
Masa kemarin
Beberapa hari menjelang akad nikah kalan dan Meisya
Sebelum Indri dan Abizard pergi bulan madu
Toko perhiasan xxxxxxxx
Indri dan Alessia terlihat menatap barisan perhiasan yang ada di etalase kaca di hadapan nya tersebut.
Sejak tadi bola mata mereka terlihat memperhatikan cincin mana yang paling cocok untuk dijadikan cincin pernikahan kalan dan Meisya.
Pinkan yang mengikuti Indri dan Alessia sejak tadi sibuk menatap barisan kalung yang ada di bagian etalase kaca yang terdapat tepat di belakang Indri dan Alicia.
"Apakah ini cocok?"
Alessia bertanya kepada Indri sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah satu cincin berwarna putih tepat di hadapannya.
sejenak Indri menatap cincin pilihan Alessia, dia memperhatikan model dan juga bentuk cincin tersebut.
"Ini bagus, aku pikir Meisya pasti menyukainya"
jawab Indri cepat.
dia pikir Meisya pasti menyukai model cincin tersebut mengingat gadis itu memiliki selera yang simpel dan tidak terlalu ribet.
model pilihan Alicia terlihat sempurna.
tapi sejenak bola mata nya menatap kearah lain.
"Aku Fikir ini juga bagus"
ucap Indri sama menuju ke salah satu cincin pada Alessia.
mendengar ucapan Indri, Alicia buru-buru menoleh ke arah dimana jemari Indri mengarah.
sejenak dia menatap model cincin tersebut kemudian dia mengembangkan senyumannya.
"Ini juga terlihat bagus dan cantik"
ucap Alessia cepat.
"jadi memutuskan mengambil yang mana?"
__ADS_1
Tanya Indri kepada Alessia, bola mata perempuan itu menatap Alicia sambil menunggu keputusannya.
Sejenak Alicia tanpa ragu kemudian dia menoleh ke arah pelayan toko perhiasan tersebut.
"Coba berikan kami kedua-duanya, biarkan kami melihatnya lebih dulu"
pinta Alessia kemudian.
pada akhirnya pelayan toko berjenis kelamin laki-laki tersebut mengembangkan senyumannya, dengan sarung tangan berwarna putih mendominasi, laki-laki itu mengeluarkan dua jenis cincin yang dipilih oleh dua perempuan dihadapan nya itu secara perlahan.
begitu hati-hati dia mengambil cincin tersebut, meletakkan nya ke atas bantalan tempat bludru berwarna merah dan membiarkan kedua perempuan itu melihat dengan seksama model nya.
Terlihat Indri dan Alicia menimang-nimang pilih mana yang terbaik untuk mereka berikan kepada Meisya.
cukup lama hingga akhirnya mereka sepakat untuk memilih cincin yang pertama.
"Aku Fikir yang ini saja"
Ucap Alessia yakin.
pada akhirnya sang pelayan menyimpan kembali 1 cincin ke dalam lemari etalase kaca tersebut dan mengambil satu cincin lainnya untuk di packing ke dalam kotak beludru berbentuk hati yang telah di sediakan dari toko tersebut.
Sejenak sambil menunggu pelayan itu mengepak cincin pilihan mereka, Alessia seketika menoleh kearah gadis yang telah menjadi putri nya tersebut.
Pinkan terlihat menatap sebuah Kalung berlian didalamnya dengan pandangan begitu terpesona.
Hingga akhirnya dia cukup lama memperhatikan Kalung itu dan membiarkan pelayan itu menyimpan nya kembali ke lemari etalase.
Sejenak Alessia mengembang kan senyuman nya, perempuan itu terlihat berbalik dan kembali mengobrol sejenak dengan Indri sembari menunggu pelayan laki-laki yang melayani mereka selesai mengepak barang pesanan mereka tadi.
Cukup lama hingga akhirnya pesanan mereka selesai di packing.
"Tunggu sebentar"
Alessia berbisik ke arah Indri, dia meminta waktu sejenak untuk bicara pada pelayan yang ada dihadapan mereka tadi.
Indri mengangguk pelan, beranjak menjauhi Alessia sambil bola matanya mencoba memperhatikan beberapa perhiasan lainnya.
Alessia terlihat berbicara kepada pelayan yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, beberapa kali terlihat anggukan dan gelengan dari sang pelayan kemudian dia menghilang ke dalam.
Sejenak Alessia terlihat menunggu sembari mencoba mengirim pesan kepada seseorang.
Cukup lama hingga akhirnya sebuah notifikasi masuk.
__ADS_1
Seulas senyuman mengembang dibalik bibir Perempuan itu.
Pelayanan tadi terlihat membawakan sebuah paper bag kecil dan memberikan nya kepada Alessia.
"Sudah Ma?"
Tiba-tiba Pinkan sudah ada disamping Alessia, gadis itu bertanya sambil menoleh ke arah 2 paper bag kecil di tangan mama nya.
Toko perhiasan mewah memang seperti itu, mereka terlihat begitu profesional dalam memperlakukan pelanggan ketika mengepak pesanan pelanggan.
Bukan seperti di toko-toko emas di luaran.
Alih-alih menjawab, Alessia tiba-tiba memberikan satu paper bag kepada Pinkan.
"Ini apa?"
Gadis itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Hadiah pertama seorang Mama kepada putri nya"
Bisik Alessia sambil mengembangkan senyuman nya, Perempuan itu mengelus lembut wajah gadis dihadapannya itu.
"Mama harap kamu menyukainya"
Ditengah perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, Pinkan mencoba mengintip isi yang ada di dalam paper bag tersebut.
Seketika bola mata Pinkan membulat, dia tampak menganga menatap tidak percaya dengan apa yang ada di dalam nya.
"Mama....."
Perempuan yang dia panggil mama rupanya sudah pergi berlalu lebih dulu bersama Indri.
"Mama..... '
Seketika gadis itu bicara sambil mengejar langkah, bola matanya terlihat berkaca-kaca.
Secepat kilat gadis itu menyambar Alessia lantas memeluk Perempuan itu dari belakang.
"Ohhhhhh terima kasih Mama"
Gadis itu merengek manja, terharu dengan apa yang barusan dia dapatkan.
"Hisss coba lihat dia begitu manja"
__ADS_1
Alessia bicara sambil sedikit mengejek, sebenarnya lebih tepatnya menggoda, dia menyentuh pipi gadis itu dengan posisi membelakangi, membiarkan Pinkan merangkul nya dengan penuh kebahagiaan sambil berkali-kali mencium pipi kanan nya.
Indri yang melihat pasangan Mama muda dan anak nya itu terlihat mengulum senyuman nya, dia fikir hubungan ibu dan anak yang usia nya tidak berbeda terlalu jauh itu terlihat begitu akrab, lebih persis seperti kakak dan adik atau Sahabat berbagi yang terlihat unik dan manis.