Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Persiapan lembur


__ADS_3

Melihat Abizard yang kelihatan bingung, Indri malah memunyungkan bibirnya, dia menarik Abizard agar keluar dari kamar mandi.


"Aku benar-benar harus kekamar mandi Abi"


Ucap Indri lantas Langsung menutup pintu kamar mandi nya.


Sejenak Abizard diam kemudian dia malah terkekeh pelan, baru sadar otak me..sum dan pemikiran tidak sinkron nya lagi-lagi berkelana kemana-mana.


Efek puasa panjang benar-benar membuat dia mulai kehilangan konsentrasi nya.


Laki-laki itu memijat kepalanya sambil mencoba mengulumkan senyuman nya, kemudian dia berpegangan pada dinding kamar mandi dengan posisi tubuhnya masih menghadap ke arah pintu kamar mandi.


"Sayang..."


Abizard bicara sambil menaikkan ujung alisnya, bisa di bayangkan bagaimana ekspresi laki-laki dengan sejuta pesona penuh trik itu bicara saat ini.


"Hmmm?"


Indri Hanya menyahut seadanya dari dalam sana.


"Masih merasa lelah dan mengantuk?"


Tanya Abizard pelan, dia menunggu Jawaban dari dalam sana.


"Atau ingin makan lebih dulu?"


"Aku fikir ingin Makan"


Indri menjawab cepat.


Mendengar kata makan seketika membuat Abizard menaikkan ujung bibirnya.


Yeah aku pun ingin makan saat ini, tapi ada tanda kutip yang harus di garis bawahi soal apa yang ingin di makan saat ini.


Laki-laki itu kembali mengulumkan senyuman nya.


"Sebaiknya kamu membersihkan diri, gunakan air hangat agar tidak demam"


Abizard bicara dengan wajah nakalnya, dia seolah-olah sengaja meminta Indri untuk membersihkan diri saat ini kemudian meminta gadis itu tampak untuk mengisi perut nya agar mendapatkan stamina terbaik nya.


"Baiklah"


Indri menjawab cepat kemudian bisa dia dengar Indri mulai menyalakan shower nya dari dalam sana.


*******

__ADS_1


Indri terlihat mengerutkan keningnya sebab begitu keluar dari kamar mandi bisa dia lihat Abizard masih juga belum menggunakan pakaian nya, laki-laki itu duduk di atas kasur mereka sambil sibuk menonton televisi.


Di meja nakas sudah terdapat berbagai macam menu makanan yang bisa di santap oleh mereka.


Wah... kapan dia mengambil nya?!.


Batin Indri sambil menoleh ke arah Abizard untuk beberapa waktu.


Dia sebenarnya merasa agak risih karena harus keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk mandi, Indri fikir seharus nya tadi dia membawa pakaian ganti.


Gadis itu berlarian kecil menuju ke walk in closed, mencari koper pakaian nya untuk berganti tapi.....


Setelah beberapa kali mencari, mengobrak-abrik kesana kemari dia sama sekali tidak mendapati koper nya bahkan tidak ada satu pun pakaian yang bisa dia gunakan kecuali....



Hah?!.


Glekkk


Seketika Indri menelan salivanya.


"Abi..."


"Hmm?"


Tanya Indri panik.


"Bukankah Mama meminta pelayan memindahkan koper nya kemarin?"


Jawab Abizard enteng.


"Ah?"


Indri mencoba mengingat-ingat.


Ah iya juga, kemarin dipindah kan koper nya ke kamar sebelah karena takut mengganggu dikamar pengantin baru.


Tapi yang jadi pertanyaan masa dia harus pakai pakaian horor itu? yang orang-orang sebut dengan pakaian kurang bahan?!.


"Tidak bisakah kita mengetuk kamar sebelah?"


Indri bertanya dengan raut wajah cemas.


"Sayang ini sudah hampir pukul 3, kita akan mengganggu tidur orang lain jika melakukan nya"

__ADS_1


"Tapi Baju nya...?!"


"Itu cantik"


"Ini aneh"


"Tidak ada yang aneh untuk pengantin baru"


Ah iya dia lupa mereka adalah pasangan pengantin baru, itu berarti?!.


Tunggu dulu.


Fikiran Indri tiba-tiba berkelana kesana-kemari.


Apa ini malam pertama? bagaimana jika hal buruk terjadi? bagaimana jika itu sakit? bagaimana jika...?!


Akhhh pertanyaan di kepalanya ada banyak sekali saat ini.


"Makan lah untuk segera mengisi tenaga"


Ucap Abizard sambil menatap ke arah Indri, laki-laki itu menepuk-nepuk kasur nya, meminta Indri duduk disampingnya.


"Mengisi tenaga?"


Indri mengerutkan keningnya.


"Kita akan lembur setelah ini"


"Hahhhh apakah ada pekerjaan kantor yang harus kita selesaikan dalam keadaan darurat"


Indri terlihat panik, buru-buru berjalan mendekati Abizard.


"Hmmm pekerjaan yang benar-benar darurat dan tidak bisa di tunda lagi hingga besok"


Abizard terus bicara sambil mencoba menahan senyumannya saat melihat ekspresi lucu gadis dihadapannya.


"Itu benar-benar buruk sekali"


"Hmmm sangat buruk"


"Tunggu aku berganti pakaian"


Indri kembali mencoba berbalik, dia fikir dia harus mengganti pakaian nya tapi Abizard langsung menarik tangan nya dengan cepat dan membuat Indri langsung memejamkan bola matanya saat tahu-tahu tubuhnya masuk kedalam pelukan Abizard.


"Biarkan begitu, akan lebih mudah melakukan nya nanti"

__ADS_1


"Ya?"


Indri bertanya sambil mengerutkan dahi nya, sejenak jantung nya berdetak tidak beraturan saat bola mata Abizard menelisik seluruh dirinya.


__ADS_2