Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Menemukan nya


__ADS_3

Disisi lain nya.


Meisya dan Kalan terus berlarian ke arah depan sambil saling menautkan telapak tangan mereka.


Sesekali Mereka Tampak cekikikan, berlarian terus menuju ke arah depan setelah yakin bisa menghindari para wartawan.


Sepasang manusia itu Terus bergerak ke arah depan, mencari mobil yang katanya akan menjemput mereka sebentar lagi.


Entah lewat jalur mana mereka belum tahu, tapi berdasarkan informasi yang diberikan Abizard sang sopir sudah bergerak menuju ke arah mereka.


Beberapa kali Sepasang manusia itu terlihat tertawa riang, terkadang mereka saling berpegangan tangan.


Seolah-olah keadaan ini juga menjadi kesempatan untuk mereka bersama.


Hampir 3 Minggu bersama mereka bahkan belum sempat melewati waktu berdua karena keadaan.


Selain Kalan jelas selalu dalam misi penyamaran menjadi misca, kesibukan akan pekerjaan semakin mempersulit mereka untuk mendapatkan waktu luang.


Bahkan belum lagi sang Mama Meisya belakangan selalu merepotkan Kalan yang menjadi misca.


Seperti di Minggu kemarin memaksa Kalan untuk mendatangi rumah Indri dan sibuk melakukan kunjungan Ala calon mertua ke rumah calon mantu idaman nya.


Mau tidak mau janji mereka untuk pergi bersama tertunda.


Bahkan pertemuan yang mereka rencanakan diam-diam dirumah keluarga besar NAKHEL juga terganggu saat sang mama nya dengan berisik menarik kalan yang menjadi misca untuk menemani Mama nya belanja pakaian bersama Meisya.


Mereka harus rela diam-diam saling menggenggam tangan, sembunyi-sembunyi saling memberikan perhatian dibelakang sang Mama selama perjalanan belanja bersama.


Meisya bisa bersyukur hati pada akhirnya mereka bisa saling menggenggam tangan dengan cara terbuka didepan umum tanpa harus takut dilihat keluarga mereka, bahkan dia bisa bermanja-manja dengan laki-laki itu tanpa harus di cap aneh karena berkencan dengan sesama perempuan.


Padahal realita nya misca jelas adalah seorang laki-laki.

__ADS_1


"Ini Rencana yang gila, Abizard benar-benar membuat ku kehilangan pemikiran"


Ucap Kalan sambil merangkul hangat tubuh Meisya.


Bukan kah itu terlihat begitu manis? ketika Laki-laki merangkul dirinya dengan begitu hangat dan penuh cinta.


"Tapi ini cukup berhasil, mereka berfikir kita adalah Tante Nur dan Om Tora"


Kekeh Meisya sambil menikmati ciuman hangat yang di berikan Jalan di kepala sisi kanan nya.


"Ini totalitas kerja, kamu benar-benar mirip dengan Om Om berperut buncit dan kepala botak ketika di dandani seperti itu"


Ledek Meisya sambil mendongakkan kepalanya.


Mereka masih terus berjalan menuju kearah depan.


"Itu tidak terdengar seperti sebuah pujian"


"Memang bukan pujian"


Ucap Meisya lagi sambil terus cekikikan.


"Sayang berhenti meledek diriku"


Kalan bicara sambil memeluk leher Meisya sejenak, kemudian laki-laki itu melepaskan pelukannya.


"Coba lihat ini"


Meisya bicara sambil menarik lengan laki-laki itu ke arah satu sisi dimana terdapat penjual aksesoris disana.


Laki-laki itu mengikuti langkah gadis itu, memperhatikan Meisya yang terlihat memilih beberapa aksesoris cantik seperti kalung dan cincin.

__ADS_1


"Bukankah dia cantik?"


Meisya bertanya sambil meraih sepasang cincin yang indah, gadis itu terlihat duduk dengan bertumpu di atas kakinya.


Kalan menganggukkan kepalanya, kemudian dengan cepat ikut duduk bertumpu di atas kedua kakinya mengikuti Meisya.


Kapan meraih sepasang cincin disana, dengan cepat mengarahkan cincin itu ke jari manis Meisya.


"Berikan pada ku, anggaplah ini permulaan, aku akan melamar secara sah setelah mendapat kan restu dari Abizard dan Tante"


Ucap laki-laki itu sambil melebarkan senyuman nya.


mendengar ucapan Laki-laki itu Seketika wajah Meisya merona dan memerah karena malu, dengan gerakan perlahan dia menyerahkan tangan kirinya.


Kalan Secara perlahan menyematkan cincin tersebut ke jari manis Meisya.


Gadis itu Seketika berbinar-binar menatap cincin tersebut, seulas senyum bahagia mengembang di Balik wajah cantik tersebut.


Rona bahagia jelas terlihat di Balik wajah mereka saat ini, seolah-olah tidak ada satu pun yang bisa memecahkan kebahagiaan di antara mereka.


Tapi tanpa mereka sadari, di satu sudut kota Jakarta tersebut, Dua orang dimana satu nya adalah laki-laki dan satunya seorang perempuan tampak tengah berdiri di antara keramaian, salah satu nya terlihat menangkap gambar kebersamaan mereka berdua.


"Kalan....no....kalan..."


Sang perempuan tampak mencoba bergerak dengan cepat untuk mendekati mereka, namun rupanya sebuah mobil menghalangi pandangan nya, begitu mobil tersebut melaju pergi sosok yang dilihat nya ikut menghilang bersama.


Sang laki-laki dengan gerakan cepat mengeluarkan handphone nya, dia mencoba menghubungi seseorang di seberang sana.


"Tuan, aku menemukan sosok tuan muda di salah satu sudut kota Jakarta"


Ucap laki-laki itu cepat dari balik handphone nya.

__ADS_1


__ADS_2