Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Masa lalu yang mengerikan


__ADS_3

"Indri?"


Reno yang berdiri di samping dimana Indri duduk mencoba untuk menyentuh bahu nya, bicara dengan perasaan serba salah.


"Aku sudah tahu semua nya"


Ucap Indri pelan.


Dia sebenarnya butuh waktu untuk berfikir, tapi kini anggap lah dia kehilangan proses untuk berfikir.


Seketika Reno menurunkan tangannya, laki-laki itu terdiam, memilih bergeser dan duduk tepat disamping kanan gadis itu, di mana di sisi kirinya Abizard telah memilih duduk disana, laki-laki itu tengah menikmati makanan nya.


Meisya tampak mengembangkan senyuman nya saat melihat kakak sepupu nya ditolak mentah-mentah.


Tidak tahu kenapa, dia bahagia melihat nya.


Bagi nya dibandingkan rasa sakit dan malu hari ini yang diterima laki-laki itu jelas tidak sepadan dengan apa yang diterima kakak laki-laki nya di masa lalu.


"Berhenti lah membuat kericuhan yang tidak penting, kamu membuat Tante berfikir yang tidak-tidak, Reno"


Mama Abizard bicara dengan perasaan kesal.

__ADS_1


Wanita itu jelas sudah panik tadi.


Dia fikir kejadian 6 tahun yang lalu kembali terulang.


Meskipun masih tertoreh kekecewaan tapi yang nama nya Keluarga, mereka melupakan persoalan masa lalu yang tidak penting.


Dimasa lalu Abizard bertunangan dengan gadis pilihan papa nya, mereka bertiga memang berteman sejak kecil, anak laki-laki nya itu memang tidak mencintai gadis itu, tapi permintaan sang papa menyeret dirinya untuk menerima semuanya.


Abizard bukan type laki-laki yang terlalu ribet dengan urusan perempuan, dia memang begitu, datar dan dingin, tapi hatinya begitu baik dan lembut.


Dimasa lalu dia memperlakukan gadis itu dengan baik, Agnes nama yang begitu Papa Abizard sukai, tapi feeling seorang ibu memang tidak pernah meleset.


Dia berkata, hati-hati pada Reno, laki-laki itu terus menempel di antara mereka, apalagi Agnes typekal perempuan yang mudah mengubah pendirian nya.


Realita nya setelah pernikahan terjadi Abizard harus menghadapi sebuah kekecewaan besar.


Agnes sudah tidak perawan lagi, bahkan istri nya sudah hamil 2 bulan.


Abizard bukan type laki-laki yang bertindak tanpa berfikir, dia bertanya siapa yang melakukan nya.


"Maafkan aku, maafkan aku"

__ADS_1


Malam itu tangis perempuan itu pecah di antara keheningan malam.


Mama nya jelas terhenyak kaget, Meisya jelas sudah tahu sejak lama, Reno menggoda tunangan kakak nya, beberapa kali kepergok mengobrol berdua bahkan pernah melihat mereka tidak sengaja berciuman.


Laki-laki itu jelas seorang player, di keluarga besar NAKHEL siapa yang tidak tahu bagaimana Reno, laki-laki itu selalu pandai mengelabui gadis manapun yang dia sukai.


Sangat berbanding terbalik dengan kakak nya Abizard, laki-laki itu terlalu fokus bekerja, mengesampingkan persoalan perempuan, baginya tidak usah bersusah payah mengejar mereka, perempuan akan datang sendiri dengan sukarela.


Tidak ada trik tipuan khusus untuk mengelabui makhluk yang bernama perempuan, bagi Abizard saat ingin bermain-main bersama mereka dia jelas takut karma, jika tidak pada adik nya, dia takut itu akan berbuah pada para keturunan nya.


Meisya ingin sekali menunggu kapan Reno terkena batu dari permainan nya, dan kali ini laki-laki itu harus menelan pil pahit karena permainan nya sendiri.


Huh....!!


Gadis muda itu mendengus menatap Reno.


Bahkan dia bermain-main ingin bermain-main kembali dengan milik kakak nya.


Yang benar saja.


Batin Meisya sambil mulai memotong steak daging nya.

__ADS_1


Tidak tahu kali ini Reno serius atau tidak, tapi bagi Meisya tetap saja, kali ini kakak nya tidak boleh mengalah.


__ADS_2