
"Apa?"
Kallan langsung bertanya Sembari mengerut kan alisnya, dia jelas langsung kehilangan selera makan yang begitu saja saat mendengar ucapan adik perempuannya.
"Kau bilang apa?"
Dia jelas begitu marah saat mendengar istilah turun ranjang, laki-laki tersebut langsung mengerat kan rahangnya, dia paling tidak suka dengan bibi Diana nya, sebab dia tahu betul bagaimana buruknya perempuan tersebut.
Pernah mendengar istilah Manusia bermuka dua?!.
Itu adalah saudara tiri ibu nya.
Tante Diana mereka memiliki sifat yang sangat mengerikan, tidak jarang mereka merasa tidak pernah menyukai perempuan tersebut sejak dahulu.
Selain terlalu pandai bersilat lidah untuk mengambil hati kakek mereka dan papa Mereka, perempuan itu terlalu pandai menipu orang-orang dengan wajah palsu nya, bahkan belakangan perempuan itu dengan sangat intens dan lincah mencoba juga untuk mengambil hati nenek mereka.
tidak tahu Kallan pikir kenapa ada manusia seperti itu di muka bumi ini, dan percaya lah bibi Diana nya adalah sosok manusia bermuka dua yang begitu mengerikan, dia pura-pura baik terhadap mama Hana tapi realita nya menyimpan dendam secara diam-diam.
Dan kallan tahu betul, orang yang bermuka dua juga dipenuhi dengan rasa iri dan dengki. Mereka akan bahagia melihat orang lain dalam kesusahan dan sebaliknya tidak suka melihat orang lain bahagia. Mereka juga selalu berusaha mencari-cari kesalahan orang lain untuk membuat dirinya terlihat lebih baik.
Bibi Diana bisa menjelma menjadi musuh dalam selimut tanpa orang-orang sadari, dia jelas dari luar dia terlihat baik-baik saja dan tulus dengan siapapun, namun realita nya di belakang semua orang dia bakal melakukan hal yang berkebalikan 180 derajat.
Di masa lalu kallan beberapa kali memergoki perempuan tersebut masuk ke ruang kerja pribadi papa nya dirumah ketika laki-laki tersebut terlelap karena kelelahan, bahkan tidak jarang menggunakan pakaian yang sangat mengganggu pemandangan untuk menggoda papa mereka namun syukurnya Papa mereka jelas di bukan tipe laki-laki yang mudah tergoda oleh perempuan seperti itu, apalagi di masa lalu mereka pernah menjadi teman dekat mereka sudah tahu betul bagaimana sikap Diana dan bagaimana cara menghindarinya.
Namun bukankah seorang rubah tetaplah sarang rubah?!.
mereka akan selalu memiliki cara untuk memikat lawannya, terkadang Kallan takut apa yang dia takuti akan terjadi, tapi dia percaya hal itu tidak akan terjadi mengingat bagaimana kesetiaan kedua orang tua mereka.
Bahkan Kallan tahu dan mendengar Desas-desus dari beberapa pelayan, jika Diana beberapa kali terlihat mencoba untuk mencelakai mama nya.
Seolah-olah bibi Diana sengaja menunggu waktu kematian mama nya agar dia bisa menggantikan posisi mama nya menjadi nyonya rumah Khalid.
karena itu tidak heran kallan dan Pinkan sangat membenci bibi Diana, bahkan mereka seringkali berharap agar perempuan tersebut tidak masuk ke dalam daftar keluarga Khalid.
Namun karena kakek mereka yang begitu mencintai nenek muda, membuat sebuah keputusan mengerikan soal keberadaan bibi Diana.
Apalagi mengingat begitu pandainya perempuan tersebut mengambil hati orang lain demi untuk bisa terus bertahan di dalam keluarga Khalid.
Kakek nya benar-benar buta keadaan atas perempuan bermuka dua tersebut.
persis seperti ibu nya, bibi Diana nya mewarisi watak istri muda kakek, dan watak itu benar-benar menjadi warisan alami hingga saat ini.
bahkan Kallan pernah mendengar obrolan lain dari pelayan kepercayaan dirumah mereka yang di pecat di kala mereka masih kecil dulu, jika ibu bibi Diana lah yang menyebabkan tragedi kecelakaan puluhan tahun yang lalu hingga menyebabkan satu saudara ibu mereka meninggal dunia.
__ADS_1
katanya itu adalah salah satu cara untuk menyingkirkan saingan sang pewaris tahta.
semakin sedikit anak yang ada di dalam rumah tersebut, maka akan semakin memperbanyak bagian warisan yang harus menerimanya.
namun tidak heran bibi Diana nya merasa mama Hana mereka adalah ancaman besar, karena hingga hari ini sang kakek belum juga membagikan pundi-pundi warisannya kepada salah satu dari mereka.
yang terjadi sang kakek masih menurunkan semua urusan perusahaan kepada Yash Khalid, papa mereka.
karena perempuan culas itu belum pula aku hingga hari ini.
jadi begitu Pinkan tadi berkata bibi Diana nya berniat untuk turun ranjang, seketika ucapan Gadis tersebut membuat Kallan mengerutkan keningnya.
"Turun ranjang? kenapa? pesan itu seolah-olah Terjadi dimana Mama akan pergi selama-lamanya dari dunia ini dan berniat meninggalkan kami"
Ucap kallan cepat.
dia pikir bagaimana bisa orang-orang ingin papanya menikah lagi saat ini di mana mamanya jelas baik-baik saja, bahkan kakinya mendukung pernikahan turun ranjang yang di ucapkan oleh Pinkan.
"Itu tidak terdengar menyenangkan, jangan bercanda dengan banyak hal, Pinkan"
Ucap Kallan sambil menggenggam erat sendok yang ada di tangan nya.
suara Kallan terdengar begitu datar dan dingin, laki-laki tersebut menoleh ke arah mama dan papanya secara bergantian, pandangan bola matanya seolah-olah siap untuk menghakimi siapapun saat ini.
"Apa ini ada sangkut pautnya dengan permintaan Mama agar Papa menikah lagi dalam beberapa bulan terakhir ini?"
Tanya kallan lagi sembari dia langsung lirik ke arah mamanya.
dan ketika dia melihat wajah pucat perempuan yang ada di samping nya tersebut, seketika kecurigaan besar menghantam dirinya.
"Apa mama sakit?"
laki-laki itu jelas saja langsung mengajukan pertanyaan pada orang tua nya, setelah dia menatap mamanya dia langsung melirik ke arah papanya, menunggu jawaban pasti apa yang terjadi sebenarnya.
tidak ada alasan orang menikah lagi kecuali sesuatu yang terdesak terjadi.
"Aku dengar mama sakit?"
kali ini suara Pinkan yang terdengar menyambung ucapan dari Kallan.
"beberapa pelayan yang aku hubungi berkata Mama belakangan modal-manir ke rumah sakit?"
Pinkan bertanya sembari mendesak mamanya untuk bicara.
__ADS_1
"Kata nya Mama tidak dalam keadaan baik-baik saja?"
rentetan pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh putri Hana seketika membuat perempuan tersebut menggenggam erat telapak tangannya.
Yash langsung menggenggam erat telapak tangan istrinya tersebut, seolah-olah laki-laki itu berkata semua pasti baik-baik saja.
laki-laki itu langsung menoleh ke arah istrinya sembari mencoba menatap dalam bola mata Hana, dia pikir mungkin ini saatnya anak-anak tahu apa yang terjadi.
Namun Hana hanya melirik ke arah suaminya untuk beberapa waktu, kemudian perempuan tersebut langsung menggelengkan kepalanya secara perlahan lantas dia membuang pandangannya, perempuan tersebut langsung melihat ke arah Pinkan dan Kallan.
"Tidak, Mama sama sekali tidak sakit, Mama baik-baik saja, hanya saja mama memang meminta papa kalian untuk menikah lagi"
ucap perempuan tersebut cepat.
"Apa?"
"Ya?'
seketika putra dan putri Hana terkejut mendengar penuturan perempuan tersebut.
"Tapi bukan turun ranjang dengan bibi Diana Kalian, namun dengan Perempuan lain yang menjadi pilihan Mama"
Mendengar ucapan mamanya seketika kalan membulatkan bola matanya.
"Mama bilang apa?"
tanya laki-laki itu cepat.
"Papa kalian akan menikah lagi dalam waktu dekat"
lanjut Hana.
"Dan Mama mengizinkannya?"
"Tidak ada alasan khusus untuk menolaknya, itu permintaan kakek kalian, akan sulit mengurus perusahaan tanpa bantuan dari orang lain, mama cukup tidak mempercayai seorang sekretaris dari keluarga asing apalagi bibi Diana kalian"
Hahhh.
Kallan seketika membanting sendok yang ada ditangan nya.
"Apa mama sudah gila?"
kali ini nada suara Kallan langsung meninggi.
__ADS_1