi...aku ingin keluar"


Abizard sengaja mempercepat gerakan tangan nya, membiarkan istrinya tiba pada pelepasan nya.


"Keluarkan lah"


Bisik Abizard kemudian.


Indri berteriak kecil, dia mencoba meremas rambut Abizard dengan tangan kanan nya, sedangkan tangan kirinya meremas ujung spray dengan begitu erat, sesaat dia menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


dan benar saja dalam Hitungan detik sesuatu terasa tumpah dibawah sana.


"oh tidak"


Rengek Indri dengan jutaan perasaan tak karuan didalam dirinya.


Melihat sang istri mendapatkan puncak nya, Abizard seketika langsung naik ke atas tubuh indri, dia menyatukan kembali bibir mereka untuk beberapa waktu, sambil dibawah sana mulai bergesek dengan sempurna, dimana benda berotot dan berurat dengan ukuran besar itu mencari tempat bersarang nya.


Dan pelan-pelan bisa Indri rasakan dibawah sana terus bergesek dengan gerakan perlahan, pelan namun pasti seketika indri mengencangkan pelukan nya sambil terpekik kecil.


"Akhhhh"


"Sayanggg.."


Abizard tampak meracau, rasanya begitu sempit, begitu dia mencoba menyentak kan milik nya kedalam sana, seketika indri mengencangkan pelukan nya.


Lagi Abizard menyambar bibir istri nya kembali, sambil dibawah sana bergerak secara perlahan namun pasti.


Suara Demi suara penyatuan terus terdengar memenuhi dinding kamar mereka, laki-laki itu terus bergerak maju mundur dan naik turun bersamaan jutaan keringat yang saling bercucuran menambah panas keadaan didalam ruangan tersebut.


Cuaca cerah di temani semilir angin laut menambah suasana indah penuh gelorah di tubuh mereka.


Peluh terus bercucuran diiringi suara era..Ngan dan rengekan manja dari balik bibir indah indri, rasa nikmat diantara penyatuan mereka membuat Abizard semakin bersemangat memaju dan melaju gerakan nya dengan sempurna.


Ciuman, desa..Han, Luma.. Tan dan hujaman Deni hujaman terus memenuhi seluruh sudut ruangan tersebut.


"Abi.."


Indri terus men.. desah memanggil namanya bak nyanyian cinta yang semakin melekatkan hubungan mereka.


Hingga akhirnya dia fikir ini waktunya pelepasan.


"Aku ingin..."


Indri menghentikan kata-kata nya, dia memejamkan bola matanya, menikmati tiap moment yang diberikan Suami nya.


"Tumpahkan lah, aku akan datang setelah nya"


Ucap Abizard lantas kembali menautkan bibir mereka, laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan sang istri sambil dibawah sana terus bergerak menghantam dinding rahim Indri secara perlahan.


Dan benar saja sepersekian detik kemudian bisa laki-laki itu rasakan sang istri nya masuk pada masa pelepasan nya, laki-laki itu masih terus bergerak memompa hingga akhirnya dia ikut masuk kedalam pelepasan yang sama.


Hingga pada akhirnya sepasang suami istri tersebut mendapat kan ke..nik..matan mereka masing-masing.


"I love you sayang"


Abizard mencium kening, kedua pelupuk mata, pipi, hidung, dagu hingga ke bibir sang istri.


Setelah itu laki-laki itu memeluk erat tubuh sang istri dengan jutaan perasaan penuh cinta.


Seulas senyum Tampak mengembang dari balik bibir Indri, perempuan itu secara perlahan masuk kedalam dekapan sang suami.


"I love you too"


Bisik perempuan itu begitu lembut nyaris tak terdengar.

__ADS_1


__ADS_2