
Disisi lain
Rumah sakit xxxxxxx
Saat sang perawat memanggil nya dan berkata sang dokter telah datang, di langsung dengan cepat mengikuti langkah perempuan dihadapan nya tersebut, meninggal kan perempuan yang menawarkan kesepakatan pernikahan tadi dengan cepat.
Perasaan terkejut karena tawaran pernikahan tadi kini berubah menjadi perasaan yang berkacamuk menjadi satu karena rasa khawatir dan cemas nya atas apa yang akan dia dengar dan dia dapatkan berdasarkan laporan kesehatan nya.
sejak 2 hari yang lalu mata bagian bawah nya terus kedutan dalam keadaan tidak jelas, entahlah tapi seolah-olah itu adalah firasat buruk.
Orang-orang tua berkata ada firasat tertentu jika kita mengalami mata kedutan di mata bagian kanan atau kiri bawah.
Sebagian berkata itu adalah tanda kekecewaan, seseorang mungkin akan mengalami hal buruk berupa kekecewaan, bisa jadi, sesuatu yang selama ini di harapkan tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan Anda.
Bisa juga kekecewaan ini berasal dari pengkhianatan seseorang yang sangat kamu percayai.
Bahkan tidak jarang ada yang berkata kedutan di mata kanan bawah kerap dikaitkan dengan pertanda buruk, mungkin saja kita akan mendengar kabar buruk dalam waktu dekat ini.
Kabar buruk ini bisa datang dari siapa saja, bahkan dari orang-orang terdekat kita.
Bahkan kata nya yang paling harus di waspadak adalah jika kita mungkin mengalami kedutan di bagian mata bawah bisa jadi akan mengalami hal yang sangat menyedihkan hingga membuat air mata kita mengalir deras dan tak terbendung lagi.
Bisa jadi, tangisan kita ini adalah tangisan perpisahan dengan seseorang untuk selamanya.
Ah sudah lah, Alessia fikir kenapa dia harus mempercayai mitos seperti itu? terdengar sangat bodoh sekali.
Alessia kini terlihat berjalan memasuki satu ruangan khusus yang mendominasi berwarna putih dihadapan nya itu dengan perasaan ragu-ragu.
Sebenarnya sejak kemarin dia merasa cukup khawatir dengan keadaannya, pemeriksaan panjang yang dia lakukan jelas membuat dia khawatir, baginya orang yang terkena penyakit biasa tidak akan melewati sesi pemeriksaan yang begitu panjang dan rumit nya.
tapi dia harus melewati beberapa sesi pemeriksaan yang tidak berkesudahan, dari proses pemeriksaan luar hingga dalam.
Bayangkan bagaimana kekhawatiran menghantam gadis itu saat ini, sejuta rasa takut dan panik jelas menghantam dirinya, pemikiran-pemikiran aneh jelas terus berjalan di atas kepalanya sejak kemarin.
Dia ingin memberitahukan soal keluhan ditubuhnya dan proses pemeriksaan diri nya tapi Alessia pada akhirnya memilih untuk diam dan tidak pernah menyampaikan keluhan dari tubuhnya kepada siapapun baik kepada Agnes atau bibi muda bahkan dengan kekasihnya.
Alessia pikir biarkan dia memastikan terlebih dahulu keadaannya, setelah tahu soal apa yang terjadi pada tubuh nya dia pikir baru dia akan memberitahukan kepada semua orang selalu keadaannya.
Kali ini langkah kaki gadis itu telah masuk ke dalam ruangan mendominasi berwarna putih tersebut, bisa dia lihat seorang dokter laki-laki terlihat telah menunggu Diri nya dan mengembangkan senyuman nya kepada dirinya.
Gadis itu pada akhirnya berusaha untuk mengembangkan balik senyuman nya di antara ekspresi wajah cemas nya.
__ADS_1
Atmosfer ruangan tersebut mendadak menjadi begitu serius dan aneh.
"Nona Alessia?"
Tanya dokter tersebut sembari mempersiapkan Alessia untuk duduk tepat di kursi yang ada di hadapannya.
gadis itu secara perlahan duduk di atas kursi tersebut sembari menjawab.
"Ya itu dengan ku, pak dokter"
Jawab Alessia pelan, bola mata gadis tersebut menatap dokter yang ada dihadapan nya itu.
setelah memastikan Alessia benar-benar duduk dokter laki-laki tersebut langsung memperkenalkan dirinya.
"Baiklah, anda bisa memanggil saya dengan sebutan dokter Rick, kita akan memberitahu kan laporan soal kesehatan Anda, nona Alessia"
Ucap laki-laki tersebut sembari memberikan sebuah map mendominasi berwarna putih kearah Alessia.
Gadis itu secara perlahan meraih map yang diberikan oleh dokter itu kepada dirinya.
"Sebelum membuka nya, bisakah coba menarik nafas nona secara perlahan? bantu untuk menjadi lebih rileks dan tenang, anggap lah kita tidak sedang didalam keadaan akan berperang"
Laki-laki dihadapan nya tersebut berusaha untuk bercanda, menenangkan perasaan Alessia yang saat ini jelas gunda gulana.
Mendengar ucapan dokter tersebut membuat Alessia tertawa kecil, dia mencoba menarik pelan nafasnya sesuai dengan instruksi dokter tersebut.
"Maaf, saya sedikit tegang"
Ucap nya pelan.
"Itu sering terjadi kepada siapapun yang memasuki sebuah ruangan dokter seperti kami"
Lagi laki-laki tersebut bicara sembari mengembangkan senyuman nya.
mereka tempat diam untuk beberapa waktu lantas kemudian selang beberapa menit dokter Rick mempersilahkan Alessia membuka map yang ada di tangan nya.
Awalnya Alessia terlihat ragu-ragu, kemudian di detik berikutnya gadis itu berusaha untuk membuka map yang ada dihadapan nya tersebut sembari Mencoba menarik pelan nafasnya.
bisa dilihat sebuah gambar seperti kaca filmĀ Hitam putih jaman dulu dengan ukuran 2 atau mungkin 3 kali lipat kertas HVS yang kini ada di tangan nya, dia sebenarnya tidak terlalu paham dengan maksud gambar tersebut.
"Baiklah"
__ADS_1
Pada akhirnya dokter Rick mulai bicara.
"Di sini saya akan menjelaskan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi kedepannya"
Lanjut dokter itu lagi.
"Ya?"
Alessia jelas mengerutkan keningnya saat mendengar laki-laki tersebut berkata seperti itu.
"Apakah penyakit ku parah, Dokter?"
Tanya Alessia kemudian.
Alih-alih langsung menjawab dokter tersebut langsung berdiri dari duduknya, mendekati sebuah layar disisi kanan nya dan dia menampilkan sebuah gambar yang Cukup membuat resah pemikiran Alessia.
"Ini tidak dibilang darurat tapi juga tidak dibilang baik-baik saja"
Mendengar ucapan dokter tersebut cukup membuat Alessia paham kemana inti pembicaraan mereka saat ini.
Yah ini jelas tidak baik-baik saja.
******
Begitu keluar dari ruangan dokter tersebut, kembali dengan tangan gemetaran Alessia melihat hasil dari selembar kertas yang menyatakan soal kesehatan nya, bola mata nya terlihat berkaca-kaca saat dia mendapatkan sebuah kenyataan pahit soal dirinya.
Senyuman indah nya yang berkembang tadi pagi bahkan sebelum menghadap kearah dokter pagi tadi seketika menghilang.
"Anda bisa memutuskan sendiri ingin mengikuti prosedur yang bagaimana"
Itu yang di ucapkan dokter tersebut tadi.
Dunia nya seketika menggelap, dengan langkah gontai Alessia mencoba melangkah keluar dari ruangan mendominasi berwarna putih tersebut.
Dia terus berjalan menyusuri tiap lorong-lorong rumah sakit, seolah-olah tidak ada siapapun disekitar nya, Alessia larut didalam pemikiran nya.
Entah sudah berjalan sejauh apa dia sejak tadi dia tidak tahu, yang jelas dia sudah melangkah terlalu jauh.
Sepersekian detik kemudian gadis itu terduduk lemas di atas lantai dingin dibawah nya, seketika tangis nya pecah di antara kerumunan orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.
Kenapa....?! Kenapa harus aku?!
__ADS_1
Alessia menangis terisak sambil memukul-mukul dadanya.