
Indri tampak sibuk berkutat di dapur sejak tadi, perasaan bahagia jelas menyeruak didalam hati nya, puncak konflik pelik di dalam keluarga mereka jelas telah selesai.
Yang salah telah di adili Sesuai kesalahan, yang benar telah kembali ke posisi mereka masing-masing.
Dan dia bahagia di antara puncak konflik yang terjadi, hubungan mereka menjadi semakin erat, dan Abizard jelas menjadi semakin bijaksana dan dewasa dalam menghadapi banyak hal.
"Dari masa lalu kita belajar arti sebuah kesalahan, dari masa lalu kita mendewasa dengan sendirinya. Jika dari masa lalu kita menjadi semakin rusak dan tidak terkendali, itu artinya kita gagal menjadi manusia yang pintar dalam menyikapi situasi dan memetik hikmah dari teguran yang Allah beri"
Barisan kalimat itu terdengar begitu sederhana, tadi menyimpan makna penting yang bisa di jadikan satu pegangan untuk orang-orang pintar yang tahu arti sebuah kesalahan di masa lalu.
Mendewasa itu memang harus melewati proses sebuah ujian pelik, ketika kita menyerah itu artinya kita kalah menghadapi ujian Allah, jika kita terus berusaha memperbaiki diri dan menerima ketetapan nya Maka kita menjadi makhluk Allah yang siap menerima waktu mati dengan lapang dada kapak saja.
Abizard tampak duduk memperhatikan dirinya yang tengah sibuk membuat makan malam untuk mereka.
Cara laki-laki itu mendewasa dimasa kini membuat Indri bahagia, dimasa lalu pekerjaan menjadi prioritas utama nya, bahkan mengerjakan pekerjaan di meja makan pun adalah cara dirinya, hingga terkadang dia tidak membutuhkan komunikasi intens terhadap pasangan nya, dia lupa cara bertanya dan tahu apa yang di inginkan sang pasangan nya.
Indri tahu faktor usia Dan pengalaman dimasa lalu jelas mempengaruhi cara mendewasa seseorang.
Laki-laki itu kini tahu bagaimana cara membagi waktu, bagaimana menciptakan komunikasi intens antara mereka dan bagaimana menciptakan keharmonisan didalam hubungan mereka.
"Katakan pada ku, kemana kita akan berbulan madu?"
Abizard selalu mampu membuat dirinya terkejut dengan tindakan laki-laki itu.
__ADS_1
Bisikan lembut dibalik Telinga nya seketika mengejutkan dirinya.
Laki-laki itu masuk kedalam pelukan nya sambil Abizard membiarkan dagu nya berada di atas bahu kanan nya.
Indri baru selesai memasukkan bahan-bahan sup daging ke dalam panci yang ada dihadapan nya itu.
Seperti nya sang suami belakangan begitu galau soal destinasi bulan madu mereka.
"Cappadocia"
Jawab Indri sambil terkekeh geli.
Mendengar ucapan sang istri, Abizard ikut terkekeh.
Ucap laki-laki sambil dengan usilnya tangan Abizard masuk ke dalam perut Indri.
"Abi..."
Seketika rasa geli menghantam nya, Indri secepat kilat menahan tangan Abizard.
"Aku berpuasa dalam beberapa Minggu sejak berita nya pecah"
Abizard berbisik kemudian mengigit nakal telinga sang istri.
__ADS_1
"Abi..aku sedang memasak"
"Hmmmm mau coba suasana baru? dapur bisa jadi destinasi pertama Untuk bulan madu kita berdua"
Seketika tangan jahil nya mulai merayap naik ke atas sana.
"Ya?"
Seketika Indri membulatkan bola mata nya.
"No.....aku benar-benar bisa gila melakukan nya di dapur"
Pekik Indri sambil berusaha membalikkan tubuhnya.
Alih-alih menjawab, begitu Indri membalikkan tubuhnya, Abizard secepat kilat menyambar bibir indah sang istri.
Perempuan itu Seketikan mengerjapkan bola mata nya berkali-kali.
Abizard dengan cepat mematikan api kompor Indri, dia menarik sang istri menuju ke arah meja makan.
Laki-laki itu mulai meletakkan tubuh sang istri dan menyapu bibir Indri dengan gerakan panas nya secara perlahan.
__ADS_1
Oh god....sudah aku bilang, dia benar-benar duda paling gila yang pernah aku nikahi.