
Dan waktu seolah-olah berlalu dengan begitu cepat tatkala bibir Abizard dengan lancar tanoa hambatan sama sekali mengucap kan janji di depan penghulu.
Dengan jutaan keyakinan sambil menggenggam erat tangan Papa Tora dia terus mengucapkan tiap barisan kata-kata nya.
Indri terlihat menggenggam erat kedua telapak tangan nya, dengan detak jantung tidak beraturan dia mendengarkan tiap ucapan yang Abizard lafazkan.
Suasana yang hening menambah rasa tegang didalam hatinya.
Sepersekian detik kemudian Seulas senyuman mengembang di balik bibir semua orang, bahkan air mata tumpah dengan deras di balik bola mata Mama nur dan Mama Helen ketika mereka mendengar kata.
"Sah?"
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Mama Nur jelas mengeluarkan air matanya untuk beberapa waktu, kemudian wanita tua itu mencoba untuk menghapus air matanya berulang kali dengan tisu yang ada di tangan nya.
Entahlah perasaan Mama Nur saat ini berkecamuk menjadi satu.
Bahagia
Yah Pencapaian terbesar seorang ibu adalah mengantarkan anaknya menikah.
Tidak heran rasa bahagia menyelimuti ibu ketika anaknya menikah.
Kebahagiaannya makin bertambah saat melihat anaknya itu bahagia.
Namun, di balik kebahagiaannya itu, terselip rasa khawatir.
Sebagai seorang ibu, dia merasa khawatir apakah anaknya nanti akan bisa bahagia seterusnya.
Akankah anaknya bisa menjalani hidup tanpa ibu yang selama ini selalu mendampingi nya.
Di sisi lain nya lagi, ibu juga merasa sedih, tapi bukannya tidak mau anaknya menikah.
Ibu merasa sedih karena dengan anaknya menikah, dia mau tidak mau harus berpisah dengan anaknya itu.
Sang anak tentu harus hidup bersama dengan pasangan dan membangun keluarga baru.
Meskipun pernikahan anak menjadi puncak kesuksesan seorang ibu, tapi pernikahan itu juga menjadi salah satu pemicu kesepian.
Anak yang biasanya tinggal di rumah, mengobrol bersama, bertukar pikiran, mengantar belanja, atau memasak bersama kini sudah tidak ada lagi di rumah. Ibu akan merasa sangat kehilangan.
__ADS_1
Melihat Mama nya terus menangis sejak tadi, Indri jelas ikut menangis sambil memeluk erat tubuh Mama nya.
"Mama"
Gadis itu seketika menangis didalam dekapan sang Mama untuk beberapa waktu.
Mama Helen juga ikut menangis, entahlah rasanya moment seperti ini memang begitu adanya.
Seolah-olah tangis bahagia mengiringi perasaan mereka.
Bukan tangis kesedihan, tapi benar-benar tangis bahagia.
Alih-alih dibiarkan terus menangis, Papa Indri mencoba mengingat kan Mama Nur dan Indri agar tidak menangis berkelanjutan.
"Itu Pamali, orang tua bilang tidak boleh menangis berlebihan di hari pernikahan"
Bisik laki-laki itu sambil mencium lembut kening Indri.
Meskipun dia ingin menangis karena terharu, tapi Papa Tora menahan semua perasaan nya agar air mata nya tidak meledak dan tumpah.
Setelah itu Indri dan Abizard mulai berjalan meminta doa sambil menyalami satu persatu keluarga besar.
Suara lantunan ayat suci terus terdengar disepanjang ruangan, beberapa keluarga lainnya ada yang menangis haru ada yang terus mengucapkan selamat beserta doa untuk pasangan pengantin baru tersebut.
Kemudian mereka mulai diminta kembali kekamar mereka untuk berganti pakaian, setelah itu mereka mulai menyeruak masuk ke gedung utama dimana para tamu undangan telah menunggu sang kedua mempelai sejak tadi.
"Ohhh no"
"God"
Bisa Semua orang lihat ciuman manis pasangan pengantin tersebut, diiringi musik indah yang terus mengalun merdu di sepanjang ruangan.
Tepuk tangan Sorak Surai terdengar di mana-mana, beberapa orang terlihat malu-malu melihat ciuman sepasang manusia dihadapkan mereka itu.
"I love you"
Bisik Abizard lembut dibalik telinga Indri.
Seketika wajah gadis itu mengeluarkan rona merah nya karena malu.
"I love you too"
Ucap Indri pelan kemudian langsung masuk kedalam pelukan laki-laki tersebut.
__ADS_1
******
Disisi lain
Meisya tampak menarik lega nafasnya diikuti Kalan, mereka setelah mengucapkan selamat kepada Indri dan Abizard secepat kilat melesat menuju ke arah belakang.
"Bagaimana?"
Meisya bertanya pada Kalan dengan perasaan panik.
"Dia bilang flash disk nya sudah masuk ke kantor redaksi"
Ucap Kalan pelan sambil menarik kasar nafasnya.
"Oh my god"
Meisya mencoba untuk mencari pegangan.
"Dengar kan aku, berita nya pecah kemungkinan besok pagi, jangan membuat ketegangan malam ini, kita bisa mendiskusikan nya dengan keluarga besar, biarkan Indri dan Abizard melewati malam pertama mereka, aku yakin Indri tidak seperti itu, dan Abizard akan tahu kebenaran akan berita itu"
Ucap kalan cepat.
"Tapi ini terlalu cepat untuk menghancurkan kebahagiaan mereka"
Meisya terlihat seperti ingin menangis, dia seolah-olah gagal menyelamatkan pernikahan kakak nya untuk kedua kali nya.
"No... percaya pada ku"
Kalan menyentuh cepat wajah Meisya.
"Semua akan baik-baik saja"
"Kau tidak tahu bagaimana kejadian 6 tahun yang lalu, begitu mengerikan Kalan, aku takut sejarah akan terulang pada Indri dan Abizard"
Meisya mencoba untuk menahan perasaan nya.
"Kita harus menemui Reno atau bahkan Agnes sekarang juga"
"Tapi kita tidak mungkin meninggalkan pestanya"
Seketika perdebatan kecil terjadi di antara mereka.
"Apa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi?"
Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah samping mereka, Meisya dan Kalan seketika menoleh.
__ADS_1
Bola mata Meisya langsung membulat sempurna saat dia menyadari siapa yang berdiri di hadapan mereka kini.