Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Kencan pertama


__ADS_3

Kembali kemasa Sekarang


Ketika Acara Lamaran Kalan dan Meisya Usai


Syahnaz terlihat sibuk membenahi beberapa barang seserahan yang di serahkan oleh keluarga Kalan tadi dari ruang tengah hingga ke kamar yang biasa dia tempati.


Para keluarga berkata sementara akan menggunakan Kamar Syahnaz untuk meletakkan beberapa barang hingga pernikahan berjalan nanti, sebab semua orang tidak mungkin menggunakan kamar Abizard atau Meisya untuk sementara waktu.


Gadis itu jelas tidak keberatan, dengan gerakan cepat memasukkan beberapa barang-barang yang ada di bantu oleh Dimas dan beberapa Anggota Keluarga lainnya.


Setelah usai memindahkan semua barang, ketika semua orang berlalu Syahnaz mencoba menyusun barang-barang Tersebut secara perlahan, dia fikir dia harus membuat jarak di antara beberapa tempat agar dia bisa bergerak dengan lapang.


Beberapa barang yang ringan dan tidak mungkin rusak langsung Syahnaz pindahkan ke atas lemari kamar.


Cukup lama dia melakukan nya hingga akhirnya Syahnaz mencoba untuk meletakkan satu barang terakhir di atas lemari, tapi.....


Seketika Syahnaz terkejut saat barang yang ada di atas sana bergeser, Syahnaz langsung memejamkan bola matanya saat dia berfikir barang tersebut akan menimpa dirinya.


Tapi.....


Gadis itu mengerutkan keningnya saat dia tidak kunjung menerima tumpukan barang tersebut di kepalanya.


Seketika Syahnaz mencoba mengintip dengan sebelah bola matanya, dia mencoba melihat keatas dengan satu matanya.


"Semua baik-baik saja"


Tiba-tiba sebuah bisikan mengejutkan dirinya.

__ADS_1


Syahnaz jelas terkejut z refleks dia berbalik dan


Bugggg


"Akhhh"


Gadis itu meringis saat tubuhnya terbentur ke dinding, tapi tangan kokoh tersebut mencoba menahan kepalanya dengan cepat Agar tidak ikut terbentur ke dinding lemari.


Jantung Syahnaz seketika berdetak begitu kencang saat dia menyadari siapa yang ada dihadapan nya saat ini.


"Dewa?"


Dia bicara lirih saat sadar Dimas yang ada dihadapan nya, Syahnaz mencoba menahan suaranya karena jarak yang mereka miliki benar-benar nyaris tidak ada.


Laki-laki itu mencoba meletakkan barang yang ada di tangan kirinya ke atas lemari, seketika bisa Syahnaz rasakan tubuh Dimas yang menempel di dirinya.


Dia benar-benar dalam kondisi terdesak, tubuh yang merapat dilemari dimana dada bidang Dimas nyaris menyentuh wajah nya, aroma maskulin laki-laki tersebut tercium lembut dibalik hidung nya, semakin menambah detak jantung Syahnaz yang berdegup tidak beraturan.


"Kenapa tidak meminta bantuan pada orang lain untuk melakukan sisa pekerja nya?"


Laki-laki itu bertanya sambil menatap manik mata Syahnaz, kemudian dia memandangi wajah Syahnaz yang mulai bersemu memerah.


"A..ku fikir hanya pekerjaan kecil"


Jawab Syahnaz pelan, rasanya bola matanya menjadi tidak konsentrasi mendapati sosok Dimas dihadapan nya.


Sosok dihadapan nya itu belakangan terus mengusik hari-hari nya.

__ADS_1


"Tapi cukup berbahaya jika dilakukan sendiri bukan?"


Tanya Dimas pelan, lagi laki-laki itu meraih sebuah kotak seserahan, hal tadi kembali berulang, laki-laki itu meletakkan barang tersebut ke atas lemari.


"Hmmm"


Syahnaz menjawab pelan, saat gerakan kembali terulang kali ini dia mencoba kembali memejamkan bola matanya saat wajah Dimas kembali mendekati wajah nya dan hanya menyisakan sedikit jarak di antara mereka.


Dimas menikmati ekspresi Syahnaz, ada rasa yang menyeruak di dalam dirinya untuk menyambar bibir indah gadis itu tapi dia berusaha untuk menahan nya.


"Syahnaz?"


Mendengar panggilan Dimas, secara perlahan gadis itu membuka bola matanya.


"Mari pergi mendapatkan makan malam bersama besok"


Ucap laki-laki itu tiba-tiba.


"Ya?"


"Anggaplah ini seperti kencan pertama"


Ucap Dimas sambil mengembangkan senyuman nya.


Seketika Syahnaz kehilangan kata-kata nya saat mendengar ucapan Dimas yang tiba-tiba.


Alih-alih mengeluarkan suara nya, Syahnaz hanya mengangguk kan kepalanya secara perlahan.

__ADS_1


Lagi seulas senyuman mengembang dari Balik bibir Dimas, laki-laki itu tiba-tiba mencium lembut kening Syahnaz kemudian beranjak meninggalkan Gadis itu didalam keterpakuan nya.


Gadis itu seketika menyentuh lembut kening nya dengan wajah yang memerah karena malu.


__ADS_2