Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Istri pilihan mertua


__ADS_3

Khalid company


Ruang kerja Yash


Sejenak Yash menghela Pelan nafasnya, dia duduk di atas kursi kerja nya sembari kedua tangannya yang ada di atas meja mencoba menekan-nekan pelipis kiri dan kanannya.


belakangan kepalanya terus berdenyut-denyut tidak jelas, dia pikir mungkin ini karena efek kurang tidur dan juga banyaknya tekanan yang terjadi pada dirinya belakangan ini dari berbagai macam arah.


laki-laki itu menghela nafas nya untuk beberapa waktu, sendiri dia mencoba untuk mengendurkan dasi miliknya.


dia duduk di atas kursi di mana dia biasa bekerja dan kini laki-laki tersebut mencoba memperhatikan lembar demi lembar kertas yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.


Itu adalah berkas laporan Hana, belakangan laporan kesehatan Hana semakin memburuk dan semakin membuat Yash khawatir, mereka selama lebih kurang 3 tahun ini telah melakukan banyak pengobatan alternatif bahkan banyak telah melewati proses operasi selama beberapa kali.


dia tahu istrinya telah lelah dengan proses operasi dan pengobatan, karena itu Hana hanya mau tinggal di rumah sakit mengikuti beberapa program tidak lebih.


Hana berkata semakin lama dia berada di rumah sakit rasanya semakin melelahkan dan bahkan perempuan itu berkata jika dia merasa kesehatan nya semakin tumpul dan buruk, bahkan tubuhnya semakin sulit bersahabat, karena itu saat mendengarkan keluhan dari sang istrinya Yash tidak banyak bicara sebab beberapa dokter juga telah berkata karena bebas menikmati sisa kehidupannya sesuai dengan pemahaman perempuan tersebut.


jangan ditanya bagaimana perasaan Yash saat mendengarkan keputusan yang diberikan oleh para dokter, meskipun dia selalu menyakiti dirinya jika ajal yang menentukannya adalah Allah SWT, tapi dia juga tidak mungkin takabur yang sama Allah berfikir kematian itu tidak pernah ada.


Realita nya ibunya dan juga ayah mertuanya telah tahu dengan keadaan dan kondisi tubuh Hana yang semakin memburuk, karena itu tidak heran ayah mertua nya berkata jika perusahaan butuh seseorang yang kuat untuk membantu nya berdiri jika sesuatu yang buruk terjadi pada Hana nanti.


meskipun dia harus merasa ayahnya terlalu berlebihan dimana dia berpikir bagaimana bisa seorang ayah lebih memikirkan soal perusahaan ketimbang putri nya sendiri, tapi ya berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya sama sekali dan hanya bisa memendam kemarahan juga kekesalan didalam hati.


dan yang lebih membuat dia kesal dan marah, bagaimana bisa ayah mertuanya mendesaknya untuk mencari istri kedua dan berpoligami demi mengurus perusahaan Khalid dan Khadafi.

__ADS_1


Yash tahu jika ayah mertua nya telah menetapkan pilihan nya dimana sosok pilihan tersebut adalah Diana untuk menggantikan Hana


Namun Yash berkata seharusnya Diana bisa membantunya tanpa berpikir untuk menjadi istrinya, tapi perempuan itu lucu nya berkata dia bersedia masuk ke perusahaan dan membantu dengan syarat yang sama seperti dilontarkan oleh sang mertua nya, dia akan masuk perusahaan dengan penuh jika Yash mau menikahinya.


Yash jelas cukup keberatan dengan ide gila tersebut, karena itu tidak heran Hana juga ikut marah dan berang, dia menganggap ayahnya terlalu berlebihan soal Diana.


karena itu tidak heran Hana bergerak cepat di belakangnya yang mencari seorang gadis untuk dia nikahi.


Tapi saat semua orang tidak lagi membahas pernikahan, Hana tiba-tiba terus mendesak nya agar menikah kembali.


sejenak laki-laki tersebut mengalami nafasnya, Yash mencoba menyadarkan tubuhnya ke punggung kursi kerja miliknya untuk beberapa waktu, dia berusaha untuk memejamkan bola matanya sejenak sembari pikiran melayang entah ke mana-mana.


Yash pikir apa dia harus mencari sebuah ide lain untuk berhenti saat ini? misalnya Menukar Pernikahan yang ditawarkan Hana dengan gadis lain?!.


Tapi seolah-olah terkena tamparan telak, ucapan sekretaris nya menyadarkan Yash.


Erlan berkata cepat kala itu kepada nya, mencoba mengurungkan niat nya untuk melakukan pernikahan kontrak dengan sebuah kesepakatan bersama perempuan mana pun yang bisa di ajak bekerjasama.


"Apa tuan lupa? kebanyakan laki-laki sukses itu hancur karena seorang perempuan, bukankah telah banyak contoh yang Tuan dapatkan dari beberapa relasi bisnis tuan di luaran sana yang karirnya meredup dan hancur bahkan perusahaannya terombang-ambing karena seorang perempuan lain yang dia nikahi di belakang istri mereka?"


"Setidaknya pernikahan kedua tuan berjalan atas restu dan izin dari istri yang pertama, apa Tuan tahu? Restu dan izin istri pertama akan membawa keberkahan tersendiri dalam pernikahan tuan kedepannya."


Lagi Yash menghela nafasnya, dia pikir ucapan Erlan benar adanya, kenapa dia harus berpikir hingga sejauh itu, realitanya jika dia memilih perempuan lain takutnya akan timbul niat berbeda.


apalagi ini menyangkut tentang kasih sayang kepada anak-anak dan juga ibunya, dia bisa saja mencari sembarang perempuan tapi yang mau menerima anak-anak dan ibunya jelas tidak semua perempuan.

__ADS_1


apalagi pintar seorang gadis yang cukup sulit untuk akrab dan dekat dengan siapapun, belum lagi ibunya Yash yang jelas sering bicara bermulut pedas.


laki-laki tersebut masih memejamkan bola matanya membiarkan dirinya terlelap Sejenak di atas kursi kerjanya, dia pikir dia butuh mengistirahatkan pikirannya hingga jam makan siang berlalu.


hari ini tak ada satupun makanan yang ingin dia makan, saat ini dibandingkan makan bagi nya tidur sejenak mungkin akan menjadi pilihan yang paling terbaik untuk dirinya.


Yash berusaha untuk tenggelam sejenak ke dalam alam mimpinya, melepaskan penat dan beban yang menghantam dirinya dalam beberapa waktu ini.


kalau malam dia cukup kurang tidur karena berjaga soal Hana, dia khawatir jika dia terlalu banyak tidur di malam hari jika sesuatu yang buruk terjadi pada Hana dan dia tidak akan menyadarinya.


Di kala siang jelas dia tidak pernah melakukannya, tumpukan pekerjaan demi pekerjaan dan kegiatannya di perusahaan belum lagi bertabrakan dengan rapat-rapat penting bersama dewan dan juga para relasi mana mungkin memberi dia jeda waktu untuk tidur siang meskipun sejenak.


Dikala Yash mulai memejamkan bola matanya secara perlahan, tiba-tiba dia merasa ada hembusan nafas yang terjadi tepat di depan wajahnya, laki-laki tersebut langsung mengerutkan keningnya.


Yash berniat untuk membuka bola matanya namun tiba-tiba saja sebuah suara penuh Kemarahan memecah keadaan.


"Kau... apa yang kau lakukan didalam ruangan Yash, hah?"


seketika Yash langsung membuka bola matanya, begitu dia menoleh dia baru menyadari seseorang berdiri tepat di hadapannya dengan posisi tubuh sedikit menjongkok.


raut wajah panik perempuan yang ada di hadapannya tersebut terlihat dengan begitu jelas, dan ketika dia menoleh ke ujung pintu seorang perempuan ikut berdiri di sana dengan jutaan kemarahannya.


Yash seketika langsung mengeratkan rahangnya saja yang ada di hadapannya tersebut dan apa yang ingin dilakukan oleh orang itu terhadap dirinya.


"Apa yang kau lakukan?!."

__ADS_1


Tanya Yash dengan wajah marah nya.


__ADS_2