
Catatan \= Mengulik asal muasal hubungan masa lalu Abizard, Agnes dan Reno serta bagaimana Vidio berdurasi 20 detik berkembang serta kenapa Agnes bisa hamil.
Catatan
PESAN MORAL
Ingat jangan men judge sembarang orang tanpa tahu kebenaran nya.
********
Masih kembali ke masa lalu
Beberapa hari sebelum kakek tua Nakhel
Menjodohkan Abizard dan Agnes
Reno terlihat begitu khawatir saat seseorang menabrak Agnes begitu saja dijalanan, mereka berkata Agnes menjadi korban tabrak lari.
Tidak tahu siapa pelaku nya tapi bagi Reno orang itu jelas kurang ajar, dia berharap karma berlaku untuk orang yang menabrak gadis dihadapannya itu.
Seharusnya dia mengurusi pekerjaan nya tapi karena bibi Agnes menghubungi nya, Reno pada akhirnya lebih memilih mengabaikan seluruh urusan nya.
"Aku baik-baik saja, kakak bisa pergi sekarang untuk kembali ke perusahaan, teman ku akan datang kemari"
Ucap Agnes cepat saat dia melihat kegelisahan di Balik bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Itu bukan masalah, aku bisa meninggalkan pekerjaan ku"
Reno menjawab cepat sambil mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu tiba-tiba menjongkok kan tubuhnya tepat dihadapan Agnes, dia memberikan punggung nya secara perlahan.
Eh?!.
Agnes Tampak mengeluarkan ekspresi terkejut nya.
"Naiklah, aku akan menggendong kamu hingga ke mobil"
Ucap laki-laki itu cepat.
Sejenak gadis itu mematung, menatap punggung kokoh itu untuk beberapa waktu.
Reno menoleh ke belakang.
"Sayang naiklah"
Seketika saat Reno memanggil nya dengan sebutan sayang, wajah Agnes langsung memerah.
Secara perlahan gadis itu naik ke atas punggung Reno, dia tahu dia tidak mungkin bisa berjalan sebab kaki di sebelah kirinya kiri membengkak dan sulit bergerak.
__ADS_1
Reno fikir Dokter pribadi keluarga Nakhel akan lebih kompeten merawat Agnes ketimbang membiarkan gadis itu dirawat di rumah sakit.
Keluarga mereka lebih memilih fasilitas pribadi untuk mempercepat masa pemulihan ketika sakit.
Begitu Agnes naik ke atas punggung nya, secara perlahan Reno berdiri dan mulai berjalan menggendong gadis tersebut menuju ke arah luar pintu rumah sakit.
"Bukankah aku sudah bilang? jika ingin kemana-mana telpon aku lebih dulu, Hans tidak ada di sini untuk membantu kamu, jadi satu-satunya orang yang bisa kamu andalkan itu adalah aku"
Reno bicara cepat sambil terus membàwa Agnes berjalan ke arah depan.
"Maaf"
Gadis itu bicara pelan.
Sejenak Reno menghela pelan nafas nya.
"Kamu selalu membuat khawatir orang lain"
Ucap Reno lagi pelan.
Setelah berkata begitu yang ada hanya keheningan di antara mereka.
Langkah Reno nyaris tiba di pintu keluar rumah sakit.
"Kak"
"Hmmm?"
"Bagaimana soal Mama?"
Sejenak Reno diam.
"Masih berfikir untuk pergi?"
Tanya Agnes lagi.
"Aku sedang memikirkan nya, setiap kali Mama ku berbuat tidak baik aku fikir sebaiknya aku pergi sejauh mungkin, meninggalkan dia disini dan aku mulai menata hidup yang baru"
Ucap Reno pelan.
"Tapi kamu tahu? ada satu sisi yang membuat aku sulit untuk meninggalkan Mama ku"
"Ada istilah Ibu adalah Sosok sangat penting bagi kehidupan seorang anak. Berkat ibulah kita bisa ada di dunia ini, dan menjadi sosok yang kuat seperti saat ini. Ibu, adalah manusia pertama yang kita lihat ketika baru pertama kali datang ke dunia. Apalagi dia yang rela mengalami masa-masa sulit saat mengandung kita selama sembilan bulan dan mempertaruhkan nyawanya ketika kita dilahirkan"
"Pengorbanan seorang ibu jelas tidak sebanding dengan apa yang kita berikan nantinya"
"Aku selalu berfikir, jika aku punya saudara lain, aku mungkin telah lama meninggal kan Mama ku, tapi karena seorang diri, setiap kali ingin melangkah itu sangat menyulitkan ku"
__ADS_1
"Aku hanya takut kehilangan kesempatan melihat Mama ku, sebab ada banyak sekali anak-anak yang menyesal tidak memberikan hal yang terbaik untuk orang tua nya dimasa hidup, tapi selalu menyesali Semua nya ketika orang tua mereka telah tiada"
Mendengar ucapan laki-laki itu Agnes Tampak diam, gadis itu sama sekali tidak mengeluarkan suara nya.
"Tapi saat sifat jahat nya keluar aku
Begitu tiba di mobil Reno, secara perlahan laki-laki itu menurunkan tubuh Agnes.
"Sakit?"
Reno bertanya sambil berusaha memperhatikan kaki nya, membuka perlahan pintu mobil kemudian mulai mengangkat Agnes dan meletakkan nya ke atas mobil tepat di samping kursi kemudi.
"Hmmm"
Agnes mengangguk pelan.
Tiba-tiba tangan kanan Reno secara perlahan merapikan rambut Agnes.
Gadis itu terlihat sedikit salah tingkah.
"Agnes"
"Hmm?"
"Bagaimana jika kita menikah saja?"
"Ya?"
Ucapan Reno seketika membuat Agnes terkejut.
"Mungkin butuh sedikit perjuangan untuk menyakinkan Mama, tapi yakinlah akan ada hari dimana dia akan merestui kita"
Ucap laki-laki itu lagi.
Seketika jantung Agnes berdegup tidak beraturan
********
Catatan.
Setiap orang memiliki kisah nya masing-masing. Seperti aku dengan kisah ku dan kamu dengan kamu. Kita tidak saling mengumbar kehidupan kita, karena itu kita tidak saling tahu apa yang hati kita masing-masing rasakan.
PESAN MORAL
Ingat jangan men judge sembarang orang tanpa tahu kebenaran nya.
Entah diam-diam atau berbicara langsung, naluri untuk men-judge atau menghakimi orang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Dan ketika Anda membiarkan sisi ini terus berkembang, dampaknya bisa merugikan Anda.
__ADS_1
Dalam hubungan ruang lingkup perumahan, pertemanan, cinta atau rumah tangga men-judge orang / pasangan sesungguhnya tidak hanya melukai orang lain namun diri Anda sendiri juga. Beberapa kelemahan umum dari tindakan ini antara lain bisa membahayakan hubungan Anda.