
Kembali ke beberapa hari kemarin
Setelah Yash dan Alessia bertemu
Saat seseorang mengganti pakaian Alessia
Hana secepat kilat berlarian pergi menuju kearah mobil nya di mana ketika di depan sana seorang laki-laki telah menunggu dirinya diikuti bibi Tori.
"Bawa aku ke Restoran xxxxxxx"
perempuan itu bicara dengan cepat ke arah laki-laki yang membawa mobil tersebut.
Setengah perjalanan tidak terdengar obrolan di antara mereka, 3 orang itu sibuk dengan pemikiran masing-masing saat ini.
Hana cukup tidak percaya jika rencana nya malam ini bisa di baca oleh Diana, dia sudah bergerak dengan sangat halus, realita nya semua tidak sesuai dengan rencana nya.
Perempuan itu sejak dulu selalu selangkah lebih dulu dalam banyak hal, karena itu tidak heran bagaimana pun caranya untuk menyingkir adik tiri dan ibu tirinya, mereka tidak akan pernah berhasil.
Diana seolah-olah sejak awal memang ditempah untuk bergerak lincah dari semua orang, oleh sebab itu tidak heran ayah nya selalu bisa luluh atas ucapan Diana dan selalu tidak percaya dengan ucapan nya.
Ular memang begitu lincah mengintai kemudian menerkam mangsanya.
Dia pikir jika pergerakan nya selalu selamban ini, maka semua akan hancur berantakan, kematian nya benar-benar akan sia-sia, Yash akan diperdaya dan anak-anak mereka akan habis di bawah jajahan Diana dan ibu tiri nya.
Hana mengehela kasar nafasnya, dia mencoba menyandarkan tubuhnya di kursi mobil tersebut untuk beberapa waktu, hal itu cukup membuat bibi Tori sedikit khawatir.
"Nyonya?"
Tiba-tiba Erlan bicara sembari melirik ke arah kaca tengah mobil, dia menatap khawatir perempuan yang saat ini duduk di bangku kiri belakang sana, bisa dia lihat wajah pucat perempuan itu saat ini, dalam kondisi sakit namun memaksakan diri untuk pergi dengan cepat demi menemui gadis yang akan dijodohkan dengan tuan nya.
Bibi Tori jelas ikut terlihat panik sejak tadi, memilih duduk di samping Hana tanpa banyak bicara, sesekali hanya bisa memperhatikan ekspresi majikannya.
__ADS_1
"aku pikir nyonya tidak baik-baik saja, kondisi Anda saat ini semakin memburuk, jika tuan tahu nyonya menyusulnya atau bahkan menemui Nona Alessia aku takut tuan akan marah besar, nyonya"
laki-laki tersebut terus bicara sembari bola matanya kini menatap fokus ke arah depan dan tangannya sibuk dengan setir mobil yang ada di hadapannya, jangan ditanya bagaimana perasaan dia sebenarnya saat ini, benar-benar kacau balau.
"aku takut terjadi satu kesalahpahaman di antara Yash dan gadis tersebut Erlan"
Hana menjawab cepat ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, Erlan sang sekretaris kepercayaan suaminya.
laki-laki tersebut adalah pilihan dirinya di masa lalu untuk mewakilinya ketika dia tidak bisa mendampingi Yash, ada alasan khusus kenapa dia memilih Erlan untuk bergerak di samping suami nya.
Yah seharusnya dia mengawasi gerak-gerik Alessia, mengirim seseorang memantau terus keadaan nya mungkin selama 24 jam penuh, dia seharusnya mencari seseorang yang khusus menjadi tangan kanan gadis tersebut sejak awal.
Hana terlalu naif dan berpikir Diana tidak akan mencium rencana nya, tidak heran dimasa lalu perempuan tersebut dan ibu nya Bergerak sangat hati-hati dan kompeten, menyingkir kan ibu Hana dan menciptakan kesalahpahaman, membuat ayah nya tidak mencintai lagi ibu nya hingga menciptakan satu tragedi yang disebut kecelakaan tunggal tanpa lawan.
Mereka benar-benar luar biasa menyingkir kan orang-orang yang di anggap mereka sebagai batu hambatan untuk menguasai ayah nya dan seluruh kehidupan juga hak-hak nya di dalam keluarga Khadafi.
"Seharusnya nyonya cukup meminta aku untuk mengurus semuanya, aku akan melakukan semuanya tanpa harus membuat nyonya khawatir dengan segala hal"
mendengarkan ucapan laki-laki tersebut seketika Hana melebarkan senyumannya, bola mata perempuan itu menetap ke arah Erlan yang fokus pada jalanan untuk beberapa waktu.
"aku saat ini belum begitu membutuhkan bantuanmu, tapi ketika aku tidak ada kamu tahu tugas-tugas mu?"
Hana bicara sembari melemparkan tanya dia yakin erlan juga paham dengan apa yang dia katakan.
"Semua belum juga di mulai tapi Diana sudah bergerak dengan lincah, hal itu membuat aku takut jika Madhuri akan ikut bergerak turun tangan"
setelah berkata begitu Hana langsung membuang pandangannya, bibi Tori terlihat melirik ke arah Hana untuk beberapa waktu.
Mendengar nama Madhuri seketika membuat wanita paruh baya lebih itu dan Erlan terlihat diam untuk beberapa waktu. mereka Saling melirik dari kaca spion tengah mobil, seolah-olah nama itu menjadi momok paling enggak untuk didengar oleh semua orang.
"Jika wanita itu bergerak turun tangan kalian tahu? cepat atau lambat mereka akan tahu identitas Alessia, ini akan mengancam keselamatan Alessia, dan ini jelas tidak akan mudah untuk membawanya masuk ke dalam keluarga Khadafi"
__ADS_1
Dia bicara, mencoba berpikir dan mencari jalan keluar untuk keselamatan Alessia, Hana tahu membawa gadis itu masuk sejak awal jelas memiliki resiko besar, tapi dia harus menciptakan satu permainan dengan berbagai trik dan intrik dan melibatkan beberapa orang kepercayaannya untuk bisa membuat Alessia masuk dengan cara halus didalam keluarga Khadafi.
Setelah dia mati dia akan tenang meninggalkan semua orang termasuk Yash dan anak-anak nya, memastikan lamban laut Diana dan Madhuri tersingkir kan secara perlahan.
Dia mungkin terlalu naif dulu saat masih muda, menganggap Diana dan ibu tirinya bukan ancaman besar, tapi seiring berjalannya waktu saat dia mengetahui soal banyak kenyataan, dia sadar kedua orang itu jelas akan menjadi ancaman besar untuk semua orang.
Terlalu banyak permainan trik dan intrik yang di ciptakan Madhuri untuk bisa menjadi istri sah satu-satunya didalam keluarga Khadafi, kali ini setelah kematian nya Diana pasti akan menjadi putri satu-satunya penerus Khadafi dan akan menguasai seluruh hak kepemilikan Khalid dan merebut semua yang Sejak awal seharusnya memang menjadi milik nya dan adik nya di masa lalu.
Hana jelas tidak rela.
Kematian nya akan menyisakan luka untuk anak-anak, dan Kallan juga Pinkan pada akhirnya tidak akan mendapat kan apa-apa jika Diana menikah dengan Yash dan Diana memiliki seorang penerus berikut nya.
Itu tidak akan pernah Hana biarkan, mereka terlalu bergerak licik sampai hari ini.
"Kita bisa mengandalkan Kanina didalam nya, tapi butuh bukti kuat untuk menyakinkan dia soal nona Alessia"
Bibi Tori bicara pelan, dia melirik kearah Hana untuk beberapa waktu.
Alih-alih menjawab, Hana menatap balik kearah Bibi Tori, bola mata perempuan tersebut terlihat menatap lurus memecah penglihatan.
"Kita masih menunggu Rick menyelesaikan semua nya, setelah berkas-berkas dari rumah sakit turun, aku akan bicara pada Kanina soal Alessia"
Ucap Hana kemudian membuang pandangannya.
"Apa nyonya benar-benar yakin soal Alessia?"
Wanita paruh baya lebih tersebut kembali bertanya dengan perasaan sedikit ragu-ragu.
"Yah Aku yakin bahkan sangat yakin jika Alessia adalah dia"
Setelah berkata begitu Hana tidak kembali lagi melanjutkan kata-katanya, perempuan tersebut memilih untuk menatap lurus kesisi samping kaca pintu mobil di mana dia duduk sekarang.
__ADS_1
Dia pikir dia harus bergerak dengan cepat saat ini sebelum semuanya hancur berantakan.