
Disisi lain
Masih di masa kemarin
Agnes menarik pelan nafasnya saat melihat kebersamaan Antara Renata, Hans dan Ara.
Dia fikir seolah-olah dirinya adalah orang asing di antara mereka, kebersamaan mereka terlihat begitu sempurna. Seharusnya sejak awal memang tidak ada dirinya di antara mereka.
Mungkin benar ucapan seseorang mengingatkan dirinya soal siapa dirinya.
Dia hanya benalu di antara semua orang.
Seharusnya sejak awal dia tidak pernah dilahirkan di dunia ini.
Jika bukan karena Ara mungkin dia sudah lama memilih untuk mati, jika bukan karena kakak perempuan nya yang terus berkata.
"Habis gelap terbitlah terang"
Dia mungkin sudah tidak pernah lagi melihat matahari di keesokan harinya.
"Kau tahu? kau hanya benalu di antara semua orang, sejak awal kehadiran mu tidak pernah di harapkan"
Sebaris kata-kata itu pernah di ucapkan oleh seorang wanita yang begitu dia hormati.
Mama Reno, wanita itu menemui nya tepat Dua hari sebelum pernikahan nya dengan Abizard.
__ADS_1
Dia telah merancang masa depan dengan reno sejak beberapa bulan sebelum nya, menyiapkan kotak kecil sebagai kado kejutan untuk laki-laki itu, ingin berkata jika dia tengah mengandung buah hati mereka.
Mereka berencana untuk pergi meninggalkan semua nya, dan dia akan membatalkan pernikahan nya dengan Abizard.
Tapi semua mimpi nya Kandas saat wanita itu datang menemui nya.
"Kau tahu? orang miskin tidak mungkin bisa merangkak naik menjadi orang kaya, kau dan putra ku memiliki perbedaan yang begitu signifikan, kau hanya sebuah keset kaki yang tidak berharga, sedangkan Reno, debu yang menempel di sepatunya saja memiliki harga yang begitu tinggi di mata Semua orang"
Kala itu tangannya gemetaran mendengar ucapan wanita itu, dia mencoba menahan perasaan nya dengan tidak mengeluarkan air mata nya.
"Kau fikir aku tidak tahu trik wanita murahan sekelas dirimu? katakan pada ku berapa harga yang kau inginkan hah? aku akan membayar nya untuk mu"
"Aku tidak melihat Reno dari sudut pandang seperti itu, Ma"
Jawab Agnes sambil mengencangkan pegangan tangan nya pada ujung bajunya.
Wanita itu bicara seolah-olah tidak menggunakan perasaan nya, menatap tajam ke arah diri nya dengan penuh kebencian.
"Jika kau memutuskan pergi bersama dirinya meninggal kan aku, menikah dan membawanya dalam kehidupan susah mu, bayangkan bagaimana menderita nya putra ku hah?"
"Reno memiliki masa depan yang cerah jika tidak bersama kamu, jadi gunakan akal sehat mu dan bayangkan bagaimana hancur nya masa Depan laki-laki itu ketika Menikahi kamu?"
"Dia yang biasa hidup dalam gelimangan harta hanya akan bertahan tidak lebih dari satu bulan, setelah itu apa kau yakin cinta saja bisa membuat kenyang perut dia?"
"Jadi sebelum kau memutuskan untuk pergi melarikan diri bersama nya, gunakan otak mu dengan baik, jangan membuat susah kehidupan orang lain"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Mama Reno melempar kan tumpukan uang ke arah Dirinya dengan cara yang begitu kasar.
Membuat seluruh uang itu berhamburan dan lemparan tadi menyisakan segores luka di pipi kiri Agnes.
Darah segar mengalir lembut dibalik pipinya.
"Kau tidak tahu bagaimana rasanya merawat anak seorang diri tanpa seorang ayah, jadi jangan coba-coba membawa putra ku menjauh dari kehidupan ku, Pe..la .cur"
Dia tidak menangis mendengar semua perkataan perempuan itu tadi, tapi sebaris kata Pe..la..cur.. seolah-olah menjatuhkan harga diri nya.
Begitu wanita itu pergi berlalu, secara perlahan air mata Agnes tumpah tidak terhingga, dia menangis terisak seorang diri disana.
Menahan sejuta perasaan nya sambil berusaha mengambil sesuatu di dalam tas nya.
Sebuah Kotak kecil berwarna hitam yang didalamnya terdapat benda pipih yang begitu indah.
2 garis merah menghiasi benda pipih berwarna putih tersebut.
Agnes menatap benda itu untuk waktu yang cukup lama, dia masih terisak disana sambil berkata didalam hatinya.
Kau tahu sayang? mungkin mama tidak tahu bagaimana rasanya merawat anak seorang diri tanpa seorang ayah.
Setelah berkata begitu dia kembali menangis meraung, Agnes menepuk-nepuk dadanya untuk beberapa waktu.
Semua baik-baik saja, semua pasti baik-baik saja.
__ADS_1
Ucapnya sambil menundukkan tubuhnya, lantas dia meringkuk di atas kursi tanpa mengeluarkan suara nya.